UNJ Perkenalkan Cocoffee untuk Dorong Budidaya Lidah Buaya dan Pemberdayaan Warga Sukahurip Ciamis

unj-perkenalkan-cocoffee-untuk-dorong-budidaya-lidah-buaya-dan-pemberdayaan-warga-sukahurip-ciamis-tlk

UNJ Perkenalkan Cocoffee untuk Dorong Budidaya Lidah Buaya

Beritasosial.com – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmen dalam pengabdian masyarakat melalui inovasi terbarunya. UNJ Perkenalkan Cocoffee untuk Dorong Budidaya Lidah Buaya dan Pemberdayaan Warga Sukahurip, Kabupaten Ciamis. Program Studi Pendidikan Biologi di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini meluncurkan produk inovatif bernama Cocoffee. Melalui kegiatan Bio Edu-Community Service 2026, tim pengabdi menggabungkan cocopeat dengan ampas kopi sebagai media tanam alternatif yang ramah lingkungan. Langkah strategis ini tidak hanya mendukung pengembangan budidaya Aloe vera atau lidah buaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 tersebut melibatkan kerja sama multipihak. Tim UNJ berkolaborasi dengan Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Desa Sukahurip. Inisiatif ini berada di bawah koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Fokus utamanya adalah meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan limbah organik yang selama ini terabaikan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Inovasi Media Tanam Berbasis Limbah Kopi

Ketua Tim Pelaksana, Nailul Rahmi Aulya, menjelaskan bahwa program ini mengajak masyarakat mengubah persepsi terhadap ampas kopi. Alih-alih dibuang sebagai sampah, limbah tersebut dapat menjadi sumber daya berharga untuk mendukung pertumbuhan lidah buaya dan menciptakan nilai tambah ekonomi. UNJ Perkenalkan Cocoffee untuk Dorong transformasi ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi yang ada.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat limbah ampas kopi bukan sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya lidah buaya dan menciptakan nilai ekonomi. Langkah sederhana ini merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Nailul Rahmi Aulya.

Potensi Lokal dan Praktik Budidaya Langsung

Desa Sukahurip dikenal memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, termasuk lidah buaya. Keberadaan kebun bibit milik Dinas Perkebunan Jawa Barat di wilayah tersebut menjadi pendukung utama dalam meningkatkan kualitas dan kesehatan tanaman. Lidah buaya menjadi salah satu komoditas prioritas yang mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat digunakan sebagai tanaman obat, sumber pangan, serta bahan baku untuk berbagai produk inovatif.

Selama kegiatan berlangsung, para ibu-ibu anggota PPKH Desa Sukahurip menerima edukasi komprehensif. Mereka mempelajari potensi lidah buaya sebagai tanaman multifungsi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga langsung melakukan praktik budidaya dalam pot menggunakan media Cocoffee. Dalam sesi praktik tersebut, peserta diperkenalkan secara langsung pada penggunaan Cocoffee sebagai kombinasi media tanam yang efektif.

Proses ini memungkinkan mereka merasakan manfaat dari inovasi yang dikembangkan oleh tim UNJ secara nyata di lapangan. Para peserta antusias mencoba teknik penanaman baru dengan media tanam yang lebih ringan dan kaya nutrisi. UNJ Perkenalkan Cocoffee untuk Dorong adopsi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat pedesaan.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari aspek teknis budidaya, tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah. Dengan memanfaatkan ampas kopi yang melimpah dari warung-warung kopi lokal, program ini menciptakan siklus ekonomi sirkular yang menguntungkan semua pihak. Tim UNJ berencana melanjutkan kegiatan ini dengan memperluas jangkauan ke desa-desa lain di Kabupaten Ciamis.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Cocoffee

Apa itu Cocoffee? Cocoffee adalah inovasi media tanam yang menggabungkan cocopeat dengan ampas kopi. Produk ini dikembangkan oleh tim UNJ sebagai alternatif media tanam yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi untuk budidaya lidah buaya.

Bagaimana cara kerja program ini di Sukahurip? Program ini melibatkan edukasi dan praktik langsung kepada anggota PPKH Desa Sukahurip. Peserta belajar teknik budidaya lidah buaya menggunakan Cocoffee dan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha mereka.

Apa manfaat ekonomi bagi masyarakat? Masyarakat dapat memanfaatkan limbah ampas kopi yang tersedia secara gratis sebagai media tanam. Selain itu, budidaya lidah buaya membuka peluang usaha baru melalui penjualan tanaman dan produk turunannya.

Apakah program ini akan dilanjutkan? Ya, tim UNJ berencana melanjutkan dan memperluas program ini ke desa-desa lain di Kabupaten Ciamis dengan melibatkan lebih banyak mitra dan sumber daya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program pengabdian masyarakat UNJ, kunjungi situs resmi Universitas Negeri Jakarta. Program ini merupakan bagian dari misi UNJ dalam berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *