235 Kali Gempa Susulan Guncang NTT: Meluruh Dalam Waktu 2-3 Minggu

235-kali-gempa-susulan-guncang-ntt-meluruh-dalam-waktu-23-minggu-iqt

235 Kali Gempa Susulan Guncang NTT: Proses Peluruhan Diperkirakan Butuh Dua Hingga Tiga Minggu

Beritasosial.com – Jakarta – Aktivitas seismik yang signifikan kembali dicatatkan di Indonesia setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat total 235 Kali Gempa Susulan Guncang wilayah tersebut dalam periode tertentu. Pencatatan aktivitas seismik ini dilakukan hingga pukul 14.00 WIB dengan rentang kekuatan yang bervariasi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sebagian besar gempa susulan terjadi di wilayah utara Pulau Flores. Kekuatan gempa-gempa susulan tersebut berkisar antara magnitudo 2,5 hingga mencapai 6,2. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik masih berlangsung intensif di kawasan tersebut.

Kemudian ini adalah kejadian gempa bumi susulan, terhitung hingga pukul 14.00 Waktu Indonesia bagian Barat tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2 magnitudo. Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores.

Proses Peluruhan Gempa Susulan

Sampai saat ini, data menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan belum mengalami penurunan secara signifikan. BMKG memperkirakan bahwa proses peluruhan akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, mirip dengan kejadian gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi. Diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh sepenuhnya.

Dan di sebelah kanan kita melihat ada grafik gempa bumi susulan ini dari jam ke jam kita perhatikan kita amati hingga saat ini belum mengalami peluruhan. Umumnya peluruhan akan terjadi 2 sampai 3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi. Jadi diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau 3 minggu.

Revisi Parameter Gempa Utama

Gempa utama awalnya tercatat memiliki kekuatan magnitudo 7,0. Namun, setelah dilakukan stabilisasi terhadap hasil parameter, nilai tersebut direvisi menjadi magnitudo 7,7. Kedalaman episentrum tercatat sebesar 15 kilometer, yang berarti lebih dangkal dibandingkan gempa serupa di lokasi yang sama pada tahun 1992. Terkait dengan parameter gempa, memang pada parameter awal 2 menit 16 detik ini kami menerbitkan kekuatan gempa 7 magnitudo, yang kemudian segera direvisi 10 menit kemudian, karena diperlukan waktu untuk stabilisasi hasil parameternya.

Terkait dengan parameter gempa, memang pada parameter awal 2 menit 16 detik ini kami menerbitkan kekuatan gempa 7 magnitudo, yang kemudian segera direvisi 10 menit kemudian, karena diperlukan waktu untuk stabilisasi hasil parameternya. Magnitudo 7,7, kedalaman adalah 15 km, ini lebih dangkal dari gempa di tahun 1992 di lokasi yang sama. Kemudian juga gempa ini berpotensi tsunami.

Penyebab dan Kemiripan Mekanisme

Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan peristiwa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Mekanisme pergerakan ini memiliki kemiripan dengan gempa Lombok yang terjadi pada April 2018, akibat mekanisme pergerakan naik di busur belakang wilayah NTB dan NTT. Fenomena ini menunjukkan pola tektonik yang konsisten di kawasan Indonesia bagian timur.

Simulasi dan Verifikasi Tsunami

Setelah memperoleh parameter awal, BMKG segera melakukan simulasi tsunami. Hasilnya menunjukkan bahwa gelombang berpotensi mencapai Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, namun wilayah utama yang terdampak tetap berada di NTT. Daerah-daerah yang dinyatakan dalam status siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat, serta Selayar.

Kemudian ketika parameter awal kita dapatkan segera kita lakukan skenario untuk simulasi tsunaminya, dan kita melihat bahwa tsunaminya juga sampai ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, tapi memang yang terutama adalah yang zona siaga ini atau daerah-daerah yang siaga di ketinggian setengah sampai 3 meter utamanya ada di sekitar NTT.

Verifikasi dilakukan menggunakan data observasi muka laut yang terpasang di ratusan titik di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah mencatat ketinggian tsunami melebihi setengah meter. Pencatatan tertinggi mencapai 1,6 meter di Kota Manggarai Timur dan 1,61 meter di Reo, Manggarai, NTT. Sementara itu, ketinggian tertinggi lainnya tercatat sebesar 0,94 meter di Maurole, Ende.

Dalam konteks dampak manusia, update terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 2.000 warga telah mengungsi dan 38 orang dinyatakan tewas akibat bencana ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan gempa di NTT, pembaca dapat mengunjungi [berita terkait gempa NTT di sindonews.com](https://daerah.sindonews.com).

Frequently Asked Questions

Berapa lama proses peluruhan gempa susulan di NTT? BMKG memperkirakan bahwa proses peluruhan akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, mirip dengan kejadian gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi.

Apa penyebab utama gempa di NTT kali ini? Gempa ini merupakan peristiwa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores dengan kedalaman episentrum 15 kilometer.

Wilayah mana saja yang terdampak tsunami? Wilayah utama yang terdampak tetap berada di NTT, termasuk Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat, serta Selayar. Gelombang juga berpotensi mencapai Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Berapa jumlah korban dan pengungsi? Update terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 2.000 warga telah mengungsi dan 38 orang dinyatakan tewas akibat bencana ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *