103 Organisasi Bergabung, Ketum Formas: Modal Besar untuk Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas
103 Organisasi Bergabung Ketum Formas: Kolaborasi Indonesia Emas
Beritasosial.com – Jakarta, 7 Agustus 2026 – Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) mencatatkan pencapaian penting dalam sejarah perkembangannya. Sebanyak 103 organisasi resmi bergabung dalam forum yang dipimpin oleh Ketua Umum Handojo Budhisedjati. Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pertumbuhan keanggotaan Formas menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai elemen masyarakat. Pada awal pendiriannya, forum ini hanya memiliki 21 anggota. Kini, dengan penambahan 82 organisasi baru, Formas telah menjadi wadah terbesar bagi organisasi kemasyarakatan di Indonesia.
103 Organisasi Bergabung Ketum Formas menandai era baru kolaborasi nasional. Kami bersyukur karena kepercayaan yang diberikan oleh berbagai ormas dari seluruh Indonesia membuktikan bahwa semangat persatuan masih kuat di hati bangsa ini.
Handojo Budhisedjati menyampaikan bahwa setiap organisasi yang bergabung membawa kekayaan perspektif dan keahlian. Dengan latar belakang profesi, agama, budaya, dan bidang pengabdian yang beragam, mereka membentuk ekosistem kolaborasi yang komprehensif.
Visi dan Misi Formas untuk Indonesia Emas 2045
Formas didirikan dengan tujuan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui 103 Organisasi Bergabung Ketum Formas, forum ini berkomitmen untuk mengawal program-program strategis nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Ketua Umum Formas menekankan bahwa keanggotaan bersifat sukarela dan tidak terikat oleh kepentingan materi. Setiap organisasi hadir dengan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Formas tidak menjanjikan proyek, jabatan, atau keuntungan komersial kepada anggotanya.
Kekuatan Formas terletak pada semangat gotong royong. Kami percaya bahwa ketika 103 organisasi bekerja bersama dengan satu visi, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar daripada kerja individual.
Forum ini juga berfungsi sebagai ruang pertukaran gagasan dan inovasi. Para pemimpin organisasi dapat berbagi pengalaman, mempelajari praktik terbaik, dan mengembangkan solusi bersama untuk tantangan nasional. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat memperkuat sinergi antar sektor.
Tokoh Nasional Hadiri Pengukuhan
Acara pengukuhan keanggotaan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional yang memberikan dukungan penuh. Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo, hadir secara langsung. Kehadiran para menteri juga menunjukkan komitmen pemerintah terhadap forum ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor hadir memberikan sambutan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Formas menjadi mitra strategis dalam berbagai kebijakan nasional.
103 Organisasi Bergabung Ketum Formas bukan sekadar angka. Ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia memiliki modal besar untuk maju melalui kolaborasi dan persatuan yang sejati.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Formas
Apa itu Formas? Formas adalah singkatan dari Forum Masyarakat Indonesia Emas, sebuah wadah kolaborasi bagi organisasi kemasyarakatan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Siapa saja yang bisa bergabung dengan Formas? Semua organisasi kemasyarakatan, komunitas, asosiasi, yayasan, lembaga, dan pelaku usaha dapat bergabung secara sukarela tanpa terikat kepentingan materi.
Berapa jumlah anggota Formas saat ini? Saat ini Formas memiliki 103 organisasi anggota setelah pengukuhan resmi pada 7 Agustus 2026.
Apa tujuan utama Formas? Tujuan utama Formas adalah membangun kolaborasi lintas sektor untuk mengawal program pemerintah dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Apakah ada biaya keanggotaan? Keanggotaan Formas bersifat sukarela dan tidak ada biaya keanggotaan. Setiap organisasi hadir dengan semangat pengabdian.
Dengan 103 Organisasi Bergabung Ketum Formas, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mencapai cita-cita pembangunan nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama yang berkelanjutan dan inklusif di masa depan.
