Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kabinet Bayangan Terbuka jika Ada Tokoh Bangsa yang Mau Jadi Dewan Pengawas

Published Agustus 8, 2026 · Updated Agustus 8, 2026 · By Anthony Miller - beritasosial.com

Foto : Anthony Miller - beritasosial.com

Kabinet Bayangan Terbuka jika Ada Tokoh untuk Dewan Pengawas Baru

Beritasosial.com – Organisasi yang resmi didirikan pada pertengahan Juli 2026 ini kini tengah melakukan proses rekrutmen untuk memperluas dewan pengawasnya. Keterbukaan ini mencerminkan komitmen Kabinet Bayangan dalam membangun struktur pengawasan yang kuat dan inklusif. Saat ini, proses seleksi telah melibatkan tiga anggota panel yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya masing-masing.

Zainal Arifin Mochtar hadir sebagai Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, Bivitri Susanti dikenal sebagai pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan serta pengajar di Jentera Law School. Tidak ketinggalan, Erry Riyana Hardjapamekas juga bergabung dengan latar belakang sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2003 hingga 2007 dan pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia.

Ekspansi Panel Seleksi untuk Pengawasan Lebih Baik

Ahmad Jilul QF, yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Bayangan, mengungkapkan rencana pengembangan struktur internal yang lebih komprehensif. Dalam podcast atau siniar berjudul "To The Point Aja" yang tayang di kanal YouTube SindoNews, ia menjelaskan bahwa ada usulan untuk meningkatkan kualitas panel yang ada saat ini.

"Ada pikiran dari teman-teman untuk bahkan meng-upgrade panel ini, para senior ini. Jadi, kami akan mencari tokoh-tokoh bangsa yang bisa menjadi jangkar moral dan kedua bisa memantau kami. Jadi, kami rencanakan akan expand nih, jadi tidak cuma tiga orang ini," ujar Jilul QF.

Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Sabtu, tanggal 8 Agustus 2026. Dengan rencana ekspansi ini, Kabinet Bayangan tidak hanya mengandalkan tiga tokoh awal, tetapi juga membuka pintu lebar-lebar bagi calon anggota baru yang memiliki pengalaman dan integritas.

Kritik dan Pengawasan dari Luar Politik

Menurut Jilul, Kabinet Bayangan juga akan berperan dalam mengkritisi kinerja para menteri yang dinilai kurang tepat. Keterbukaan terhadap calon advisor sangat ditekankan, terutama bagi mereka yang bukan berasal dari dunia politik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengawasan yang dilakukan bersifat objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu.

"Kita cari juga yang bukan orang politik. Jadi, bisa jadi ke depan yang tiga ini akan bertambah kalau ada tokoh bangsa yang ingin menjadi advisor bagi kami, kami akan sangat welcome. Secara tidak langsung akan menjadi 'dewan pengawas'," kata Jilul.

Dengan demikian, Kabinet Bayangan siap menjadi wadah bagi tokoh-tokoh bangsa yang ingin berkontribusi secara aktif dalam pengawasan dan pemberian saran kebijakan. Keterbukaan ini menunjukkan bahwa Kabinet Bayangan Terbuka jika Ada Tokoh yang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kabinet Bayangan

Apa itu Kabinet Bayangan? Kabinet Bayangan adalah organisasi yang didirikan pada Juli 2026 untuk memberikan masukan dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Siapa saja anggota panel awal Kabinet Bayangan? Tiga anggota panel awal adalah Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Bagaimana cara menjadi anggota dewan pengawas? Kabinet Bayangan Terbuka jika Ada Tokoh yang memiliki pengalaman dan integritas untuk bergabung sebagai advisor atau dewan pengawas.

Apakah hanya tokoh politik yang bisa bergabung? Tidak, Kabinet Bayangan justru mencari tokoh-tokoh dari luar dunia politik untuk memastikan pengawasan yang objektif.

Kapan rencana ekspansi panel akan dilaksanakan? Rencana ekspansi telah diumumkan pada 8 Agustus 2026 dan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Related Reading