Topics Covered: President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
President Club dan PSAPI Gelar Peluncuran Buku Chappy Hakim
Topics Covered, Jakarta – Buku terbaru karya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, berjudul National Air Power: Belajar dari Perang Iran–Amerika, resmi diluncurkan dalam acara kolaborasi antara President Club, Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI), dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026). Acara ini menegaskan peran penting kekuatan udara dalam keamanan nasional dan strategi pertahanan Indonesia, sekaligus mengajak publik untuk mendalami Topics Covered melalui analisis mendalam oleh tokoh-tokoh senior di bidang militer dan kebijakan.
Chappy Hakim, seorang pensiunan jenderal yang juga aktif sebagai penulis, telah menghasilkan lebih dari 50 buku, termasuk karya-karya yang menjadi referensi utama dalam studi pertahanan dan dirgantara. Dalam buku ini, ia memaparkan konsep national air power sebagai bagian dari Topics Covered, menggabungkan pengalaman pribadi sebagai komandan TNI Angkatan Udara (2002–2005) dengan perspektif geopolitik global. Buku tersebut juga mengulas peran kekuatan udara dalam memperkuat kedaulatan Republik Indonesia, terutama dalam konteks ancaman dari luar dan persaingan di bidang militer.
Kolaborasi antara President Club, PSAPI, dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia tidak hanya menjadi ajang peluncuran karya, tetapi juga membuka ruang diskusi kritis tentang kebijakan pertahanan dan strategi nasional. Peserta acara, yang terdiri dari pakar militer, akademisi, serta masyarakat sipil, diberikan kesempatan untuk menggali Topics Covered seputar efektivitas kekuatan udara dalam menghadapi dinamika politik dan militer di era digital. Yayasan Pustaka Obor Indonesia berperan sebagai penyedia platform untuk menerjemahkan ide-ide strategis ini ke dalam bentuk aksesibel bagi publik luas.
Analisis dalam Buku National Air Power
Buku National Air Power: Belajar dari Perang Iran–Amerika menghadirkan studi kasus konflik Timur Tengah sebagai contoh nyata bagaimana daya udara dapat memengaruhi kestabilan negara. Chappy menyampaikan bahwa perang tersebut menunjukkan kelemahan sistem pertahanan yang tidak siap menghadapi serangan melalui udara. “Dalam Topics Covered ini, kita melihat bahwa kekuatan udara bukan hanya alat perang, tetapi juga pilar utama dalam menjaga kedaulatan,” jelasnya. Buku ini juga menyoroti pentingnya integrasi antara kekuatan udara dan operasi diplomatik dalam menghadapi ancaman di wilayah pesisir dan laut.
“Kita perlu memahami bahwa pengendalian udara adalah bagian dari strategi nasional. Tidak ada negara yang bisa aman tanpa kemampuan untuk melindungi wilayah udara mereka,” kata Chappy Hakim, menyampaikan pandangan kritisnya tentang masa depan pertahanan Indonesia.
Sebagai bagian dari Topics Covered, buku ini juga mengupas peran modernisasi TNI Angkatan Udara dalam konteks perang di laut dan udara. Chappy menekankan bahwa kekuatan udara harus menjadi prioritas dalam pembangunan militer, terutama mengingat perubahan paradigma konflik yang semakin mengandalkan teknologi canggih dan kecepatan operasional. Diskusi pada acara tersebut juga menyentuh isu kebijakan pertahanan jangka panjang, seperti pengembangan Sistem Pertahanan Udara Nasional (SPUN) sebagai komponen kritis dari kekuatan pertahanan.
Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk anggota President Club yang berperan sebagai penyebar wacana kebijakan. Mereka menyoroti bagaimana Topics Covered ini bisa menjadi alat edukasi bagi generasi muda dalam memahami dinamika kekuatan militer dan strategi nasional. Selain itu, peserta juga mendiskusikan potensi buku ini dalam memperkaya kurikulum pendidikan politik dan pertahanan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi.
