Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai Aceh

Published August 16, 2026 · Updated August 16, 2026 · By Matthew Smith - beritasosial.com

Foto : Matthew Smith - beritasosial.com

JK: Kericuhan Aceh Bukan Ancaman bagi Perdamaian yang Telah Berlangsung Dua Dekade

Beritasosial.com – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan tanggapan atas kerusuhan yang terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh yang ke-21. Peristiwa tersebut berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026). Menurut JK, gerakan yang dilakukan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap pemerintah pusat.

Kericuhan yang dipicu oleh pengibaran bendera Bulan Bintang ini, menurut JK, berasal dari ketidakpuasan internal di kalangan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tuntutan yang muncul lebih mengarah pada perbaikan-perbaikan di tingkat daerah.

"Ini hanya ada ketidaksenangan kelompok internal. Jadi menujunya bukan ke pusat ini tuntutan, tapi menujunya adanya suatu perbaikan-perbaikan internal di Aceh itu," kata JK di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Konteks Peringatan dan Pemicu Kerusuhan

Awalnya, peringatan Hari Damai Aceh dilakukan dengan doa dan zikir untuk mengenang penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005. Situasi berubah setelah aksi pengibaran bendera GAM memicu bentrokan dengan aparat keamanan.

JK menekankan bahwa masyarakat Aceh secara keseluruhan tidak mendemo pemerintah pusat, melainkan terjadi konflik antarpimpinan eks-GAM di daerah tersebut.

"Nah sehingga menimbulkan justru bukan mendemo pemerintah pusat, tidak. Dia mendemo antarpimpinan eks GAM di sana," kata JK.

Perdamaian Aceh Masih Aman

Dalam pernyataannya, JK menegaskan bahwa perdamaian Aceh yang telah berjalan selama 21 tahun tidak sedang terancam. Selama periode tersebut, empat kali pemilihan gubernur telah berlangsung tanpa masalah berarti.

Pengibaran bendera Bulan Bintang dianggap JK sebagai simbol ketidakpuasan sebagian kelompok, bukan upaya menghidupkan kembali konflik. Seluruh masyarakat, termasuk mantan anggota GAM, telah menikmati kedamaian selama lebih dari dua dekade.

JK juga membantah anggapan yang menghubungkan kericuhan di Aceh dengan isu kerusuhan yang beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Menurutnya, kedua isu tersebut berasal dari daerah yang berbeda.

"Tidak, tidak ada hubungannya itu isu di Jakarta itu, isu di daerah berbeda," kata JK.

Harapan bagi Pemimpin Aceh

JK berharap para pemimpin Aceh dapat segera meredam situasi dan menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber ketidakpuasan. Ia menyebutkan bahwa masalah di Banda Aceh lebih banyak disebabkan oleh perbedaan pendapat internal.

JK mengharapkan para pemimpin daerah mengikuti langkah-langkah Gubernur dan Wali Nanggroe, serta berharap kedua tokoh tersebut segera kembali ke Banda Aceh untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

Dengan demikian, perdamaian yang telah terjaga selama lebih dari dua dekade dapat tetap terpelihara dan tidak terganggu oleh ketidakpuasan internal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan?

JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan matter?

JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.