Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo di BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

Prabowo Tekankan Kemandirian Indonesia dalam Forum BRICS

Beritasosial.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penegasan mengenai arah Indonesia sebagai negara yang kuat, mandiri, dan mampu menetapkan kepentingannya sendiri. Pesan itu disampaikan saat ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi, India, pada Sabtu, 12 September 2026.

Dalam forum tersebut, Prabowo menempatkan ketangguhan nasional sebagai dasar penting bagi suatu negara untuk menjaga ruang pengambilan keputusan. Indonesia, ia tekankan, tidak ingin arah kebijakannya ditentukan oleh kekuatan luar, baik oleh satu negara maupun beberapa kekuatan besar.

“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dan dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.

Kekuatan Nasional Berawal dari Dalam Negeri

Prabowo menjelaskan bahwa posisi kuat di panggung internasional tidak dapat dibangun hanya melalui diplomasi. Fondasinya harus tumbuh dari kemampuan negara mengelola kebutuhan dasar rakyat dan memastikan kehidupan masyarakat memiliki penopang yang memadai.

Ia menyebut ketahanan sebuah bangsa berkaitan erat dengan kemampuan menyediakan pangan, menjamin kebutuhan energi, membangun pendidikan, serta membuka jalan bagi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan. Unsur-unsur tersebut dipandang sebagai bagian yang saling berkaitan dalam membentuk Indonesia yang tidak mudah bergantung pada pihak lain.

“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.

Penekanan terhadap kebutuhan pangan dan energi menunjukkan bahwa kemandirian tidak hanya dimaknai sebagai sikap politik. Bagi masyarakat, konsep itu berkaitan langsung dengan stabilitas pasokan kebutuhan sehari-hari, akses terhadap pendidikan, serta kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Ketika suatu negara mampu memperkuat sektor-sektor mendasar tersebut, ruang geraknya dalam menentukan pilihan pembangunan dan kerja sama internasional juga menjadi lebih besar. Dalam konteks ini, ketangguhan nasional menjadi tujuan yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan rakyat sekaligus posisi Indonesia di dunia.

Kerja Sama Global South

Selain menyoroti kekuatan domestik, Prabowo menggarisbawahi nilai kerja sama antarnegara Global South. Ia memandang solidaritas negara-negara berkembang dapat menjadi sumber kekuatan bersama untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih luas di tingkat internasional.

BRICS menjadi ruang penting bagi negara-negara anggotanya untuk memperkuat dialog dan kerja sama di berbagai bidang. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa kebersamaan dapat memperbesar suara negara-negara berkembang saat menentukan arah masa depan mereka.

“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.

Kerja sama yang dimaksud tidak berhenti pada pertemuan politik. Prabowo menyoroti bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan daya tahan negara, terutama pangan dan energi. Penguatan kolaborasi pada dua sektor itu dinilai dapat membantu negara berkembang memperluas peluang, meningkatkan ketahanan, dan menghadapi tantangan bersama.

Pangan dan energi memiliki posisi sentral karena keduanya memengaruhi aktivitas ekonomi serta kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketahanan di bidang tersebut juga menjadi salah satu unsur yang dapat membantu suatu negara menjaga stabilitas saat menghadapi perubahan kondisi global.

Mendorong Tatanan Dunia yang Lebih Setara

Di hadapan para peserta KTT BRICS, Prabowo juga menyampaikan pandangan bahwa kekuatan kolektif perlu digunakan untuk membangun hubungan internasional yang lebih adil dan setara. Ia tetap menekankan pentingnya sistem multilateral sebagai wadah bagi negara-negara untuk bekerja sama dan menyuarakan kepentingan masing-masing.

Pernyataan itu sejalan dengan penekanan Prabowo di KTT BRICS 2026 mengenai perlunya Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi lebih representatif dan lebih responsif terhadap masyarakat dunia. Bagi Indonesia, keterwakilan dalam sistem global menjadi penting agar kepentingan negara berkembang memperoleh ruang yang layak dalam pembahasan berbagai persoalan internasional.

Pesan utama yang dibawa Prabowo dari New Delhi adalah bahwa kemandirian harus ditempuh melalui dua jalur yang berjalan bersamaan: memperkuat kemampuan di dalam negeri dan membangun kerja sama yang setara dengan negara lain. Keduanya diposisikan bukan sebagai pilihan yang saling bertentangan, melainkan sebagai cara untuk memperbesar daya tawar Indonesia dan negara-negara berkembang.

“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” kata Prabowo.

Dengan penegasan tersebut, Prabowo menempatkan ketangguhan rakyat, keamanan pangan dan energi, pendidikan, kesejahteraan, serta kerja sama Global South sebagai bagian dari agenda yang saling terhubung. Arah itu menggambarkan keinginan Indonesia untuk tetap aktif dalam percaturan global tanpa melepaskan kemampuan menentukan jalannya sendiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo di BRICS?

Prabowo di BRICS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo di BRICS matter?

Prabowo di BRICS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.