New Policy: Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran

New Policy: Iran Tantang AS Invasi Darat dan Bocorkan Rudal Bawah Tanah
Beritasosial.com – Dalam upaya meningkatkan persiapan militer, Iran telah mengumumkan New Policy terbaru yang menantang Amerika Serikat untuk melakukan invasi darat ke wilayah Teheran. Profesor sekaligus warga negara AS, Seyed Mohammad Marandi, menjadi salah satu pengamat yang mengungkap rencana tersebut. Menurut Marandi, negara yang dipimpin Ayatullah Khamenei telah menyiapkan berbagai senjata canggih, termasuk rudal bawah tanah, selama bertahun-tahun. New Policy ini diperkenalkan dalam konteks konflik AS-Iran yang terus memanas, dengan serangan udara dan perang gerilya menjadi strategi utama.
Persiapan Rudal Bawah Tanah dan Strategi Militernya
New Policy Iran juga menekankan keunggulan persenjataan bawah tanah sebagai elemen kunci dalam pertahanan negara. Marandi menjelaskan bahwa sistem rudal ini dirancang untuk menghambat operasi militer AS, terutama dalam kondisi serangan udara yang intens. “Rudal bawah tanah Iran memiliki kecepatan tinggi dan jangkauan jarak jauh, sehingga bisa mengancam basis militer AS di berbagai titik strategis,” katanya. Persenjataan ini, menurut sumber, tersembunyi di bawah permukaan dengan sistem persembunyian yang canggih, membuatnya sulit dideteksi sebelum digunakan.
“Dengan New Policy, Iran menunjukkan komitmen untuk menghadapi ancaman invasi darat AS. Rudal bawah tanah menjadi alat utama dalam menjaga keamanan dan kestabilan wilayah timur tengah,”
“Strategi ini tidak hanya tentang pertahanan, tetapi juga sebagai bentuk provokasi bagi AS untuk memicu respons militer lebih lanjut,”
Konteks Konflik dan Respons AS
Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung selama delapan hari terakhir, dengan serangan udara AS menyasar daerah-daerah strategis di Iran. Sebagai balasan, Iran mengirimkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Pihak Kuwait melaporkan adanya korban jiwa serta kerusakan berat pada pembangkit listrik dan pabrik desalinasi. Sementara itu, Yordania berhasil menangkap 10 rudal pada hari Sabtu pagi. Marandi mengklaim bahwa New Policy ini adalah bagian dari rencana jangka panjang Iran untuk menjaga keunggulan militer di tengah ketegangan yang semakin tinggi.
Respons AS terhadap New Policy Iran terlihat dalam serangan terhadap jembatan, terowongan, dan gudang senjata bawah tanah di wilayah Iran. Armada jet tempur AS menargetkan infrastruktur kritis untuk memutus akses pasukan Iran ke berbagai daerah. Marandi memperkuat bahwa persenjataan bawah tanah bisa menjadi penghalang efektif bagi serangan udara Washington, sehingga memperbesar risiko perang gerilya di Teheran jika invasi darat dilakukan.
Analisis dari Pakar Internasional
Glenn Diesen, analis politik yang dikutip dalam wawancara, menambahkan bahwa New Policy Iran bertujuan untuk mengungkap kekuatan militer yang tersembunyi. “Fokus utama New Policy ini adalah menghancurkan akses AS ke wilayah-wilayah kritis, seperti Bahrain dan Kuwait,” ujarnya. Sumber tersebut menjelaskan bahwa kedua negara tersebut menjadi target utama karena memiliki infrastruktur militer penting bagi operasi invasi darat AS. Ini menunjukkan strategi Iran untuk memperkuat posisi dan memastikan pengaruh politiknya di Timur Tengah.
Menurut laporan terkini, Iran telah menyiapkan lebih dari 200 rudal bawah tanah di berbagai lokasi, termasuk di wilayah utara dan timur Teheran. Rudal-rudal ini dianggap sebagai elemen penting dalam New Policy yang dirancang untuk melindungi kekuasaan dan keamanan Iran. Pakar militer memprediksi bahwa jika AS benar-benar memulai invasi darat, Iran akan menggunakan rudal ini sebagai senjata utama dalam pertahanan.
Strategi Jangka Panjang Iran
New Policy yang diumumkan oleh Iran juga mencerminkan rencana jangka panjang untuk membangun kekuatan militer yang tidak tergantung pada dukungan luar negeri. Marandi menegaskan bahwa strategi ini bertujuan memastikan Iran tetap unggul dalam situasi konflik, bahkan jika AS meluncurkan operasi invasi darat. “Iran telah menginvestasikan puluhan tahun dalam pengembangan sistem rudal bawah tanah, dan New Policy ini merupakan puncak dari upaya tersebut,” katanya. Dengan mengungkap kekuatan tersebut, Iran juga berharap menambah tekanan pada AS untuk mempercepat penyelesaian perang dagang dan politik yang berlangsung.
Analisis menunjukkan bahwa New Policy Iran bisa menjadi peringatan bagi AS tentang siapnya negara itu untuk bertahan dalam konflik yang berkepanjangan. Rudal bawah tanah yang dipasang di seluruh wilayah negara tersebut memiliki potensi besar untuk mengganggu operasi militer AS, terutama jika serangan udara dilanjutkan. Selain itu, New Policy ini juga mencerminkan kemampuan Iran untuk menyesuaikan strategi secara dinamis dalam menghadapi ancaman luar.
