Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jejak Lama, Harapan Baru: TEP UI Rajut Kemitraan Lestari Kakao Werianggi-Ransiki

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

Kemitraan Kakao Werianggi–Ransiki Dibuka untuk Perkuat Usaha Petani

Beritasosial.com – Pengembangan kakao di Kampung Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mulai diarahkan pada kerja sama yang dapat mempertemukan petani dengan pendampingan budidaya serta peluang pasar. Langkah ini dijajaki melalui hubungan dengan Koperasi Produsen Ebier Suth Cokran di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Penjajakan tersebut difasilitasi Tim Ekspedisi Patriot 16 Universitas Indonesia atau TEP 16 UI. Fokusnya bukan semata mencari pembeli hasil kebun, melainkan membangun jalur pengembangan yang mencakup pengelolaan tanaman, penanganan pascapanen, hingga kesiapan mutu produksi. Kakao dipandang sebagai salah satu potensi ekonomi bagi Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur.

Harapan untuk Kebun yang Berkelanjutan

Bagi petani setempat, pengembangan kakao memiliki arti yang melampaui hasil panen dalam satu musim. Kebun diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan yang terus dijaga dan diwariskan, dengan manfaat yang dirasakan oleh keluarga maupun masyarakat kampung.

“Mimpi saya, kebun kakao ini bisa terus berkelanjutan sampai turun-temurun, untuk anak cucu. Harapan saya, kita dapat bersatu untuk bekerja dan berhasil, supaya hasil pengembangan kakao ini memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Werianggi,” ujar Yudas Rudi Werianggi, Ketua Kelompok Tani Kakao Buoworoi 1, Sabtu (29/8/2026).

Pernyataan itu menggambarkan pentingnya kerja bersama dalam mengembangkan komoditas. Budidaya kakao membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, mulai dari kondisi kebun hingga cara menjaga kualitas biji setelah dipanen. Karena itu, akses pada pengetahuan teknis dan jaringan perdagangan menjadi bagian penting dari rencana penguatan usaha petani.

Dalam konteks ini, kemitraan berpotensi memberi arah yang lebih jelas bagi kelompok tani. Petani dapat memperoleh ruang untuk meningkatkan kesiapan produksi, sementara calon mitra usaha dapat melihat perkembangan pasokan dan kualitas hasil kebun. Namun, peluang tersebut tetap memerlukan proses dan tidak serta-merta menjamin penyerapan hasil panen.

Koordinasi Dukungan Teknis

Sepanjang Agustus hingga September 2026, TEP 16 UI melakukan koordinasi dengan dinas pertanian di tingkat kabupaten dan provinsi, serta Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Ketiga lembaga itu menyambut inisiatif pengembangan kakao Werianggi dan membuka kemungkinan dukungan sesuai peran masing-masing.

Koordinasi lintas lembaga menjadi bagian awal untuk menghubungkan potensi kebun yang ada dengan dukungan yang relevan. Pengembangan komoditas tidak hanya ditentukan oleh luas kebun atau jumlah petani, tetapi juga oleh keberlanjutan pendampingan, kualitas bahan tanam, perlindungan tanaman, dan kemampuan petani memenuhi kebutuhan pasar.

Bagi Werianggi, proses tersebut dapat membantu memperjelas tahapan yang perlu ditempuh sebelum produksi masuk ke rantai perdagangan yang lebih luas. Pendekatan ini juga membuka kesempatan agar kebutuhan petani dan standar yang diharapkan pasar dapat dibicarakan sejak awal.

Koperasi Ransiki Siap Mendampingi

Penjajakan berlanjut pada 22 September 2026 melalui audiensi TEP 16 UI dengan Koperasi Produsen Ebier Suth Cokran di Ransiki. Pengurus koperasi, Obe Botto dan Elisa Wayoi, menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung pengembangan kakao dari Werianggi.

Elisa Wayoi, yang juga menjadi Direktur Lapangan PT Ebier Suth Cokran, menyatakan kesiapan untuk mendampingi petani dari pengelolaan kebun hingga tahap pascapanen. Pendampingan ini penting karena nilai produk kakao tidak hanya dipengaruhi jumlah hasil yang dipetik, tetapi juga cara hasil tersebut ditangani sebelum dipasarkan.

Selain dukungan teknis, Ebier Suth Cokran membuka peluang melalui unit perdagangan atau trading untuk menyerap hasil panen. Kesempatan itu dapat berjalan apabila produksi petani terus berkembang dan memenuhi standar kualitas yang disyaratkan.

Dengan demikian, kerja sama yang sedang dijajaki masih berada pada tahap awal. Penyerapan hasil bukan kepastian otomatis, sebab kesiapan produksi dan pemenuhan standar mutu tetap menjadi syarat utama. Meski begitu, terbukanya komunikasi antara petani Werianggi, lembaga pendamping, dan koperasi di Ransiki menjadi fondasi bagi pengembangan kakao yang lebih terarah.

Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan kebun, kekuatan organisasi petani, serta kesinambungan dukungan yang tersedia. Jika berbagai tahapan tersebut dapat dijalankan bersama, kakao berpeluang menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Werianggi dan kawasan sekitarnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jejak Lama Harapan Baru?

Jejak Lama Harapan Baru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jejak Lama Harapan Baru matter?

Jejak Lama Harapan Baru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.