Dari Wonosobo, Workshop Pertanian Nasional Dorong KDMP Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat
Workshop Pertanian Nasional Wonosobo: KDMP untuk Ekonomi Rakyat
Beritasosial.com – Dari Wonosobo Workshop Pertanian Nasional menjadi momentum penting bagi penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) bersama organisasi kemasyarakatan Jaga Tunas Bumi (Jatubu) ini berlangsung di Restoran Krishna Garden, Sabtu, 8 Agustus 2026. Sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 GMPP, workshop ini menghadirkan diskusi komprehensif tentang implementasi program prioritas nasional, khususnya peran strategis KDMP dalam memberdayakan masyarakat desa.
Kehadiran workshop ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan perwakilan penting dari berbagai sektor. Andrianto sebagai Dewan Penasehat GMPP, Rizal Darmaputra sebagai akademisi, serta Ketua Umum DPP KNPI Tantan Taufik Lubis turut serta memberikan perspektif berbeda. Sebanyak 50 perwakilan kelompok tani dari seluruh Kabupaten Wonosobo dan delegasi dari Karesidenan Banyumas melengkapi keragaman peserta yang hadir dalam acara ini.
Narasumber Ahli Menggali Potensi KDMP
Tiga narasumber ahli hadir untuk membahas secara mendalam peran KDMP dalam transformasi ekonomi pedesaan. Joao Mota sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi pembicara utama. Ia didampingi oleh Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Anter Venus, dan Guru Besar Ekonomi Politik Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Yudi Chrisnandi.
Joao Mota menjelaskan bahwa KDMP dirancang sebagai instrumen negara yang berfungsi mendampingi desa secara holistik. Koperasi ini bukan sekadar unit usaha dagang seperti minimarket swasta, melainkan wujud nyata kehadiran negara untuk mendampingi masyarakat desa. Melalui KDMP, berbagai sektor ekonomi desa—pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM—digerakkan menjadi kekuatan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.
Strategi ini juga bertujuan mengisi ruang ekonomi pedesaan yang selama ini didominasi oleh pemilik modal besar. Salah satu komitmen utama KDMP adalah memutus jeratan tengkulak yang merugikan petani. Negara menyediakan akses finansial murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dan super mikro dengan bunga 3% per tahun yang disalurkan melalui bank-bank Himbara.
Langkah ini sangat krusial mengingat selama ini dana subsidi sering diselewengkan oleh oknum perantara. Tengkulak dan pengijon memanfaatkan dana tersebut untuk meminjamkan kembali kepada petani dengan bunga mencekik hingga 1% per hari, sehingga petani terjebak dalam siklus utang yang sulit terpecahkan.
Suara Petani dan Harapan Masa Depan
Harapan nyata datang langsung dari petani yang diwakili dalam workshop. Dalam sambutannya, perwakilan petani menyampaikan pesan penting kepada para pemangku kepentingan:
“Kami dari petani Wonosobo sangat berharap Agrinas dan Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai solusi nyata untuk menyerap langsung hasil komoditas hortikultura dan peternakan lokal.”
Workshop ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat peran KDMP sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan implementasi yang konsisten, KDMP diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Frequently Asked Questions
Apa itu KDMP dan kapan didirikan? KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih adalah koperasi yang didirikan sebagai instrumen negara untuk mendampingi desa. Koperasi ini berfungsi sebagai unit usaha yang menggerakkan sektor ekonomi desa mulai dari pertanian hingga UMKM.
Bagaimana KDMP membantu petani mengatasi masalah tengkulak? KDMP menyediakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dan super mikro dengan bunga 3% per tahun melalui bank-bank Himbara. Hal ini memungkinkan petani mendapatkan pembiayaan langsung tanpa melalui tengkulak yang membebankan bunga tinggi.
Di mana Workshop Pertanian Nasional 2026 diselenggarakan? Workshop ini diselenggarakan di Restoran Krishna Garden, Wonosobo, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 GMPP.
Siapa saja yang berpartisipasi dalam workshop tersebut? Peserta workshop meliputi tokoh aktivis nasional, akademisi, Ketua Umum DPP KNPI, serta 50 perwakilan kelompok tani dari Kabupaten Wonosobo dan delegasi dari Karesidenan Banyumas.
