Key Strategy: Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW

bidik-basis-santri-jawa-timur-partai-perindo-resmi-lantik-cak-jaz-sebagai-ketua-dpw-uib

Key Strategy: Menargetkan Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Lantik Cak Jaz Sebagai Ketua DPW

Key Strategy – Dalam upaya memperkuat keberadaannya di Jawa Timur, Partai Perindo melaksanakan pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) secara resmi pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh agama nasional serta para pengurus partai, yang menegaskan komitmen Partai Perindo untuk meningkatkan koneksi dengan komunitas santri dan masyarakat pedesaan. Ahmad Zazuli, akrab disapa Cak Jaz, ditunjuk sebagai ketua DPW, langkah yang dianggap sebagai bagian dari Key Strategy partai untuk membangun basis politik yang kuat di wilayah tersebut.

Strategi Politik Berbasis Santri di Jawa Timur

Jawa Timur, sebagai daerah dengan jumlah pesantren dan santri terbesar di Indonesia, menjadi fokus utama dalam Key Strategy Partai Perindo. Berdasarkan data Kementerian Agama per 4 Oktober 2025, provinsi ini menyimpan 297.506 santri, angka tertinggi nasional. Selain itu, Jawa Timur juga menempati urutan ke-7.347 pondok pesantren. Fakta ini memperkuat alasan Partai Perindo memilih daerah tersebut sebagai basis utama dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat.

Pelantikan Cak Jaz dianggap sebagai langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan partai. Dengan latar belakang sebagai santri, ia diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara Partai Perindo dengan komunitas pesantren. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran penting dalam dinamika politik nasional. “Kehadiran Perindo di Jawa Timur menjadi momentum untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembuatan kebijakan,” ujarnya.

Kesejahteraan Rakyat sebagai Prioritas Utama

Key Strategy Partai Perindo juga fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat kecil. Tokoh agama seperti Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj dan KH. Marzuqi Mustamar hadir dalam acara pelantikan, menegaskan bahwa partai harus menjadi penggerak perubahan bagi masyarakat. Said Aqil menggarisbawahi bahwa politik yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat kecil tidak memiliki makna. “Key Strategy kami adalah memastikan partai politik tidak hanya mengisi ruang, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

“Saya yakin Key Strategy Partai Perindo yang dipelopori Pak Hary Tanoesoedibjo memiliki semangat kuat untuk mengurangi kemiskinan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Sebab, tidak ada arti sebuah partai politik jika tidak hadir dan peduli terhadap kehidupan rakyat kecil,”

Dalam upaya memperkuat key strategy ini, Partai Perindo menekankan pentingnya kerja nyata yang dirasakan langsung oleh pesantren dan masyarakat. Ferry menambahkan bahwa soliditas kader menjadi kunci untuk menjalankan tugas organisasi secara efektif. “Kami berharap para pengurus DPW bisa menjadi pilar yang mendorong perubahan positif di tingkat bawah,” katanya.

Menghadirkan Santri dalam Dinamika Politik

Cak Jaz, sebagai ketua DPW, menjelaskan bahwa Key Strategy Partai Perindo bertujuan membangun format politik yang lebih dekat dengan generasi muda dan masyarakat pedesaan. “Kami mencoba menciptakan pendekatan baru bagaimana Perindo bisa menjadi solusi untuk kebutuhan rakyat, terutama para santri dan warga pesantren,” ujarnya dalam sambutan. Ia menekankan bahwa dengan kekuatan budaya pesantren yang ada di Jawa Timur, partai dapat meraih dukungan luas dari kalangan masyarakat.

Pelantikan Cak Jaz dianggap sebagai awal dari upaya membangun basis politik yang berakar pada masyarakat lokal. Dengan jumlah pemilih Jawa Timur mencapai 31,4 juta, yang merupakan urutan kedua nasional, Partai Perindo berharap bisa menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan perubahan. “Kami juga ingin memastikan pesantren dan santri tidak terabaikan dalam kebijakan politik,” tambah Cak Jaz.

Key Strategy ini diharapkan menjadi bagian dari visi Partai Perindo dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dalam politik. Dengan memanfaatkan kekuatan budaya pesantren, partai berupaya menyusun strategi yang relevan dengan kebutuhan rakyat. “Kami tidak hanya ingin masuk ke pesantren, tetapi juga berkontribusi terhadap kehidupan mereka,” ujarnya.

Dengan latar belakang sebagai santri, Cak Jaz diharapkan mampu menyampaikan aspirasi masyarakat secara lebih efektif. Key Strategy Partai Perindo juga melibatkan kolaborasi dengan tokoh-tokoh pesantren untuk menciptakan kebijakan yang berpijak pada kebutuhan nyata. “Kami akan memastikan bahwa perjuangan Partai Perindo tidak hanya berada di tingkat nasional, tetapi juga mencerminkan kepentingan rakyat di tingkat lokal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *