11 AKBP hingga Brigjen Pol Dimutasi ke Bareskrim pada Juli 2026, Ini Nama dan Posisinya
11 AKBP hingga Brigjen Pol Dimutasi ke Bareskrim Juli 2026
Beritasosial.com – 11 AKBP hingga Brigjen Pol Dimutasi - Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi mengumumkan pemindahan sejumlah perwira tinggi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Langkah strategis ini dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas operasional reskrim dalam menangani berbagai kasus kriminalitas di seluruh Indonesia.
Total sebelas perwira mengalami perpindahan tugas dalam rangka mutasi dan rotasi yang telah disahkan melalui dua telegram resmi. Kedua dokumen tersebut ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia Polri, Irjen Pol Anwar, pada tanggal 30 Juli 2026. Dokumen pertama dengan nomor ST/1584/VII/KEP 2026 mencakup seratus sembilan belas personel, sementara dokumen kedua ST/1585/VII/KEP 2026 memuat dua puluh tujuh personel.
Komposisi perwira yang dimutasi terdiri dari tiga Brigadir Jenderal Polisi, tujuh Komisaris Besar Polisi, serta satu Ajun Komisaris Besar Polisi. Perpindahan ini mencakup berbagai bidang tugas di Bareskrim mulai dari Pidana Umum, Pidana Narkotika, hingga Pidana Khusus.
Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran dan penguatan organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan semakin optimal.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edison Isir, saat diwawancarai pada hari Senin tanggal 11 Agustus 2026. Menurut Isir, langkah ini sejalan dengan tujuan penyegaran organisasi dan optimalisasi tugas-tugas kepolisian. Selain itu, rotasi perwira juga bertujuan untuk mencegah stagnasi karier dan memberikan pengalaman baru bagi para perwira yang berpindah tugas.
Profil Lengkap Perwira yang Dipindahkan
1. Brigjen Pol Suhirman Sebelumnya menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri, kini dipindahkan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri. Pengalaman luasnya di bidang pidana umum diharapkan dapat memperkuat analisis kebijakan di Bareskrim.
2. Brigjen Pol Teguh Yuswardhie Menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Labfor Bareskrim Polri. Peran pentingnya dalam bidang laboratorium forensik akan berkontribusi pada penanganan kasus-kasus berbasis bukti ilmiah.
3. Brigjen Pol Mirzal Alwi Beralih dari posisi Auditor Sispamobvitnas Madya TK I Baharkam menjadi Pati Bareskrim Polri. Latar belakang auditnya akan menjadi aset berharga dalam pengawasan operasional reskrim.
4. Kombes Pol Roedy Yoelianto Dulu Dirresnarkoba Polda DIY, kini menjadi Kabagminpers PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri. Pengalaman di bidang narkoba akan memperkuat koordinasi dengan PPNS.
5. Kombes Pol Wawam Muliawan Tetap sebagai Pamen Bareskrim Polri namun dalam rangka persiapan pensiun. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada perwira muda.
6. Kombes Pol Agus Suryono Menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri. Fokusnya pada penanganan pidana narkotika akan mendukung program pemberantasan narkoba nasional.
7. Kombes Pol Anggon Salazar Tarmizi Diposisikan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri. Keahliannya dalam pidana khusus akan memperkuat penanganan kasus-kasus kompleks.
8. Kombes Pol Marinus Marantika Sitepu Sebelumnya Kabagkerma Roops Polda Jambi, kini menjadi Pamen Bareskrim Polri. Pengalaman manajerialnya akan menjadi nilai tambah bagi organisasi.
9. Kombes Pol Andy Siswantoro Beralih dari posisi Wadir Samapta Polda Lampung. Kemampuan operasionalnya akan mendukung tugas-tugas lapangan Bareskrim.
10. Kombes Pol Tyas Puji Rahadi Dulu Wadirreskrimum Polda Kaltim. Pengalaman dalam reserse kriminalitas umum akan memperkuat tim investigasi Bareskrim.
11. AKBP Hendrick Situmorang Sebelumnya Kasubbaglatsatops Bagbinlatops Robinops Stamaops Polri, kini menjadi Pamen Bareskrim Polri. Latar belakang pelatihan dan pengembangan SDM-nya akan berkontribusi pada pembinaan perwira Bareskrim.
Dampak Mutasi Terhadap Operasional Bareskrim
Pemindahan sebelas perwira ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja Bareskrim dalam menangani berbagai kasus. Dengan adanya perwira baru yang membawa pengalaman dari berbagai daerah dan bidang, Bareskrim akan memiliki kapasitas analisis yang lebih komprehensif. Selain itu, rotasi ini juga membuka peluang bagi perwira untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka di tingkat nasional.
Para perwira yang dimutasi akan segera memulai tugas baru mereka di Bareskrim. Proses transisi dan pengenalan terhadap tugas-tugas baru akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran operasional. Kapolri Listyo Sigit Prabowo optimis bahwa langkah ini akan meningkatkan efektivitas penanganan kasus-kasus penting di Indonesia.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Mutasi Perwira Bareskrim
Kapan mutasi perwira ini berlaku efektif? Mutasi ini berlaku efektif sejak tanggal 30 Juli 2026 sesuai dengan telegram resmi yang ditandatangani oleh Asisten SDM Polri.
Berapa total personel yang dimutasi dalam kedua telegram tersebut? Total ada 146 personel yang dimutasi, terdiri dari 119 personel dalam telegram pertama dan 27 personel dalam telegram kedua.
Apa tujuan utama mutasi perwira ke Bareskrim? Tujuan utamanya adalah penyegaran organisasi, pembinaan karier personel, dan optimalisasi tugas-tugas kepolisian di bidang reskrim.
Apakah perwira yang dimutasi akan tetap berada di Jakarta? Ya, sebagian besar perwira yang dimutasi akan bertugas di Bareskrim Mabes Polri yang berlokasi di Jakarta.
Bagaimana proses transisi tugas bagi perwira yang dimutasi? Proses transisi dilakukan secara bertahap dengan pengenalan tugas baru, koordinasi dengan tim yang ada, dan penyesuaian terhadap tanggung jawab baru di Bareskrim.