New Policy: FKS Empower Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai

fks-empower-dorong-umkm-surabaya-naik-kelas-lewat-inovasi-pangan-kedelai-ken

New Policy FKS Empower Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Berbasis Inovasi Pangan Kedelai

New Policy – Sebuah new policy yang diumumkan oleh FKS Group dan Pelindo Multi Terminal kini menjadi program utama dalam memperkuat ekonomi lokal di Surabaya. Berlangsung di tahap kedua, inisiatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM melalui pemanfaatan inovasi pangan kedelai, yang dipercaya mampu meningkatkan kualitas produksi dan daya saing industri kecil lokal. Dengan pendekatan holistik, program ini memberikan pelatihan praktis, sertifikasi, serta akses ke pasar modern yang lebih luas.

Strategi New Policy FKS Empower untuk Meningkatkan Keterampilan UMKM

Program new policy ini didasarkan pada konsep “Empowering Potential, Building Expertise, Creating Impact” yang dirancang untuk membangun kapasitas usaha masyarakat. Tahap kedua melibatkan seluruh wilayah Surabaya, termasuk kawasan Teluk Lamong, dengan target lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, ibu-ibu rumah tangga, dan komunitas lokal. Berbagai topik pelatihan, seperti teknik pembuatan tempe segar dengan standar higienis, pengembangan produk inovatif, desain kemasan, dan pendampingan legalisasi usaha, diintegrasikan dalam rangkaian kegiatan ini.

Pertumbuhan Ekonomi dan Peran UMKM di Surabaya

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus meningkat, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menunjukkan kenaikan sebesar 5,87% pada tahun 2025, dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi pendorong utama. New policy FKS Empower hadir sebagai bagian dari upaya memastikan UMKM turut meraih peluang tersebut. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, usaha kecil menengah diharapkan bisa menghasilkan produk yang lebih kompetitif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Peserta program new policy ini tidak hanya mendapat pelatihan teknis, tetapi juga akses ke sumber daya seperti bantuan finansial, koneksi pemasar, dan pemahaman tentang proses legalisasi usaha. Pelatihan dasar akuntansi dan manajemen kualitas menjadi poin penting, karena membantu para pelaku UMKM dalam membangun fondasi usaha yang lebih solid. Selain itu, kerja sama dengan para ahli dan pengusaha lokal berperan dalam memastikan setiap langkah pelatihan berjalan sesuai kebutuhan pasar.

Program Pelatihan dan Skema Training of Trainers (ToT)

Kolaborasi antara FKS Group dan Pelindo Multi Terminal tidak hanya fokus pada penguatan sumber daya manusia, tetapi juga pada penguatan ekosistem UMKM secara keseluruhan. Dalam new policy ini, peserta tahap pertama diwajibkan menjadi trainer, sehingga bisa membagikan pengetahuan ke masyarakat sekitarnya. Skema Training of Trainers (ToT) dirancang untuk memastikan proses pembelajaran terus berlangsung secara berkelanjutan, serta meningkatkan keterlibatan aktif komunitas dalam pengembangan ekonomi lokal.

Pelatihan berbasis inovasi pangan kedelai ini juga memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan menggali potensi produk lokal seperti tempe, tahu, dan produk olahan lainnya, FKS Group berharap mampu membangun kemitraan yang berkelanjutan. Program ini memastikan para pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi dengan lebih efisien, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di segala lapisan, termasuk pasar modern dan ekspor.

Contoh Keterlibatan Masyarakat dalam New Policy FKS Empower

Kehadiran lebih dari 150 peserta di acara pembukaan program menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap new policy ini. Mereka tidak hanya aktif dalam sesi pelatihan, tetapi juga berpartisipasi dalam diskusi dan evaluasi. Hasil keterlibatan ini memberikan bukti bahwa inisiatif berbasis inovasi pangan kedelai mampu menarik perhatian dan kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi contoh yang dapat direplikasi di kota-kota lain, terutama dalam memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

“New policy ini membuka jalan baru bagi UMKM Surabaya. Kami berharap melalui pelatihan dan sertifikasi, para pelaku usaha bisa berkembang menjadi lebih mandiri dan kompetitif,” kata salah satu peserta program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *