Pentagon Melarang Laporan Penting soal Jet Tempur Siluman F-35 AS Dipublikasikan, Ada Apa?

pentagon-melarang-laporan-penting-soal-jet-tempur-siluman-f35-as-dipublikasikan-ada-apa-qxc

Pentagon Melarang Laporan Penting soal F-35, Ini Alasannya

Beritasosial.com – Pentagon Melarang Laporan Penting soal Jet Tempur Siluman F-35 untuk pertama kalinya dalam sejarah program tersebut. Sebuah dokumen kritis dari Government Accountability Office (GAO) yang membahas produksi pesawat tempur generasi kelima buatan Amerika Serikat kini tidak dapat disebarluaskan ke publik. Larangan ini datang langsung dari Pentagon dan menandai langkah langka dalam transparansi program pertahanan terbesar di dunia. Langkah tersebut diungkap oleh sumber internal GAO kepada stasiun televisi Swiss, RTS, yang menjadi salah satu negara pembeli F-35.

Bill Sweetman, seorang ahli penerbangan terkemuka yang juga mantan eksekutif Northrop Grumman—mitra kunci dalam program F-35—menyatakan bahwa penutupan ini kemungkinan besar merupakan upaya menyembunyikan masalah internal yang serius. Menurutnya, jika laporan itu dirilis, publik akan melihat bahwa jadwal proyek telah mengalami penundaan signifikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas program F-35 yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.

Proses Sensor dan Klasifikasi Dokumen

Konfirmasi resmi mengenai larangan ini disampaikan oleh sumber GAO kepada unit investigasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pentagon mengklasifikasikan dokumen tersebut sebagai “controlled unclassified information” atau CUI, yaitu informasi tidak rahasia yang tunduk pada pengendalian khusus. Klasifikasi ini memungkinkan Pentagon untuk membatasi akses tanpa sepenuhnya mengklasifikasikan dokumen sebagai rahasia.

Selama tinjauan keamanan yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi tahunan program F-35, pejabat departemen memutuskan bahwa kompilasi indikator kinerja teknis, data kesiapan operasional, dan informasi kepemilikan dari subkontraktor memenuhi kriteria yang mendefinisikan ‘informasi tidak rahasia yang dikendalikan (CUI)’. Penggabungan data ini menimbulkan risiko terhadap keamanan operasional.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui F-35 Lightning II Joint Program Office, departemen komunikasi yang menangani program pesawat tempur tersebut. Proses ini menunjukkan betapa sensitifnya informasi yang terkandung dalam laporan GAO tersebut.

Tantangan Modernisasi dan Ketersediaan

Dokumen yang dilarang itu menyoroti berbagai hambatan dalam produksi dan modernisasi F-35 untuk tahun fiskal 2025. Sweetman menjelaskan bahwa program ini sedang menghadapi kesulitan serius. Banyak tanggal penyelesaian proyek produksi telah diubah menjadi lebih lambat dari rencana awal. Beberapa masalah teknis utama meliputi perangkat keras komputer internal yang membutuhkan pembaruan, serta sistem propulsi dan pendingin yang sering menyebabkan pesawat mengalami overheat.

Kombinasi masalah teknis ini dengan kelangkaan suku cadang yang berlangsung lama membuat F-35 kesulitan menjalankan sebagian besar misinya. Pada tahun 2021, ketika Swiss memilih F-35A sebagai pengganti jet tempur lamanya, Amerika Serikat menjanjikan tingkat ketersediaan operasional sebesar 67%. Namun, menurut Kantor Audit Federal (FAO) AS, ambang batas tersebut kini telah turun menjadi 44%.

Selama bertahun-tahun, gagasan serta landasan utama program ini adalah bahwa seiring berjalannya waktu, kinerja akan meningkat, masalah akan teratasi, kerusakan akan lebih jarang terjadi, atau perbaikan akan lebih cepat. Namun, kenyataannya tidak demikian. Laporan terbaru GAO menunjukkan perlunya membeli lebih banyak suku cadang, menerima tingkat ketersediaan yang lebih rendah, dan secara umum, berinvestasi lebih besar dalam dukungan pesawat.

Respons Swiss dan Jadwal Pengiriman

Meskipun ada kekhawatiran dari beberapa pihak, Credric Aufranc, kepala operasional armada F-35 di Angkatan Udara Swiss, menyatakan tidak khawatir. Ia menjelaskan bahwa Swiss telah menyesuaikan jumlah suku cadang untuk operasi rutin. Langkah ini menunjukkan kesiapan Swiss untuk menghadapi tantangan operasional jangka panjang.

Kami tidak khawatir karena kami menyesuaikan jumlah suku cadang untuk operasi rutin, guna memastikan kami dapat melaksanakan operasi yang kami butuhkan. Selain itu, kami telah memesan paket suku cadang tambahan secara khusus agar tetap dapat mengoperasikan pesawat meskipun kami tidak lagi mendapatkan dukungan dari pihak pabrikan.

Proses perakitan pesawat F-35 untuk kebutuhan Swiss telah dimulai sejak musim semi di Amerika Serikat. Berdasarkan jadwal program yang telah diumumkan, unit-unit pertama diperkirakan akan tiba di Swiss pada tahun 2028. Sementara itu, Singapura juga telah membeli F-35 dan kini mulai mempertimbangkan jet tempur generasi ke-6, sementara Indonesia masih mengamati perkembangan ini.

Frequently Asked Questions

Apa itu F-35 Lightning II? F-35 Lightning II adalah pesawat tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan oleh Lockheed Martin dengan kontribusi dari berbagai mitra internasional termasuk Northrop Grumman dan BAE Systems.

Mengapa Pentagon melarang laporan GAO? Pentagon melarang laporan karena menggabungkan berbagai data teknis dan operasional yang diklasifikasikan sebagai CUI (Controlled Unclassified Information) yang dapat menimbulkan risiko keamanan operasional jika disebarluaskan.

Berapa tingkat ketersediaan operasional F-35 saat ini? Tingkat ketersediaan operasional F-35 telah turun dari 67% pada tahun 2021 menjadi 44% menurut laporan Kantor Audit Federal AS.

Kapan F-35 untuk Swiss akan tiba? Unit-unit pertama F-35 untuk Swiss diperkirakan akan tiba pada tahun 2028 berdasarkan jadwal program yang telah diumumkan.

Siapa saja negara yang membeli F-35? Selain Amerika Serikat, negara pembeli F-35 termasuk Swiss, Singapura, dan beberapa negara NATO lainnya. Indonesia juga sedang mempertimbangkan pembelian F-35.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *