Special Plan: AS Minta Dipasok 10.000 Rudal karena Stok Terkuras oleh Perang Iran
AS Minta Dipasok 10.000 Rudal karena Stok Terkuras oleh Perang Iran
Pembelian Rudal Kontainer dengan Biaya Terjangkau
Special Plan – Washington – Pentagon, lembaga pertahanan Amerika Serikat, mengungkapkan telah meneken kesepakatan dengan empat perusahaan senjata untuk mengakuisisi 10.000 rudal kontainer berbiaya rendah. Langkah ini dilakukan karena pasokan rudal negara tersebut semakin berkurang akibat penggunaan intensif dalam konflik dengan Iran.
Perjanjian yang menandatangani melibatkan Anduril, CoAspire, Leidos, dan Zone 5. Kesepakatan ini memulai program “Low-Cost Containerized Missles (LCCM)” atau “Rudal Kontainer Berbiaya Rendah” yang dikembangkan oleh Pentagon. Selain itu, ada kesepakatan terpisah dengan Castelion yang akan memungkinkan pengadaan minimal 500 rudal hipersonik Blackbeard per tahun.
“Kami akan menyediakan pasokan massal yang terjangkau untuk para prajurit kami dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Emil Michael, Wakil Menteri Perang untuk Penelitian dan Rekayasa, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu, Kamis (14/5/2026). “Kesepakatan ini mengikat industri Amerika untuk menjamin pengiriman tepat waktu, biaya yang wajar, serta investasi dalam pengembangan teknologi dan fasilitas,” tambahnya.
Penyusunan Program untuk Kecepatan Produksi
Pentagon juga menyatakan akan membeli rudal uji coba dari keempat perusahaan tersebut mulai Juni 2026. Tindakan ini bertujuan menanamkan dasar bagi tahap evaluasi program. Pihak berwenang menekankan pentingnya pengembangan fasilitas produksi yang efisien untuk menangani kebutuhan logistik yang meningkat.
Dalam konteks ini, pemerintahan Presiden Donald Trump sedang berupaya memulihkan persediaan senjata penting yang telah banyak habis selama perang AS-Israel melawan Iran. Gencatan senjata yang terjadi di tengah negosiasi buntu membuat pasokan rudal negara tersebut berkurang secara signifikan.
Proyeksi CSIS Soal Perbaikan Stok Rudal
Selain itu, Lembaga Think Tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis laporan bulan lalu yang memperkirakan waktu pemulihan stok rudal AS bisa mencapai empat tahun. Faktor utamanya adalah durasi produksi yang panjang dan persaingan dengan negara lain. Menurut data, persediaan rudal AS sebelum perang sudah dalam kondisi rendah, sehingga perang melawan Iran mempercepat kehabisan stok.
