Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Pondasi Indonesia Emas 2045
Danpusterad: Bela Negara Generasi Muda Kunci Indonesia Emas 2045
Beritasosial.com – Jakarta – Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, yang menjabat sebagai Danpusterad, menegaskan bahwa kesadaran bela negara pada generasi muda merupakan fondasi penting bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Dalam pernyataannya, Danpusterad menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini telah melampaui batas-batas konvensional pertahanan militer. Generasi muda dituntut untuk memiliki pemahaman holistik tentang makna bela negara dalam konteks modern.
Forum Kebangsaan yang menjadi wadah penyampaian pesan tersebut merupakan program unggulan yang digagas oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Melalui acara ini, Danpusterad berharap dapat memperkuat semangat persatuan, memperluas wawasan kebangsaan, serta meningkatkan kesadaran bela negara di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
Keberagaman Narasumber dalam Forum Kebangsaan
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini menghadirkan berbagai tokoh terkemuka sebagai narasumber dan tamu kehormatan. Di antara mereka terdapat Dankodiklatad, Pangkogabwilhan I, ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan AA Gym, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta Guru Besar Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Prof. Heni Nurani Hartikayanti.
Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang ini menunjukkan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab aparatur negara, melainkan juga peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Setiap peserta membawa perspektif unik yang saling melengkapi dalam membangun pemahaman kolektif tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa.
Tragedi Yugoslavia: Pelajaran Berharga dari Sejarah
Danpusterad menyampaikan analisis mendalam mengenai pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika global yang kian kompleks. Beliau menyinggung tragedi pecahnya Yugoslavia pada awal dekade 1990-an sebagai contoh nyata bagaimana rapuhnya persatuan dapat menghancurkan sebuah negara. Keruntuhan Yugoslavia dipicu oleh kombinasi krisis politik, guncangan ekonomi, konflik etnis, serta hilangnya figur pemersatu setelah wafatnya Josip Broz Tito.
Perpecahan yang terjadi melahirkan perang panjang dan berdarah, hingga akhirnya negara tersebut terfragmentasi menjadi tujuh entitas baru. "Peristiwa itu jadi pengingat bahwa lemahnya nasionalisme dan rapuhnya persatuan dapat membawa sebuah bangsa menuju kehancuran," ujarnya, Jumat (14/8/2026). Pesan ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, agama, dan suku yang luar biasa.
Pesan Pendiri Bangsa untuk Generasi Sekarang
Danpusterad juga mengutip pesan-pesan penting dari para pendiri bangsa yang masih sangat applicable hingga saat ini. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Pernyataan ini menekankan pentingnya menghormati pengorbanan generasi terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Sementara itu, Wakil Presiden Mohammad Hatta menekankan bahwa demokrasi dan keadilan merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan bangsa. Hatta percaya bahwa tanpa keadilan sosial, persatuan bangsa akan sulit tercapai secara berkelanjutan.
"Kemerdekaan hanya akan bermakna jika rakyat bersatu dan bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama," tuturnya.
Partisipasi Luas dan Peran Kemhan
Forum yang dihadiri oleh 526 peserta ini juga membahas peran berbagai kalangan dalam bela negara. Peserta terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, mahasiswa, hingga pelajar. Keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa bela negara memang merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya aparatur militer.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk memperkuat program bela negara. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan nasional. Dengan demikian, visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui fondasi kesadaran bela negara yang kuat pada generasi muda.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu Danpusterad?
Danpusterad adalah singkatan dari Komandan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Resimen Mahasiswa (Pusterad). Lembaga ini bertanggung jawab dalam membina dan melatih mahasiswa dalam program pendidikan militer dan bela negara.
Mengapa generasi muda penting untuk Indonesia Emas 2045?
Generasi muda merupakan calon pemimpin dan penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan global di masa depan. Kesadaran bela negara yang kuat pada generasi muda akan memastikan keberlanjutan persatuan dan kemajuan Indonesia.
Bagaimana cara generasi muda berpartisipasi dalam bela negara?
Generasi muda dapat berpartisipasi melalui pendidikan karakter, keikutsertaan dalam organisasi kemahasiswaan, program pelatihan militer, serta kontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat dan negara.