Bicara Masa Depan Pelajar Indonesia di Sidang Tahunan 2026, Prabowo: Mereka Berhak ke Sekolah dengan Aman
Prabowo: Pelajar Indonesia Berhak Sekolah dengan Aman
Beritasosial.com – Jakarta — Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyoroti Bicara Masa Depan Pelajar Indonesia. Beliau menegaskan bahwa setiap siswa memiliki hak fundamental untuk menempuh pendidikan dengan aman, didukung oleh infrastruktur yang memadai dan sistem pembelajaran yang berkualitas.
Presiden mengisahkan pengalaman pribadi tentang anak-anak di daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan sulit setiap pagi. Banyak dari mereka melintasi sungai, menaiki jembatan rusak, atau berpegangan pada tali untuk mencapai sekolah. Meskipun perjalanannya penuh tantangan, tujuan mereka tetap sama: belajar dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Jembatan Menuju Impian Pendidikan
Pembangunan jembatan desa bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi bagi masa depan anak-anak. Bersama TNI dan Polri, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan sekitar 3.300 jembatan desa dengan target mencapai 5.000 unit. Angka tersebut mungkin terlihat biasa, namun bagi anak-anak yang menggunakannya setiap hari, jembatan tersebut berarti jalan menuju sekolah dan cita-cita.
Bagi seorang anak di desa, sebuah jembatan bukan sekadar penghubung dari satu sisi sungai ke sisi lainnya. Jembatan itu adalah jalan menuju sekolah. Dan di balik perjalanan sederhana menuju sekolah, ada cita-cita yang sedang diperjuangkan, kata Presiden Prabowo.
Renovasi Sekolah dan Modernisasi Pembelajaran
Pemerintah saat ini sedang melaksanakan program renovasi sekolah terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 16.167 sekolah telah diperbaiki, sementara tahun ini targetnya meningkat menjadi 71.744 sekolah. Renovasi mencakup wilayah dari Miangas di ujung utara hingga Sabang di barat, serta Merauke dan seluruh nusantara.
Sebagai bagian dari modernisasi pendidikan, pemerintah juga mendistribusikan layar pintar interaktif (IFP) ke seluruh sekolah. Teknologi ini memungkinkan akses ke guru-guru terbaik untuk mata pelajaran sains, matematika, dan teknologi, serta native speakers untuk pembelajaran bahasa asing. Penguasaan bahasa asing sejak dini dinilai penting agar generasi muda dapat bersaing di pasar kerja domestik maupun internasional.
Sekolah Rakyat: Memutus Lingkaran Kemiskinan
Salah satu inisiatif unggulan pemerintah adalah pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini menyediakan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, lengkap dengan fasilitas ruang kelas, asrama, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Hingga saat ini, 93 Sekolah Rakyat permanen telah beroperasi, ditambah dengan program rintisan sehingga total mencapai 182 unit.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan, Muhammad Risky Pratama (12 tahun), merupakan contoh nyata keberhasilan program ini. Sebelumnya, Risky harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa ikan seberat 30 kilogram untuk dijual. Ia sempat putus sekolah dan belum lancar membaca serta berhitung. Kini, Risky telah kembali ke bangku sekolah dan mendapatkan kembali haknya untuk belajar.
Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, juga merasakan manfaat serupa. Saat kelas 4 SD, ia hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Dengan ayah yang telah wafat dan ibu penyandang disabilitas, Sekolah Rakyat memberikan Citra kesempatan untuk belajar tanpa membebani keluarganya. Baru-baru ini, Citra berhasil meraih juara karate tingkat kabupaten.
Presiden juga menyampaikan kabar gembira tentang tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar yang memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 dalam bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.
Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak mampu, jika diberikan kesempatan, diberikan fasilitas, bisa mencapai prestasi nasional bahkan internasional, tegas Presiden.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pendidikan Indonesia
Berapa jumlah sekolah yang direnovasi tahun 2026? Pemerintah menargetkan renovasi 71.744 sekolah pada tahun 2026, meningkat dari 16.167 sekolah pada tahun sebelumnya.
Bagaimana program Sekolah Rakyat membantu anak-anak? Program ini menyediakan pendidikan berasrama lengkap dengan fasilitas, makanan bergizi, dan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Berapa banyak jembatan desa yang telah dibangun? Hingga saat ini, sekitar 3.300 jembatan desa telah selesai dibangun dengan target mencapai 5.000 unit.
Prabowo menegaskan bahwa tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak. Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap pelajar Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang aman, berkualitas, dan bermartabat.
