Anggota Komisi III DPR Hinca Usulkan Mekanisme Talent Scouting dalam Proses Seleksi Calon Hakim Agung
Hinca Usulkan Talent Scouting Seleksi Hakim Agung
Beritasosial.com – Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan mengajukan gagasan baru dalam reformasi sistem rekrutmen hakim agung. Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini mendorong penerapan mekanisme talent scouting sebagai pendekatan proaktif dalam menemukan kandidat berkualitas. Berbeda dengan sistem konvensional yang hanya menunggu pendaftar, metode ini akan membangun bank data calon hakim sejak lama berdasarkan rekam jejak dan kompetensi mereka.
Usulan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III bersama Panitia Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc untuk periode 2026. Agenda ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi mekanisme seleksi yang selama ini diterapkan. Hinca menegaskan bahwa pendekatan talent scouting akan menjamin ketersediaan kandidat siap pakai setiap kali kebutuhan hakim agung muncul di masa depan.
Membangun Bank Data Kandidat Sejak Dulu
Hinca mengemukakan perlunya pergeseran dari sistem pasif menjadi pendekatan pemandu bakat yang lebih dinamis. Ia mengusulkan agar Komisi Yudisial menyusun daftar sekitar seratus calon hakim agung dengan melihat mundur sepuluh tahun ke belakang. Langkah ini memungkinkan pemantauan berkelanjutan terhadap track record para kandidat potensial.
Apakah dimungkinkan sistem yang ada ini sedikit keluar dari konsep menunggu orang mendaftar, (diubah) menjadi talent scouting, tim pemandu bakat. Bolehkah KY membuat daftar sekitar 100 calon hakim agung, mundur 10 tahun ke belakang, agar track record-nya dikejar?
Keberadaan bank data akan mempermudah proses seleksi karena kandidat potensial telah terpantau sejak awal. Rekam jejak yang baik maupun catatan terkait dugaan pelanggaran etik dan pengaduan juga dapat menjadi bagian dari pemantauan. Hal ini sejalan dengan fungsi pengawasan KY selama seseorang menjadi hakim.
Klarifikasi Kebutuhan 11 Hakim Agung
Selain mendorong talent scouting, Hinca juga mempertanyakan jumlah 11 hakim agung yang diajukan Mahkamah Agung. Ia berpendapat bahwa kebutuhan harus dilihat secara utuh, termasuk berdasarkan distribusi kamar perkara yang memerlukan tambahan hakim. Dengan asumsi jumlah hakim agung saat ini sebanyak 49 orang, maka penambahan 11 merupakan kebutuhan maksimal.
Hinca juga menyoroti kemungkinan adanya kandidat layak yang belum masuk dalam kuota 11 hakim agung. Ia mempertanyakan apakah para kandidat tersebut dapat tetap masuk dalam daftar cadangan atau layer berikutnya sehingga dapat diprioritaskan ketika terdapat kebutuhan hakim agung di kemudian hari.
Kalau ini ada 11, ini the best of the best, pasti ada layer dua. Apakah Komisi Yudisial atau Pansel menetapkan juga mereka menjadi daftar susunan pemain, cadangan, yang akan datang menjadi punya prerogatif atau diutamakan untuk dipanggil?
Seleksi yang Lebih Berkelanjutan
Hinca menilai mekanisme seleksi calon hakim agung perlu terus diperkuat agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menemukan kandidat terbaik dengan rekam jejak yang telah teruji. Gagasan talent scouting dapat menjadi bahan pertimbangan untuk membangun sistem seleksi yang lebih berkelanjutan.
Daftarnya itu cukup banyak, dan tidak apa-apa digadang-gadang. Istilahnya itu kalau ada daftar calon, naik sampai kemudian calon, dan kemudian selanjutnya. Poin saya adalah, bolehkah talent scouting, bolehkah jemput bola mundur jauh ke belakang, supaya track record yang bagus-bagus ini bisa kita catat sejak awal, sekaligus mengawalnya,
Pendekatan ini memastikan stok calon hakim agung berkualitas tersedia ketika negara membutuhkan. Hinca berharap mekanisme ini dapat diterapkan secara konsisten untuk meningkatkan kualitas seleksi di masa depan.
Frequently Asked Questions
Apa itu mekanisme talent scouting dalam seleksi hakim agung?
Talent scouting adalah pendekatan proaktif dalam menemukan dan memonitor kandidat hakim agung sejak lama, bukan hanya menunggu pendaftaran. Metode ini membangun bank data calon berdasarkan rekam jejak dan kompetensi mereka.
Berapa jumlah calon hakim agung yang diusulkan Hinca?
Hinca mengusulkan agar Komisi Yudisial menyusun daftar sekitar seratus calon hakim agung dengan melihat mundur sepuluh tahun ke belakang untuk memastikan ketersediaan kandidat berkualitas.
Bagaimana hubungan talent scouting dengan pengawasan KY?
Dengan adanya bank data, rekam jejak kandidat dapat dipantau sejak awal, yang nyambung dengan fungsi pengawasan KY selama seseorang menjadi hakim. Hal ini memastikan kandidat yang dipilih memiliki track record yang baik.
Mengapa penambahan 11 hakim agung dianggap maksimal?
Dengan asumsi jumlah hakim agung saat ini sebanyak 49 orang, penambahan 11 merupakan kebutuhan maksimal berdasarkan distribusi kamar perkara yang memerlukan tambahan hakim.