Putin dan al-Sharaa Makin Mesra, 5 Alasan Suriah dan Rusia Definisikan Ulang Aliansi

putin-dan-alsharaa-makin-mesra-4-alasan-suriah-dan-rusia-definisikan-ulang-aliansi-iob

Putin dan al Sharaa Makin Mesra: 5 Alasan Suriah dan Rusia Definisikan Ulang Aliansi

Beritasosial.com – DAMASKUS – Hubungan diplomatik dan militer antara Rusia dan Suriah memasuki babak baru yang signifikan. Putin dan al Sharaa Makin Mesra seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman baru antara kedua negara. Kesepakatan ini mencakup pengaturan ulang kehadiran militer Moskow di Suriah menyusul jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Pemerintah pasca-Assad di Damaskus mengumumkan bahwa pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan angkatan laut Tartus akan mengalami transformasi besar dalam struktur operasionalnya.

Rusia merupakan sekutu utama Assad selama perang saudara Suriah yang berlangsung hampir 14 tahun. Konflik ini bermula dari protes Arab Spring pada tahun 2011 dan berakhir ketika Presiden saat ini, Ahmed al-Sharaa, memimpin serangan kilat ke Damaskus dan menggulingkan rezim tersebut. Assad melarikan diri ke Rusia, tempat ia dan keluarganya diberikan suaka politik.

Transformasi Fasilitas Militer Rusia di Suriah

Berdasarkan kesepakatan baru tersebut, Suriah akan mengambil alih kendali atas fasilitas sipil di pangkalan udara Hmeimim dan bagian komersial pelabuhan Tartus. Fasilitas militer tersebut akan diubah menjadi pusat pelatihan dan kualifikasi gabungan Rusia-Suriah, dengan proses transisi yang diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan. Langkah ini mencerminkan pendekatan pragmatis kedua belah pihak dalam menjaga kepentingan strategis masing-masing.

Moskow belum memberikan komentar resmi mengenai kesepakatan ini. Namun, hal ini menandai perubahan signifikan dari peran kedua pangkalan tersebut sebelumnya dalam mendukung al-Assad selama perang saudara yang menewaskan ratusan ribu warga Suriah dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Putin dan al-Sharaa Makin Mesra, 5 Alasan Suriah dan Rusia Definisikan Ulang Aliansi 1.

“Kesepakatan antara Rusia dan pemerintah Suriah menunjukkan bahwa kedua negara saling membutuhkan,” ujar Alexey Muraviev, peneliti senior bidang pertahanan dan studi strategis di Edith Cowan University, Australia Barat, kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa Damaskus kemungkinan besar “tidak tertarik untuk mengakhiri hubungan jangka panjangnya dengan Rusia”.

Pendekatan yang pragmatis ini memungkinkan Damaskus mendapatkan kembali kedaulatan yang lebih besar atas fasilitas-fasilitas strategis penting, sementara Moskow tetap mempertahankan pijakan dan menghindari kemungkinan terusir sepenuhnya dari negara tempat mereka telah menanamkan investasi besar selama beberapa dekade. Moskow merupakan sekutu utama Assad selama perang saudara Suriah, yang membantu mempertahankan kekuasaan pemimpin tersebut dengan memberikan dukungan militer vital.

Intervensi militer Rusia pada tahun 2015 membantu mengubah arah perang sehingga menguntungkan pemerintah yang dipimpin al-Assad. Hmeimim menjadi pusat operasi udara Rusia, sementara Tartus menyediakan pijakan utama bagi angkatan laut Rusia di Mediterania. Namun, Rusia tidak melakukan intervensi saat terjadi pergerakan pasukan besar-besaran menuju Damaskus yang berujung pada tergulingnya al-Assad pada Desember 2024.

Setelah Assad digulingkan, pasukan Rusia yang masih berada di Suriah secara bertahap meninggalkan negara tersebut, kecuali mereka yang ditempatkan di kedua pangkalan itu. Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengaturan baru untuk pangkalan-pangkalan tersebut merupakan bentuk “penataan ulang kehadiran Rusia” di sepanjang pesisir Suriah.

Frequently Asked Questions

Kapan kesepakatan baru antara Suriah dan Rusia ditandatangani? Kesepakatan ini ditandatangani pada hari Minggu setelah 18 bulan negosiasi intensif antara kedua negara mengenai nasib kehadiran militer Moskow di Suriah.

Apa yang terjadi dengan fasilitas sipil di pangkalan Hmeimim dan Tartus? Suriah akan mengambil alih kendali atas fasilitas sipil di pangkalan udara Hmeimim dan bagian komersial pelabuhan Tartus sesuai kesepakatan baru.

Berapa lama proses transisi fasilitas militer akan berlangsung? Proses transisi yang mengubah fasilitas militer menjadi pusat pelatihan dan kualifikasi gabungan Rusia-Suriah diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan.

Mengapa Rusia tidak melakukan intervensi saat Assad digulingkan? Rusia memilih untuk tidak melakukan intervensi saat terjadi pergerakan pasukan besar-besaran menuju Damaskus yang berujung pada tergulingnya al-Assad pada Desember 2024, memungkinkan transisi kekuasaan berjalan lebih lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *