Warga Jepang Akui Gempa Kali Ini Terkuat dalam 75 Tahun Terakhir, 13 Orang Tewas

b7e56127-2142-428f-9fbf-42e2d4fff98b-0

Gempa Terkuat 75 Tahun di Jepang: 13 Tewas

Saksi Mata Mengaku Gempa Kali Ini Paling Hebat

Beritasosial.com – Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, telah meninggalkan kesan mendalam bagi para penduduk setempat. Hiroko Ogata, seorang wanita berusia 75 tahun yang dikenal sebagai pemilik restoran nasi omelet legendaris Sendan Shokudo, menjadi salah satu saksi langsung kekuatan gempa yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Saat guncangan hebat terjadi, Ogata sedang berada di dalam bangunan restorannya yang sedang tutup untuk hari tersebut. Ia menceritakan momen-momen awal ketika gempa mulai terasa dengan intensitas yang luar biasa. “Langsung terasa goncangan besar, saya kaget dan merasa takut,” ujarnya saat memberikan wawancara kepada BBC. Pengalaman yang ia alami selama 75 tahun hidupnya di Yatsushiro belum pernah disentuh oleh gempa sekuat ini sebelumnya.

Reaksi Ogata saat itu sangat spontan. Ia segera berlindung di bawah salah satu meja yang tersedia. Namun, meja tersebut ikut bergoyang ke kanan dan kiri bersamanya, menciptakan situasi yang cukup menakutkan. Di area dapur, berbagai mangkuk dan gelas dari rak mulai berjatuhan dan pecah berkeping-keping di lantai, menambah kesan kekacauan yang terjadi.

“Saya langsung berlindung di bawah salah satu meja, tetapi meja itu bergerak ke kanan, kiri, kanan, kiri… bersama saya!”

Restoran Sendan Shokudo yang telah dikelola Ogata selama bertahun-tahun ini menjadi salah satu tempat yang cukup dikenal di komunitas lokal. Bisnis sedang ditutup untuk hari itu ketika seluruh bangunan tiba-tiba berguncang keras. Ogata baru saja memasuki tempat tersebut saat gempa terjadi, sehingga ia berada di dalam bangunan saat guncangan terkuat terjadi.

Hari ini, Ogata terlihat sibuk mengumpulkan puing-puing di restoran. Namun, gempa susulan yang terus-menerus datang membuat hatinya tidak tenang. “Semua berantakan, saya bingung harus berdiri di mana. Tapi kami harus segera buka kembali restoran agar bisa mencari nafkah, jadi saya membersihkan tempat ini hari ini,” jelasnya dengan penuh keteguhan.

“Sedikit saya bekerja, lalu terjadi gempa susulan lagi… jadi prosesnya sangat lambat. Jika terus terjadi gempa susulan sebanyak ini, akan sangat menegangkan.”

Ogata telah menetap di Yatsushiro, di tengah Prefektur Kumamoto, sepanjang hidupnya. Ia mengakui bahwa gempa kali ini merupakan yang terkuat yang pernah dialaminya dalam 75 tahun terakhir. Sementara itu, bencana ini telah menewaskan 13 orang di Jepang, dengan korban jiwa tersebar di berbagai wilayah yang terdampak.

Gempa bumi ini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi Ogata, tetapi juga pada ribuan warga lainnya di wilayah tersebut. Banyak bangunan yang rusak, infrastruktur terganggu, dan masyarakat harus menghadapi ketidakpastian selama beberapa hari ke depan. Namun, semangat gotong royong dan ketangguhan warga Jepang terlihat jelas dalam upaya pemulihan yang sedang berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *