Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kapolri Jenderal Suyudi Geser 4 Perwira Peraih Adhi Makayasa, Ada 1 Komjen dan 2 Irjen

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Mark Moore - beritasosial.com

Foto : Mark Moore - beritasosial.com

Empat Lulusan Adhi Makayasa Masuk Daftar Mutasi Polri Oktober 2026

Beritasosial.com – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan penataan jabatan terhadap empat perwira Polri yang pernah meraih penghargaan Adhi Makayasa. Perubahan penugasan itu tercantum dalam mutasi Oktober 2026, yang digelar sehari setelah Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri.

Empat perwira tersebut terdiri atas seorang Komisaris Jenderal Polisi, dua Inspektur Jenderal Polisi, serta seorang Komisaris Besar Polisi. Mereka adalah Komjen Pol Wahyu Widada, Irjen Pol Rudi Darmoko, Irjen Pol Sandi Nugroho, dan Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Adhi Makayasa merupakan penghargaan yang melekat pada para lulusan terbaik Akademi Kepolisian. Dalam rotasi kali ini, para penerimanya ditempatkan pada tugas yang berbeda, mulai dari penugasan di kementerian hingga jabatan kepolisian di tingkat pusat dan daerah.

Bagian dari 88 Perubahan Jabatan

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 mengenai pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Surat itu bertanggal Kamis, 2 Oktober 2026.

Secara keseluruhan, ada 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang mengalami perubahan jabatan. Komposisinya meliputi enam Komjen Pol, 51 Irjen Pol, 19 Brigjen Pol, dan 12 Kombes Pol.

Penataan personel pada level ini mencakup perpindahan jabatan, promosi, serta penugasan di luar struktur tertentu. Dalam organisasi kepolisian, perubahan posisi juga menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan tugas pada satuan kerja yang ditinggalkan maupun unit yang menerima pejabat baru.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi dan pembinaan karier personel.

“Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Isir di Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).

Wahyu Widada Ditugaskan pada Kementerian ATR/BPN

Komjen Pol Wahyu Widada, peraih Adhi Makayasa tahun 1991, sebelumnya menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri atau Irwasum Polri. Dalam susunan baru, ia menjadi Pati Itwasum Polri dengan penugasan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Perubahan ini menempatkan Wahyu dalam penugasan yang terkait kementerian, dengan status perwira tinggi pada unsur pengawasan umum Polri. Penugasan lintas institusi merupakan salah satu bentuk penempatan personel Polri untuk menjalankan tugas di luar struktur jabatan kepolisian sehari-hari.

Rudi Darmoko Pimpin Lemdiklat Polri

Irjen Pol Rudi Darmoko, penerima Adhi Makayasa angkatan 1993, bergeser dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Ia kini dipercaya menjadi Kalemdiklat Polri.

Jabatan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri memiliki peran penting dalam lingkungan pendidikan serta pelatihan personel. Pergeseran Rudi dari kepemimpinan wilayah ke lembaga pendidikan menandai perubahan fokus penugasan dalam perjalanan kariernya.

Sebelum rotasi ini, Rudi memimpin Polda NTT. Dengan penugasan baru tersebut, kepemimpinan di Polda NTT akan diteruskan oleh pejabat yang ditetapkan dalam rangkaian mutasi yang sama.

Sandi Nugroho Masuk Penugasan Luar Struktur

Irjen Pol Sandi Nugroho, peraih Adhi Makayasa tahun 1995, sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Dalam keputusan terbaru, ia menjadi Pati Bareskrim Polri untuk penugasan luar struktur.

Penugasan itu membuat Sandi tidak lagi memimpin kepolisian daerah di Sumatera Selatan. Status sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dengan tugas luar struktur menunjukkan adanya pengalihan peran dari kepemimpinan kewilayahan ke penugasan yang ditentukan organisasi.

Mutasi pejabat kapolda lazim diikuti proses serah terima jabatan agar pelayanan kepolisian serta pelaksanaan tugas di daerah tetap berjalan. Dalam konteks ini, kesinambungan tugas menjadi salah satu alasan yang disampaikan Polri dalam kebijakan rotasi tersebut.

Bismo Teguh Prakoso Pindah ke Polda Metro Jaya

Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, peraih Adhi Makayasa tahun 2001, juga masuk daftar pergeseran jabatan. Sebelumnya ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.

Jabatan baru yang diembannya adalah Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Peralihan ini berarti Bismo berpindah dari bidang reserse kriminal khusus ke direktorat yang menangani urusan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Penempatan tersebut menjadi salah satu dari 12 perubahan jabatan pada tingkat Kombes Pol dalam surat telegram mutasi Oktober 2026. Dengan adanya pergantian ini, posisi pimpinan pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat juga memasuki masa transisi kepemimpinan.

Rangkuman Pergeseran Empat Perwira

Komjen Pol Wahyu Widada, Adhi Makayasa 1991, berpindah dari Irwasum Polri menjadi Pati Itwasum Polri dengan penugasan di Kementerian ATR/BPN. Irjen Pol Rudi Darmoko, Adhi Makayasa 1993, meninggalkan jabatan Kapolda NTT untuk menjadi Kalemdiklat Polri.

Irjen Pol Sandi Nugroho, penerima Adhi Makayasa 1995, bergeser dari Kapolda Sumsel menjadi Pati Bareskrim Polri dalam penugasan luar struktur. Sementara itu, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, peraih Adhi Makayasa 2001, berpindah dari Dirreskrimsus Polda Jabar ke posisi Dirresnarkoba Polda Metro Jaya.

Rotasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan mutasi Oktober 2026 tidak hanya menyentuh satuan wilayah, tetapi juga unsur pendidikan, pengawasan, penyidikan, dan penugasan pada lembaga pemerintah. Bagi publik, perubahan jabatan tersebut menjadi bagian dari pembaruan susunan pejabat Polri setelah pergantian kepemimpinan nasional di institusi tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kapolri Jenderal Suyudi Geser 4 Perwira?

Kapolri Jenderal Suyudi Geser 4 Perwira is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kapolri Jenderal Suyudi Geser 4 Perwira matter?

Kapolri Jenderal Suyudi Geser 4 Perwira matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.