Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjut Temuan BPK

Published Oktober 21, 2026 · Updated Oktober 21, 2026 · By Matthew Smith - beritasosial.com

Foto : Matthew Smith - beritasosial.com

BGN Setorkan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara Usai Pemeriksaan Keuangan 2025

Beritasosial.com – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyetorkan Rp160,37 miliar ke kas negara hingga 21 Oktober 2026. Nilai tersebut setara sekitar 81,75 persen dari keseluruhan temuan pemeriksaan senilai Rp196,17 miliar dalam pemeriksaan Laporan Keuangan BGN Tahun 2025.

Pengembalian dana itu menjadi tindak lanjut atas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengenai Sistem Pengendalian Intern serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Dokumen pemeriksaan tersebut bernomor 19.b/T/LHP/DJPKN-VIII-OI/PPN.01/05/2026 dan bertanggal 18 Mei 2026.

Dua persoalan menjadi perhatian dalam pemeriksaan itu. Pertama, keberadaan rekening virtual account atau VA ganda pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kedua, terdapat aspek pertanggungjawaban anggaran yang dinilai belum memenuhi ketentuan.

75 SPPG Memiliki Rekening VA Ganda

Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah menjelaskan, pemeriksaan BPK mencantumkan 79 SPPG yang perlu ditelusuri terkait rekening VA. Setelah penelusuran dilakukan, 75 SPPG dipastikan mempunyai rekening ganda.

Saldo dari rekening-rekening tersebut telah ditarik dan disetorkan ke kas negara. Total dana yang dikembalikan melalui langkah ini mencapai Rp78.394.130.155.

“Dari 79 SPPG yang tercantum dalam temuan BPK, hasil penelusuran menunjukkan bahwa 75 rekening VA merupakan rekening ganda dan saldonya telah ditarik serta disetorkan ke kas negara. Sementara, empat rekening lainnya tidak terindikasi ganda dan masih digunakan untuk operasional,” ujar Lili di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Empat rekening yang tidak menunjukkan indikasi duplikasi tetap dipakai untuk mendukung kegiatan operasional. Pemisahan ini penting agar penanganan temuan tidak mengganggu rekening yang masih diperlukan untuk pelaksanaan tugas SPPG.

Akses Rekening Ganda Dinonaktifkan

Selain menarik saldo, BGN juga mengambil langkah pengendalian atas rekening virtual account yang teridentifikasi ganda. Akses user maker dan approval pada rekening tersebut telah dinonaktifkan.

Penonaktifan akses itu dimaksudkan untuk mencegah rekening yang sudah tidak semestinya digunakan kembali. Dalam tata kelola keuangan, pembatasan otorisasi merupakan bagian penting dari pengendalian intern karena transaksi rekening membutuhkan pihak yang membuat serta pihak yang memberikan persetujuan.

Langkah tersebut juga menegaskan bahwa tindak lanjut tidak berhenti pada pengembalian uang ke kas negara. Penertiban akses diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali muncul melalui penggunaan akun atau rekening yang seharusnya sudah tidak aktif.

Fokus pada Tindak Lanjut Temuan

Jumlah Rp160,37 miliar yang telah kembali ke kas negara menunjukkan sebagian besar nilai temuan telah ditangani. Masih terdapat selisih dari total temuan Rp196,17 miliar yang memerlukan penyelesaian lanjutan sesuai ruang lingkup pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan atas laporan keuangan tidak hanya berkaitan dengan nominal uang, tetapi juga menilai apakah mekanisme pengendalian, pencatatan, serta pertanggungjawaban anggaran telah dijalankan secara tertib. Karena itu, pembenahan rekening VA dan perbaikan kepatuhan administrasi menjadi dua hal yang saling berkaitan.

Bagi masyarakat, pengembalian dana ke kas negara merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. Sementara bagi BGN, tindak lanjut ini menjadi dasar untuk memperkuat pengawasan internal, terutama pada pengelolaan rekening dan proses pertanggungjawaban di unit-unit pelayanan.

Dengan rekening ganda yang telah ditertibkan dan akses transaksinya dinonaktifkan, BGN memiliki langkah pengamanan awal untuk mengurangi risiko pemakaian rekening yang tidak semestinya. Proses penyelesaian seluruh temuan tetap penting agar pengelolaan keuangan lembaga berjalan sesuai ketentuan dan setiap dana negara dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BGN Kembalikan Rp160 37 Miliar ke Kas?

BGN Kembalikan Rp160 37 Miliar ke Kas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BGN Kembalikan Rp160 37 Miliar ke Kas matter?

BGN Kembalikan Rp160 37 Miliar ke Kas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.