Xavi Pernah Ingin Bawa Kiper Inggris Ini ke Barcelona: Cuma Punya 6 Caps Timnas
Xavi Pernah Ingin Bawa Kiper Inggris ke Barcelona: Kisah Fraser Forster
Beritasosial.com – Barcelona dikenal sebagai klub yang selalu mencari talenta terbaik dari seluruh dunia. Salah satu momen menarik dalam sejarah klub terjadi ketika Xavi Hernandez, legenda midfiel Barcelona, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membawa seorang penjaga gawang Inggris ke Camp Nou. Nama yang dimaksud adalah Fraser Forster, kiper yang sepanjang kariernya hanya meraih enam caps bersama Timnas Inggris. Keputusan ini muncul pada tahun 2013 saat Barcelona menghadapi masa transisi setelah Victor Valdes bersiap meninggalkan klub.
Mengapa Xavi Memilih Fraser Forster?
Keputusan Xavi tidak datang begitu saja. Saat itu, Forster sedang menunjukkan performa luar biasa bersama Celtic di kompetisi Liga Champions. Kiper jangkung tersebut berhasil memberikan perlawanan sengit terhadap Barcelona dalam beberapa pertandingan. Xavi yang dikenal sebagai pengamat permainan tajam melihat kualitas Forster dari dekat. Ia menilai bahwa Forster memiliki refleks, kewaspadaan, dan kemampuan membaca permainan yang dibutuhkan untuk bertahan di level tertinggi.
Bagi Xavi, Forster bukan sekadar kiper biasa. Ia melihat potensi besar dalam pemain yang saat itu masih berusia 25 tahun. Penilaian ini didasarkan pada pengamatan langsung terhadap cara Forster menghadapi serangan-serangan berbahaya dari Barcelona. Bahkan, ada momen-momen penyelamatan yang membuat Xavi terkesan hingga ia menyebut Forster sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah ia hadapi.
Performa Memukau di Liga Champions
Fraser Forster memang pernah menjadi mimpi buruk bagi Barcelona. Dalam empat pertemuan di kompetisi Liga Champions, kiper asal Inggris ini mencatatkan sejumlah penyelamatan spektakuler. Salah satu penampilan paling bersejarah terjadi pada tahun 2012 ketika Celtic berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1. Pertandingan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Forster mampu bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia.
Performa Forster dalam laga tersebut tidak luput dari perhatian Lionel Messi. Sang legenda Argentina bahkan menggambarkan penampilan Forster sebagai salah satu aksi penjaga gawang terbaik yang pernah ia saksikan. Kekaguman Messi ini semakin memperkuat posisi Forster di mata para pengamat sepak bola Eropa. Tidak heran jika Xavi kemudian memasukkan Forster ke dalam daftar starting XI terbaik pemain Britania Raya versinya.
Karier Setelah Pujian dari Xavi dan Messi
Meskipun mendapat pujian tinggi dari dua legenda Barcelona, karier Forster tidak berkembang sesuai ekspektasi. Ia memutuskan untuk meninggalkan Celtic dan bergabung dengan Southampton dengan nilai transfer sekitar £10 juta. Setelah itu, Forster sempat kembali ke Celtic sebagai pemain pinjaman sebelum akhirnya memperkuat Tottenham Hotspur. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke Bournemouth, tempat ia masih tercatat hingga saat ini.
Di level internasional, Forster hanya mencatat enam penampilan antara tahun 2013 hingga 2016. Angka ini mungkin terasa kecil bagi seorang kiper, namun tidak mengurangi prestise pengakuannya sebagai kiper yang pernah membuat Xavi dan Messi terkesan. Kini, di usia 38 tahun, Forster masih terikat kontrak dengan Bournemouth, meski belum mencatatkan penampilan kompetitif untuk klub tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Fraser Forster
Berapa kali Fraser Forster tampil untuk Timnas Inggris? Forster hanya mencatat enam penampilan internasional selama periode 2013-2016.
Kapan Xavi pertama kali tertarik pada Fraser Forster? Ketertarikan Xavi muncul pada tahun 2013 saat Forster bermain untuk Celtic di Liga Champions.
Apakah Forster pernah bergabung dengan Barcelona? Tidak, meskipun Xavi pernah ingin membawanya ke Barcelona, Forster tidak pernah resmi bergabung dengan klub tersebut.
Di klub mana Forster saat ini bermain? Forster masih terikat dengan Bournemouth hingga saat ini.
Kisah Fraser Forster menjadi bukti bahwa tidak semua pemain yang mendapat pujian dari legenda Barcelona harus menjadi bintang dunia. Kadang, satu momen luar biasa sudah cukup untuk menciptakan kenangan abadi dalam sejarah sepak bola.