Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KPK Duga Kerugian Negara terkait Pengadaan Iklan BJB Rp223 M

Published August 10, 2026 · Updated August 10, 2026 · By Barbara Anderson - beritasosial.com

Foto : Barbara Anderson - beritasosial.com

KPK Duga Kerugian Negara terkait Pengadaan Iklan BJB: Investigasi Mendalam Kasus Rp223 Miliar

Beritasosial.com – Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyatakan bahwa KPK Duga Kerugian Negara terkait pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) dengan nilai mencapai Rp223,6 miliar. Penahanan terhadap empat tersangka dilakukan pada Senin, 10 Agustus 2026, menandai babak baru dalam penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan mekanisme pengadaan jasa agensi periklanan. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggaran yang signifikan dan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengadaan.

Proses Investigasi dan Penahanan Tersangka

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa KPK Duga Kerugian Negara terkait mekanisme pembayaran yang tidak sesuai dengan prosedur. Kerugian keuangan negara ini terjadi akibat selisih antara nominal yang disalurkan Bank BJB kepada enam agensi periklanan dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan oleh agensi-agensi tersebut kepada media sebagai tempat penempatan iklan. Mekanisme ini memungkinkan adanya selisih yang tidak dilaporkan secara transparan.

"Yakni total kerugian keuangan negaranya mencapai Rp223,6 miliar," ujar Taufik Husein dalam konferensi pers terkait penahanan tersebut. Angka ini mencerminkan kerugian yang signifikan bagi keuangan negara dan menjadi dasar kuat bagi KPK untuk melanjutkan proses hukum terhadap para tersangka.

Skema Pengadaan dan Manipulasi Anggaran

Perkara korupsi ini bermula dari penganggaran Bank BJB untuk beban promosi umum serta produk perbankan yang dialokasikan melalui divisi corporate secretary (corsec). Total anggaran yang disetujui mencapai Rp801 miliar dengan masa berlaku periode 2021 hingga semester pertama tahun 2023. Dari keseluruhan anggaran, sebanyak Rp410 miliar telah disetujui penggunaannya untuk penempatan iklan media yang mencakup televisi, cetak, dan platform online.

Pada akhir tahun 2020, Widi Hartono yang menjabat sebagai Corporate Secretary memberikan instruksi kepada Indra Maulana sebagai Group Head Komunikasi Pemasaran serta SON sebagai Group Head Hubungan Masyarakat. Keduanya ditugaskan mencari agensi periklanan yang siap mengakomodasi dan mengelola dana non-budgeter melalui mekanisme pengadaan jasa agensi. Langkah ini menjadi awal dari skema yang kemudian diduga mengandung unsur korupsi.

Untuk memperlancar skema tersebut, Widi Hartono juga memerintahkan Indra Maulana dan SON untuk memecah paket pekerjaan pengadaan jasa agensi menjadi dua kategori. Kategori pertama mencakup nilai di bawah Rp200 juta, sedangkan kategori kedua berkisar antara Rp200 juta hingga Rp1 miliar. Langkah ini diambil dengan tujuan menghindari mekanisme lelang sehingga pengadaan bisa dilaksanakan melalui Penunjukan Langsung (PL).

Dampak dan Implikasi Hukum Kasus

Kasus ini tidak hanya melibatkan kerugian finansial, tetapi juga menyoroti lemahnya pengawasan dalam proses pengadaan di instansi perbankan daerah. KPK Duga Kerugian Negara terkait praktik yang dilakukan oleh para tersangka dalam memanipulasi mekanisme pengadaan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Penahanan empat tersangka menjadi langkah strategis KPK untuk memastikan tidak ada intervensi terhadap saksi dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan selama proses penyelidikan.

Proses hukum selanjutnya akan melibatkan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen pengadaan, kontrak dengan agensi, serta laporan keuangan yang terkait dengan skema ini. KPK juga akan memeriksa apakah ada pihak lain yang terlibat dalam mekanisme pembayaran yang tidak transparan tersebut. Kasus ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah dan BUMN dalam meningkatkan transparansi pengadaan barang dan jasa.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus KPK dan BJB

Apa saja tersangka yang ditahan dalam kasus ini? Empat tersangka ditahan oleh KPK pada 10 Agustus 2026 dalam kasus pengadaan iklan BJB yang diduga merugikan negara sebesar Rp223,6 miliar.

Berapa total anggaran yang terlibat dalam kasus ini? Total anggaran yang dialokasikan Bank BJB mencapai Rp801 miliar, dengan Rp410 miliar di antaranya digunakan untuk penempatan iklan media.

Mengapa mekanisme lelang dihindari dalam kasus ini? Widi Hartono memerintahkan pemecahan paket pekerjaan menjadi dua kategori untuk menghindari mekanisme lelang dan memungkinkan pengadaan melalui Penunjukan Langsung (PL).

Kapan periode anggaran yang menjadi fokus penyelidikan? Masa berlaku anggaran mencakup periode 2021 hingga semester pertama tahun 2023 untuk keperluan belanja promosi dan iklan.

Bagaimana KPK menghitung kerugian negara sebesar Rp223,6 miliar? Kerugian dihitung dari selisih pembayaran antara jumlah yang disalurkan Bank BJB kepada enam agensi dengan nominal yang kemudian dibayarkan oleh agensi-agensi tersebut kepada media.

Related Reading