Dorong Pemberdayaan Inklusif, Asabri Buka Akses Digital Prajurit Disabilitas

dorong-pemberdayaan-inklusif-asabri-buka-akses-digital-prajurit-disabilitas-msh

Asabri Buka Akses Digital Prajurit Disabilitas

Beritasosial.com – Jakarta — PT Asabri (Persero) terus memperkuat komitmen dalam memberdayakan prajurit TNI yang memiliki disabilitas melalui program inovatif. Dengan fokus pada peningkatan akses digital, perusahaan ini memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang secara profesional dan personal. Program Pemberdayaan Disabilitas Tangguh Asabri atau PELITA telah menjadi wadah strategis untuk membekali para prajurit dengan keterampilan teknologi informasi, pemasaran digital, serta kemampuan membuat konten yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Visi dan Misi Pemberdayaan Inklusif

Sekretaris Perusahaan Asabri, Okki Jatnika, menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam setiap program pemberdayaan. Menurutnya, setiap peserta memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkarya ketika memperoleh akses, kesempatan, serta dukungan yang setara. Melalui inisiatif PELITA, Asabri ingin membuka ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan potensi melalui kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi para peserta.

Kami meyakini bahwa setiap peserta memiliki potensi untuk terus tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi ketika memperoleh akses, kesempatan, serta dukungan yang setara. Melalui PELITA, Asabri ingin membuka ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan potensi melalui kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, ujar Okki Jatnika dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kolaborasi Strategis dan Pelaksanaan Program

Program PELITA dilaksanakan melalui kerja sama strategis antara Asabri dengan Kodam Jaya serta Alunjiva Indonesia. Sebanyak 28 prajurit TNI dengan status disabilitas di lingkungan Kodam Jaya menjadi peserta dalam kegiatan ini. Pelatihan berlangsung di Aula Ahmad Yani, Makodam Jaya, dan menghadirkan materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), digital marketing, serta keterampilan sebagai content creator. Kolaborasi ini memungkinkan peserta mendapatkan pelatihan komprehensif dari berbagai ahli di bidangnya.

Okki menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi melalui PELITA tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka akses terhadap peluang yang dapat mendukung aktivitas produktif peserta. Penguasaan keterampilan digital diharapkan membantu peserta beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan ruang digital sesuai potensi dan minat masing-masing. Hal ini sejalan dengan upaya Dorong Pemberdayaan Inklusif Asabri Buka akses yang lebih luas bagi seluruh komponen masyarakat.

Dampak Nyata dan Pencapaian Program

Manfaat program tersebut dirasakan secara nyata oleh para peserta. Peltu Kaspari, seorang prajurit Kodim 0507 Bekasi yang mengikuti pelatihan digital marketing, menyampaikan kesan positif mengenai program ini. Ia merasa program ini menambah ilmu dan memberikan wawasan dalam tingkat dasar yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri.

Kesan yang sangat luar biasa dengan program pelatihan ini. Program ini menambah ilmu dan memberikan wawasan dalam tingkat dasar. Setidaknya kami punya kemampuan untuk berkembang lebih baik. Terima kasih Asabri dan Alunjiva, ujarnya dengan penuh apresiasi.

Selain fokus pada pemberdayaan disabilitas, Asabri juga mendorong transformasi layanan berbasis ESG. Kepuasan peserta terhadap layanan perusahaan telah mencapai angka 96,03%, menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan para peserta program. Angka ini mencerminkan efektivitas strategi yang diterapkan dalam upaya Dorong Pemberdayaan Inklusif Asabri Buka akses digital bagi prajurit disabilitas.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program PELITA

Apa itu program PELITA? Program PELITA adalah singkatan dari Pemberdayaan Disabilitas Tangguh Asabri, sebuah inisiatif untuk membekali prajurit disabilitas dengan keterampilan digital dan profesional.

Siapa saja yang bisa mengikuti program ini? Program ini terbuka bagi prajurit TNI dengan status disabilitas, khususnya yang berada di lingkungan Kodam Jaya dan wilayah terkait.

Materi apa saja yang diajarkan? Materi meliputi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), digital marketing, serta keterampilan sebagai content creator.

Berapa lama program ini berlangsung? Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif yang berlangsung selama beberapa hari di lokasi yang telah ditentukan.

Bagaimana cara mendaftar? Pendaftaran dapat dilakukan melalui jalur internal Kodam Jaya atau menghubungi langsung tim Asabri yang menangani program pemberdayaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan Asabri, Anda dapat mengunjungi [halaman resmi Asabri](https://ekbis.sindonews.com/read/1739451/34/dorong-pemberdayaan-inklusif-asabri-buka-akses-digital-prajurit-disabilitas-1786799305) atau membaca artikel terkait lainnya di situs ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *