Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks di Medsos, Patroli Keamanan Terus Dilakukan
Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks
Beritasosial.com – Jakarta — Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi oleh informasi palsu yang semakin marak beredar di berbagai platform media sosial. Jenderal Agus Subiyanto, selaku Panglima Tentara Nasional Indonesia, menyampaikan ajakan tersebut kepada seluruh warga negara agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya disinformasi.
Pernyataan resmi dari Panglima TNI ini disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Dalam forum tersebut, hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menangani isu hoaks.
Imbauan untuk Tidak Mudah Terprovokasi
Agus Subiyanto menjelaskan bahwa saat ini banyak informasi yang beredar di masyarakat namun belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi semacam itu berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran di kalangan masyarakat luas. Oleh karena itu, Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi dan tetap menggunakan akal sehat dalam menyikapi setiap berita yang diterima.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat," ujar Panglima TNI.
Ujaran tersebut disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (10/8/2026). Kehadiran para tokoh nasional dalam pertemuan ini menegaskan bahwa penanganan hoaks menjadi prioritas bersama.
Patroli Keamanan dan Persiapan HUT Kemerdekaan
Menurut Panglima TNI, pasukan militer telah dan akan terus melaksanakan patroli di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengamankan masyarakat serta menciptakan rasa aman di setiap daerah. Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi sambil memastikan bahwa aparat keamanan tetap siaga dalam menjaga ketertiban umum.
"TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman di masyarakat," tegas Jenderal Agus Subiyanto.
Agus juga menambahkan bahwa masyarakat akan segera merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengajak semua orang menyambut momen bersejarah tersebut dengan penuh kegembiraan dan semangat persatuan. Panglima TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi oleh isu-isu yang tidak relevan dengan semangat kemerdekaan.
"Apalagi nanti akan kita merayakan HUT Kemerdekaan, mari kita sambut dengan bergembira perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah di seluruh Indonesia," pungkas Panglima TNI.
Sebelumnya, Menko Polkam telah memastikan bahwa situasi tetap kondusif meskipun video lama demonstrasi kembali beredar di media sosial. Sementara itu, Kapolri juga telah mengambil tindakan tegas terhadap para penyebar hoaks terkait demonstrasi. Koordinasi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk menghadapi tantangan keamanan nasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hoaks dan Keamanan
Apa yang harus dilakukan masyarakat jika menemukan hoaks? Masyarakat disarankan untuk tidak langsung membagikan informasi tersebut dan memverifikasi melalui sumber terpercaya seperti situs resmi pemerintah atau media mainstream.
Bagaimana peran TNI dalam menangani hoaks? TNI melaksanakan patroli rutin dan berkoordinasi dengan Polri serta lembaga terkait untuk memastikan keamanan masyarakat dari provokasi hoaks.
Kapan patroli keamanan akan ditingkatkan? Patroli akan ditingkatkan terutama menjelang hari-hari besar nasional seperti HUT Kemerdekaan RI untuk menjaga stabilitas keamanan.
Apakah ada sanksi bagi penyebar hoaks? Ya, Kapolri telah mengambil tindakan tegas terhadap para penyebar hoaks sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagaimana cara masyarakat tidak terprovokasi? Masyarakat perlu kritis dalam menyikapi informasi, tidak mudah percaya tanpa verifikasi, dan mengikuti imbauan resmi dari pemerintah.