Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dua Tahun Pemerintahan, Wapres Gibran Rakabuming Raka Diberi Skor di Bawah 5

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Survei Celios dan KabinetBayangan Menilai Kinerja Gibran Masih di Bawah Angka Lima

Beritasosial.com – Penilaian terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun pemerintahan berada di bawah angka lima dalam survei yang melibatkan kalangan ahli dan masyarakat umum. Riset yang dikerjakan Celios bersama KabinetBayangan itu mencatat adanya perbedaan angka di antara dua kelompok responden, meski keduanya sama-sama belum memberikan nilai rata-rata mencapai lima dari skala 10.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira memaparkan hasil tersebut dalam penyampaian riset secara daring pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kelompok ahli memberikan skor 2,2 dari 10 untuk Gibran, sedangkan kelompok masyarakat umum memberi nilai yang lebih tinggi, yakni 4,9 dari 10.

“Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10,” kata Bhima Yudhistira.

Perbedaan Penilaian Ahli dan Masyarakat

Selisih antara skor ahli dan publik menunjukkan adanya sudut pandang yang berbeda dalam mengukur pelaksanaan peran wakil presiden. Nilai dari masyarakat umum mendekati angka lima, sementara penilaian dari kelompok ahli jauh lebih rendah. Namun, kedua hasil itu tetap menggambarkan evaluasi yang belum mencapai kategori lima dalam skala yang digunakan survei.

Riset tersebut tidak hanya mengukur penilaian terhadap Gibran. Kinerja Presiden Prabowo selama dua tahun pemerintahan juga memperoleh angka di bawah lima dari kedua kelompok responden. Dari kalangan ahli, Prabowo mendapat skor 2,8 dari 10. Sementara masyarakat umum memberi nilai 4,6 dari 10.

“Kemudian untuk masyarakat umum ditanya, pertanyaan yang sama, apakah ya, bagaimana Anda menilai kinerja Presiden Prabowo dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, itu nilainya 4,6 dari 10. Tetap ya di bawah angka 5. Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5,” imbuh Bhima.

Angka ini menempatkan evaluasi terhadap Presiden dan Wakil Presiden pada pola yang serupa. Penilaian publik terhadap keduanya lebih tinggi dibandingkan kelompok ahli, tetapi belum melampaui ambang lima. Dalam konteks survei, skor tersebut dapat dibaca sebagai gambaran persepsi responden pada periode pengumpulan data, bukan sebagai ukuran tunggal atas seluruh aktivitas pemerintahan.

Komposisi Responden dan Metode Pengumpulan Data

Survei ini melibatkan 129 responden dari kelompok ahli. Para responden tersebut memiliki latar keahlian, pengalaman profesional, serta wilayah domisili yang beragam. Keterlibatan kelompok ahli dimaksudkan untuk menangkap penilaian dari orang-orang dengan bidang kompetensi yang relevan terhadap isu pemerintahan dan kebijakan publik.

Selain kelompok ahli, terdapat 1.142 responden dari masyarakat umum yang berasal dari berbagai provinsi. Dengan melibatkan responden yang tersebar di sejumlah daerah, survei ini berupaya memperoleh gambaran penilaian publik yang tidak terbatas pada satu wilayah tertentu.

Pengumpulan data berlangsung sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Untuk responden masyarakat umum, metode yang digunakan adalah non-probability sampling melalui Meta Ads. Artinya, partisipasi responden diperoleh melalui mekanisme penjangkauan iklan pada platform Meta, sehingga hasilnya perlu dipahami sesuai karakter metode tersebut.

Sementara itu, kelompok ahli dihimpun dengan metode snowball sampling. Pendekatan ini digunakan untuk menjangkau responden yang memiliki keahlian relevan melalui jaringan atau rujukan dari responden lain. Penggunaan dua metode berbeda mencerminkan perbedaan cara menjaring partisipan dari publik luas dan dari kalangan dengan latar kompetensi tertentu.

Makna Hasil Survei bagi Evaluasi Pemerintahan

Hasil riset ini menambah bahan evaluasi terhadap perjalanan dua tahun pemerintahan. Angka yang diberikan responden memperlihatkan bahwa persepsi terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden masih menghadapi tantangan, terutama dalam penilaian para ahli. Di sisi lain, nilai dari masyarakat umum yang berada lebih dekat ke angka lima menunjukkan adanya perbedaan tingkat penilaian antara kedua kelompok.

Pembacaan terhadap hasil survei perlu memperhatikan waktu pelaksanaan, jumlah responden, dan metode pengambilan sampelnya. Survei merekam pandangan responden dalam rentang 15 September sampai 9 Oktober 2026. Karena itu, data tersebut menjadi potret evaluasi pada periode tertentu, dengan karakteristik responden yang telah dijelaskan dalam penelitian.

Bagi publik, perbedaan skor antara ahli dan masyarakat umum juga dapat menjadi pengingat bahwa evaluasi pemerintahan dapat muncul dari beragam pengalaman dan ukuran. Penilaian terhadap kepala negara maupun wakil presiden tidak hanya berkaitan dengan posisi formal, tetapi juga dengan bagaimana responden melihat pelaksanaan fungsi kepemimpinan dalam dua tahun pemerintahan.

Celios dan KabinetBayangan mencatat bahwa skor bagi Gibran maupun Prabowo masih berada di bawah lima dari skala 10 pada dua kelompok yang disurvei. Temuan tersebut menempatkan persepsi atas kinerja pemerintahan sebagai isu yang tetap penting untuk diperhatikan pada periode berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dua Tahun Pemerintahan Wapres Gibran Rakabuming?

Dua Tahun Pemerintahan Wapres Gibran Rakabuming is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dua Tahun Pemerintahan Wapres Gibran Rakabuming matter?

Dua Tahun Pemerintahan Wapres Gibran Rakabuming matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.