Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal

Pertamina Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Jakarta Fair 2026
Beritasosial.com – Jakarta Fair 2026 menjadi platform strategis bagi PT Pertamina (Persero) untuk memperluas jaringan distribusi dan mempromosikan kreativitas pelaku usaha kecil. Ajang tahunan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan Booth Bright Store by Pertamina, yang fokus pada produk inovatif dari mitra binaan. Salah satu item yang menarik perhatian pengunjung adalah tas bentuk tabung dengan motif karakter Bright Gas 5 kilogram, berwarna fuchsia. Item ini viral di media sosial, memicu permintaan tinggi dan aksi jastip yang berdampak pada pemberdayaan ekonomi lokal.
Brand Activation sebagai Ruang Kolaborasi
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa strategi pemasaran perusahaan tidak hanya berhenti pada promosi semata. “Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, layanan produk, dan pemberdayaan UMKM dapat saling melengkapi,” kata Baron dalam keterangan pers, Rabu (8/7/2026). Ia menyoroti bahwa produk inovatif ini membuka peluang ekspansi pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang terlibat dalam rantai pasok.
“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap tas karakter menunjukkan bahwa promosi perusahaan bisa menjadi ruang kolaborasi yang memberikan dampak ekonomi lebih luas,” ujarnya.
Kemitraan dengan UMKM Lokal
Tas karakter Bright Gas diproduksi oleh PT Glory Nine Degrees, perusahaan asal Bandung yang bermitra dengan program Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) Pertamina dan Pertamina Foundation. Selain tas, UMKM binaan juga menyediakan produk pangan lokal sebagai bagian dari paket Bright Store. Langkah ini dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha.
Karena permintaan meningkat tajam, Pertamina memperbesar kuota produksi sekitar 10 persen dari rencana awal. Perusahaan juga memperpanjang jam operasional Booth Bright Store menjadi 18 jam per hari, dengan pembagian tugas dalam dua shift kerja. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem pemberdayaan usaha mikro dan menjangkau konsumen dengan cara yang lebih efektif.
