APMI Core Session 2, PKS Bekali Generasi Muda dengan Kepemimpinan dan Tata Kelola
APMI Core Session 2 PKS: Bekali Generasi Muda
Beritasosial.com – Partai Keadilan Sejahtera kembali menggelar program strategis untuk mencetak pemimpin masa depan. Melalui Divisi Kepemudaan, PKS menyelenggarakan APMI Core Session 2 PKS Bekali generasi muda dengan materi kepemimpinan dan tata kelola yang komprehensif. Acara Akademi Pemimpin Muda Indonesia ini merupakan sesi inti kedua dari rangkaian program pembinaan yang telah dirancang secara sistematis. Kegiatan berlangsung pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, di Jakarta, dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.
Dengan mengusung tema "Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan", APMI dirancang dalam tiga tahap utama yang saling berkesinambungan. Setiap tahap memiliki tujuan spesifik untuk memberikan bekal kepemimpinan, keterampilan manajerial, serta pemahaman tata kelola kepada generasi muda. Hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan kepemimpinan di masa mendatang. Program ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis melalui diskusi dan studi kasus.
Peran Kritis dalam Estafet Kepemimpinan
Henda Yusamtha, Sekretaris Bidang Kepemudaan DPP PKS, menyatakan bahwa sesi inti kedua ini memiliki peran yang sangat krusial dalam perjalanan program APMI. Ia menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari persiapan generasi muda untuk meneruskan tongkat kepemimpinan ke depan. Menurut Henda, hari ini kita menuntaskan Core Session 2 dalam agenda APMI, dan kita mendesain APMI dalam tiga sesi untuk memastikan generasi muda yang dilatih hari ini siap melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan.
Hari ini kita menuntaskan Core Session 2 dalam agenda APMI. Kita mendesain APMI dalam tiga sesi untuk memastikan generasi muda yang dilatih hari ini siap melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan.
Henda juga menekankan pentingnya fondasi organisasi yang kuat bagi keberlanjutan kepemimpinan. Ia mengingatkan kembali tiga modal dasar yang menjadi kekuatan PKS, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Majelis Syura, Mohamad Sohibul Iman. Modal-modal tersebut meliputi kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja kolektif. Nilai-nilai ini menjadi energi yang mendorong seluruh elemen untuk terus bergerak dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.
Seperti yang disampaikan oleh KMS, ada tiga modal dasar yang kita miliki: kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja kolektif. Mari kita sadari betapa pentingnya menjaga nilai-nilai tersebut.
Menurut Henda, karakter utama pemuda adalah keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan. Pemuda adalah mereka yang tidak berhenti ketika ada halangan dan rintangan. Pemuda adalah mereka yang terus menyalakan harapan. Pemuda adalah pelanjut perjuangan. Pernyataan ini menjadi semangat bagi seluruh peserta untuk terus berkembang dan berkontribusi.
Pemuda adalah mereka yang tidak berhenti ketika ada halangan dan rintangan. Pemuda adalah mereka yang terus menyalakan harapan. Pemuda adalah pelanjut perjuangan.
Materi Komprehensif dari Narasumber Ahli
Peserta Core Session 2 menerima pembekalan dari tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi dan relevan. Wasekjen DPP PKS, Tomy Agus Maymuftianto, menyampaikan materi tentang manajemen program berbasis tujuan dan dampak. Materi ini membekali peserta dengan kemampuan merancang program secara terarah dan terukur. Peserta belajar bagaimana mengevaluasi keberhasilan program berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.
Gubernur NTB periode 2018–2023, Zulkieflimansyah, membawakan materi Matrix Planning RACI. Materi ini memperkenalkan pentingnya pembagian peran, tanggung jawab, serta koordinasi dalam menjalankan program dan organisasi. Peserta diajak memahami bagaimana setiap anggota tim memiliki peran spesifik yang saling mendukung. Pendekatan ini memastikan tidak ada tumpang tindih tugas dan setiap kegiatan berjalan efisien.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, memberikan materi Tactical Governance & Public Service. Pembahasan mencakup tata kelola pemerintahan serta pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Materi ini sangat relevan bagi peserta yang berminat di bidang politik dan pemerintahan. Peserta belajar bagaimana merancang kebijakan yang tepat sasaran dan dapat diimplementasikan dengan baik.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, APMI tidak hanya diarahkan untuk mencetak anak muda yang memiliki gagasan, tetapi juga pemimpin yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi program. APMI menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan inovasi dan membumikan keadilan. Program ini akan terus berlanjut dengan sesi-sesi berikutnya yang tidak kalah pentingnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang APMI Core Session 2
Apa itu APMI Core Session 2? APMI Core Session 2 adalah sesi inti kedua dari Akademi Pemimpin Muda Indonesia yang diselenggarakan oleh PKS. Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan kepemimpinan dan tata kelola organisasi.
Kapan dan di mana APMI Core Session 2 dilaksanakan? Acara ini berlangsung pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, di Jakarta. Peserta berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Siapa saja narasumber yang hadir di sesi ini? Tiga narasumber utama yang hadir adalah Tomy Agus Maymuftianto (Wasekjen DPP PKS), Zulkieflimansyah (Gubernur NTB 2018-2023), dan Suhud Alynudin (Ketua DPRD DKI Jakarta).
Apa saja materi yang dibahas dalam sesi ini? Materi yang dibahas meliputi manajemen program berbasis tujuan, Matrix Planning RACI, dan Tactical Governance & Public Service. Setiap materi dirancang untuk melengkapi keterampilan peserta.
Bagaimana cara mendaftar untuk sesi berikutnya? Informasi pendaftaran dapat diakses melalui website resmi PKS atau melalui divisi kepemudaan PKS di tingkat daerah. Pendaftaran biasanya dibuka beberapa minggu sebelum acara dimulai.