Prabowo Kenalkan Susanah, Pengupas Bawang di Bogor dengan Upah Rp700 Ribu per Kg

prabowo-kenalkan-susanah-pengupas-bawang-di-bogor-dengan-upah-rp700-ribu-per-kg-jgo

Prabowo Hadirkan Delapan Tamu Istimewa dalam Pidato Kenegaraan

Beritasosial.com – Jakarta — Dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto secara khusus memperkenalkan delapan warga negara sebagai tamu istimewa. Kedelapan individu tersebut dipilih karena telah merasakan langsung dampak program-program unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo.

Mereka mewakili berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa Sekolah Rakyat, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penerima bantuan sosial ATENSI. Salah satu yang mendapat sorotan adalah Susanah, seorang warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan penghasilan mencapai Rp700 ribu per kilogram.

Susanah: Penerima PKH dan Program Sembako

Susanah merupakan salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta Program Sembako yang turut membantu pemulihan ekonomi keluarganya. Presiden Prabowo menyampaikan:

“Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.”

Joko Purnomo: Petani dari Ngawi

Tamu istimewa berikutnya adalah Joko Purnomo, seorang petani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Joko merupakan ketua kelompok tani yang telah menekuni pertanian selama dua dekade. Dengan dukungan teknologi irigasi dan pupuk bersubsidi dari pemerintah, ia kini mampu melakukan tiga kali panen dalam setahun dengan produktivitas mencapai sembilan ton padi per hektare.

“Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,” ucap Prabowo.

“Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air teknologi dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun. Dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare,” sambungnya.

Kristina Beno: Siswi dari Merauke

Kristina Beno, siswi kelas enam Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan, juga hadir sebagai tamu istimewa. Ia merupakan penerima manfaat program MBG yang telah meningkatkan semangat belajarnya.

“Hari ini hadir bersama kita Kristina Beno, siswi kelas 6 Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan. Christina. Terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Suatu saat mungkin kamu duduk di atas sini,” ungkap Prabowo.

Program MBG telah membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah. Presiden menambahkan bahwa bagi jutaan penerima MBG setiap hari, satu piring makanan bukan sekadar hidangan biasa, melainkan sumber tenaga untuk belajar, protein untuk pertumbuhan tubuh sehat, serta nutrisi untuk sel otak, tulang, dan otot.

Muhammad Risky Pratama: Dari Putus Sekolah Menuju Pendidikan

Muhammad Risky Pratama, siswa berusia 12 tahun yang pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual, juga mendapat tempat di antara tamu istimewa. Risky sempat putus sekolah dan ketika masuk Sekolah Rakyat, ia belum lancar membaca maupun menghitung.

“Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki. Rizki pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual,” imbuhnya.

“Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah rakyat, ia belum lancar membaca dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita,” jelasnya.

“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, saudara-saudara sekalian. Saya yakin Rizki kau akan menjadi pribadi yang kuat,” sambungnya.

Citra Nur Ramadhani: Juara Karate dari Sulawesi Selatan

Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, juga hadir sebagai tamu istimewa. Saat berada di kelas empat SD, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya merupakan penyandang disabilitas.

“Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas empat sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten,” tutur Prabowo.

Presiden sempat bertanya usia Citra dan berpesan agar ia tidak berpacaran sebelum berusia 10 tahun serta menunggu hingga mendapatkan sabuk hitam dalam karate.

“Citra, umurmu berapa? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagilah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu ya. Jadi enggak ada yang berani nanti main-main sama kau ya,” ungkapnya.

Thelma Humena: Penerima BSPS dari Manado

Tamu istimewa terakhir yang disebutkan adalah Thelma Humena dari Kota Manado. Berkat program BSPS, rumah Thelma telah diperbaiki fondasinya, memberikan kenyamanan bagi keluarganya.

“Hadir bersama kita hari ini ibu Thelma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondas

Kedelapan tamu istimewa ini mewakili keberagaman penerima manfaat program-program pemerintah yang telah memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka. Kehadiran mereka dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menjadi simbol apresiasi terhadap masyarakat yang merasakan langsung manfaat kebijakan era Presiden Prabowo Subianto.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Kenalkan Susanah Pengupas Bawang di Bogor?

Prabowo Kenalkan Susanah Pengupas Bawang di Bogor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Kenalkan Susanah Pengupas Bawang di Bogor matter?

Prabowo Kenalkan Susanah Pengupas Bawang di Bogor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *