Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

17.942 Hektare Karhutla Belum Padam, BNPB: Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By Jessica Taylor - beritasosial.com

Foto : Jessica Taylor - beritasosial.com

BNPB Fokus Tangani Karhutla yang Masih Aktif di Kalimantan Tengah

Beritasosial.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan masih dipusatkan pada sejumlah wilayah dengan area api yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama karena memiliki jumlah titik panas, luasan terbakar, serta area yang masih menyisakan api paling besar hingga 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.

Pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui sistem informasi geografis mencatat 13.910 titik panas di berbagai daerah. Total lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 25.409 hektare, sementara 17.942 hektare di antaranya masih dalam kondisi belum padam. Angka tersebut bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan hasil pemantauan di lapangan.

“Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Kalimantan Tengah Memiliki Area Belum Padam Terbesar

Di Kalimantan Tengah, tercatat 8.049 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 13.944 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 11.786 hektare belum dipastikan padam seluruhnya. Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman dan pendinginan di provinsi itu tetap menjadi prioritas.

Meski masih menjadi wilayah dengan beban penanganan terbesar, terdapat perkembangan dibandingkan hari sebelumnya. Jumlah titik panas di Kalimantan Tengah berkurang sekitar 52 persen, sedangkan luasan area yang belum padam turun kurang lebih 43 persen. Penurunan tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan operasi karena api di sejumlah lokasi dapat kembali membesar apabila bara tersisa tidak ditangani.

“Meski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, khususnya di lahan gambut,” ujar Berton.

Lahan gambut memerlukan perhatian khusus dalam operasi karhutla. Api tidak selalu terlihat dari permukaan karena dapat terus membara di dalam lapisan tanah. Karena itu, pembasahan berulang dan pemadaman darat tetap dibutuhkan agar titik api tidak muncul kembali setelah kondisi di permukaan tampak terkendali.

Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat Tetap Diawasi Ketat

Selain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat masih masuk dalam wilayah yang membutuhkan penanganan intensif. Sumatera Selatan mencatat 1.335 titik panas. Luas kebakarannya mencapai 3.429 hektare, dengan sekitar 2.472 hektare belum padam.

Di Kalimantan Barat, jumlah titik panas tercatat sebanyak 1.137. Luasan lahan yang terbakar mencapai 2.500 hektare dan sekitar 1.547 hektare masih menjadi sasaran pemadaman. Kedua provinsi tersebut terus dipantau bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menentukan kebutuhan operasi sesuai tingkat risiko di lapangan.

“Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 1.137 titik panas, luas terbakar 2.500 hektare, dan sekitar 1.547 hektare masih belum padam. Kedua provinsi tersebut tetap memerlukan pemantauan dan penanganan intensif,” katanya.

Data titik panas perlu dibaca bersama dengan informasi luas area terbakar dan luasan yang belum padam. Berkurangnya titik panas tidak otomatis berarti seluruh ancaman telah berakhir. Satu titik api dapat menyebar atau membakar area yang luas, terutama apabila kondisi lahan dan cuaca mendukung perambatan api.

Karena alasan itu, evaluasi penanganan tidak hanya bertumpu pada jumlah titik panas. Keberhasilan juga dilihat dari kemampuan menekan luasan kebakaran aktif, memastikan bara tidak tersisa, dan mencegah kemunculan api kembali pada lokasi yang sebelumnya telah ditangani.

Sejumlah Daerah Lain Masih Terdampak

Wilayah lain yang tercatat memiliki aktivitas kebakaran meliputi Kalimantan Selatan, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara. Kalimantan Selatan memiliki 362 titik panas, dengan lahan terbakar seluas 526 hektare dan sekitar 317 hektare belum padam.

Papua Selatan mencatat 487 titik panas. Luas kebakaran di wilayah tersebut mencapai 310 hektare, sementara kurang lebih 117 hektare masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Setiap daerah ditangani dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, tingkat risiko, dan kebutuhan sumber daya yang tersedia.

BNPB bersama pemerintah daerah serta unsur penanganan lainnya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran. Langkah respons mencakup pengerahan personel gabungan untuk pemadaman darat, dukungan helikopter water bombing, pesawat patroli, dan Operasi Modifikasi Cuaca apabila kondisi atmosfer memungkinkan.

Armada udara dapat dipindahkan antardaerah untuk mendukung operasi yang paling mendesak. Penyesuaian itu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan wilayah asal, situasi di lokasi tujuan, dan standar keselamatan penerbangan. Dukungan dari udara melengkapi kerja petugas darat, terutama pada area yang sulit dijangkau atau memiliki sebaran api luas.

“Oleh karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari penurunan titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Kebakaran Berulang

Pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. BNPB mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera menghubungi petugas apabila melihat api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait penting dilakukan, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Informasi tersebut dapat membantu warga memahami kondisi terkini, langkah pencegahan, serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap.

“BNPB bersama seluruh unsur penanganan akan terus memprioritaskan wilayah yang masih memiliki kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, dan mencegah kebakaran berulang,” pungkasnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 17 942 Hektare Karhutla Belum Padam?

17 942 Hektare Karhutla Belum Padam is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 17 942 Hektare Karhutla Belum Padam matter?

17 942 Hektare Karhutla Belum Padam matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.