Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut

Dokter Tifa Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi
Beritasosial.com – Jakarta — Dokter Tifa Sudah Siapkan 2 000 Pertanyaan untuk Presiden Joko Widodo jika proses persidangan perkara ijazah palsu berlanjut. Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan panggilan Dokter Tifa, telah menyusun ribuan pertanyaan strategis yang akan ia ajukan langsung kepada sang presiden. Langkah ini diambil setelah hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan oleh pihak Tifa, sehingga membuka peluang bagi kelanjutan proses hukum di tingkat kasasi.
Keteguhan hati Tifa untuk tidak menerima mekanisme restorative justice menjadi salah satu faktor penting dalam strategi hukumnya. Sejak awal ditetapkan sebagai tersangka, Tifa konsisten menolak tawaran penyelesaian damai yang datang dari berbagai pihak. Penolakan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada keyakinan bahwa tidak ada kesalahan yang perlu dimintai maaf dalam kasus ini.
Alasan Penolakan Restorative Justice
“Berkali-kali juga kami sampaikan menolak RJ, sebab apa, tidak ada yang perlu saya mintakan maaf. Karena apa? Bukti-bukti ini, 700 dokumen ini sudah kami pelajari,” jelas Tifa dalam program Interupsi di iNews, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Tifa bahwa dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan menjadi dasar kuat bagi keberadaannya dalam persidangan. Dengan memiliki ratusan dokumen sebagai bukti, Tifa merasa tidak perlu melalui jalur restorative justice yang dianggapnya kurang tepat untuk kasus ini.
Siap Hadapi Jokowi di Ruang Sidang
Tifa juga menyoroti konsekuensi yang akan dihadapi oleh Jokowi apabila perkara ini benar-benar masuk ke ruang persidangan. Sebagai saksi pelapor, Jokowi memiliki kewajiban hukum untuk hadir dalam setiap agenda persidangan yang berlangsung. Hal ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi sang presiden yang memiliki jadwal sangat padat.
“Justru saya selalu bilang, ini kalau sampai sidang kasihan Pak Jokowi, kasihan negara ini. Beliau akan bolak-balik, bolak-balik untuk hadir selalu pada persidangan karena beliau saksi pelapor, beliau wajib untuk hadir,” ujarnya dengan nada simpatik namun tegas.
Dari sisi persiapan, Tifa mengaku telah bekerja keras menyusun lebih dari 2.000 pertanyaan yang akan ia lontarkan kepada Jokowi. Ribuan pertanyaan tersebut dirumuskan berdasarkan analisis mendalam terhadap 709 dokumen yang telah dikumpulkan dan dikaitkan dengan perkara ijazah Jokowi. Setiap pertanyaan dirancang untuk menggali aspek-aspek tertentu dari dokumen-dokumen tersebut.
“Kami tanyai 709 dokumen yang sudah kami data itu menghasilkan 2.000 lebih pertanyaan,” kata dia menjelaskan proses penyusunan pertanyaan yang memakan waktu cukup lama.
Dalam persidangan hari ini, eksepsi yang diajukan Tifa akhirnya dikabulkan oleh hakim. Tifa menyebut keputusan tersebut sebagai kehendak Tuhan yang memberikan waktu tambahan bagi pihaknya untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Hal ini juga berarti bahwa proses persidangan akan berlanjut dengan persiapan yang lebih matang dari kedua belah pihak.
“Kami bersama advokat itu sebenarnya sudah lebih dari siap untuk sidang, tetapi ya Allah menghendaki bahwa pada hari ini ada keputusan yang terbaik yang didatangkan langsung dari Allah dalam bentuk eksepsi kami diterima.”
Dengan persiapan yang komprehensif dan dukungan advokat, Tifa optimis bahwa proses persidangan selanjutnya akan berjalan lancar. Dokter Tifa Sudah Siapkan 2 000 Pertanyaan menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan kebenaran melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.
(zik)
