Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KH Ma’ruf Amin: Figur Ketum PBNU Harus Mampu Lakukan Perbaikan dan Mendamaikan

Published August 8, 2026 · Updated August 8, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

KH Ma'ruf Amin: Kapasitas, Bukan Nama, Kunci Ketum PBNU

Beritasosial.com – KH Ma'ruf Amin kembali menegaskan pandangannya mengenai sosok yang pantas memimpin Nahdlatul Ulama ke depannya. Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta Pusat menjadi tempat Kiai Ma'ruf memberikan pernyataan penting mengenai kriteria pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Saat ditemui pada hari Sabtu, tanggal 8 Agustus 2026, mantan anggota Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut menekankan bahwa kemampuan melakukan perbaikan dan mendamaikan berbagai kekuatan merupakan hal krusial bagi kemajuan NU.

Saya yang penting dia punya kemampuan melakukan perbaikan, mendamaikan kekuatan, melakukan perbaikan, mengembalikan pada, pada jalurnya.

Menurut Kiai Ma'ruf, apabila nilai-nilai tersebut tidak dimiliki oleh calon pemimpin, maka organisasi Islam terbesar di Indonesia ini tidak akan mampu melangkah menuju kemajuan. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tanpa kemampuan tersebut, tidak akan ada perbaikan yang signifikan bagi NU. KH Ma'ruf Amin juga menambahkan bahwa pemimpin harus mampu mengembalikan organisasi pada jalurnya yang benar sesuai dengan visi dan misi awal pendiriannya.

Sementara itu, terkait dengan pemilihan figur, Ma'ruf memilih untuk tidak secara langsung memberikan dukungannya kepada seseorang tertentu. Ia menjelaskan bahwa yang perlu diperhatikan bukanlah nama-nama yang beredar, melainkan kapasitas atau kemampuan seseorang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa KH Ma'ruf Amin lebih mementingkan kualitas kepemimpinan daripada popularitas atau nama besar.

Nama itu kita tidak bisa, kita lihat, kemampuannya.

Muktamar ke-35 NU Akan Digelar di Jombang

Sebagai informasi tambahan, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama telah resmi dijadwalkan akan diselenggarakan pada rentang waktu 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Acara puncak tersebut akan bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang terletak di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena memiliki sejarah panjang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan organisasi Islam di Indonesia.

Organisasi ini juga baru saja menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) yang pertama seratus tahun di Istora Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang muktamar. Perayaan ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota NU untuk merayakan pencapaian organisasi selama satu abad perjalanan.

Kriteria Pemimpin NU di Era Modern

KH Ma'ruf Amin juga menyoroti pentingnya pemimpin NU yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Di era digital dan globalisasi, organisasi Islam terbesar di Indonesia ini membutuhkan figur yang tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu membawa NU ke arah yang lebih progresif. Kemampuan komunikasi dan diplomasi menjadi kunci utama dalam memimpin organisasi dengan jutaan anggota ini.

Pemimpin NU juga harus mampu menjaga persatuan di antara berbagai faksi dan kelompok dalam organisasi. KH Ma'ruf Amin menekankan bahwa kemampuan mendamaikan perbedaan pendapat merupakan aset berharga bagi kepemimpinan NU. Tanpa kemampuan ini, organisasi bisa terpecah belah dan kehilangan kekuatan kolektifnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ketum PBNU

Apa kriteria utama yang dibutuhkan untuk menjadi Ketum PBNU? Kriteria utama meliputi kemampuan melakukan perbaikan, mendamaikan kekuatan, dan mengembalikan organisasi pada jalurnya. Kapasitas lebih penting daripada nama atau popularitas.

Kapan dan di mana Muktamar ke-35 NU akan digelar? Muktamar ke-35 NU dijadwalkan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Apakah KH Ma'ruf Amin sudah memberikan dukungannya untuk calon Ketum? Belum. KH Ma'ruf Amin memilih untuk tidak secara langsung mendukung seseorang tertentu dan lebih fokus pada kapasitas calon pemimpin.

Bagaimana hubungan antara Harlah NU ke-100 dengan Muktamar? Peringatan Harlah NU ke-100 di Istora Senayan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang muktamar sebagai momen refleksi dan persiapan.

Related Reading