Makin Ramai di FYP! Lagu Kolaborasi Shopee 9.9 Super Shopping Day x Naykilla & Tenxi Dipakai Ribuan Video di TikTok
Sound TikTok yang Tak Bisa Dihindari: Fenomena "Kasih Aba-Aba 2.0" dan Dampaknya di Dunia Digital
Beritasosial.com – Pernahkah Anda membuka aplikasi TikTok dan mendapati satu potongan musik yang sama muncul berulang kali di halaman rekomendasi? Itulah yang sedang terjadi belakangan ini. Sebuah jingle ber-tema belanja daring dengan ketukan HipDut yang catchy telah menjelma menjadi soundtrack tak terhindarkan bagi jutaan pengguna media sosial di Indonesia. Lagu tersebut adalah "Kasih Aba-Aba 2.0", hasil kolaborasi antara platform e-commerce Shopee melalui kampanye 9.9 Super Shopping Day dengan dua musisi populer, Naykilla dan Tenxi. Sejak pertama kali diputar dalam iklan kampanye pada akhir Agustus, sound ini tidak berhenti berputar di lini masa pengguna.
Dari Iklan Menjadi Tren Komunitas
Mekanisme viralitas sebuah sound di TikTok bekerja secara organik: satu pengguna mengadopsinya, lalu ribuan lainnya mengikuti dengan interpretasi masing-masing. "Kasih Aba-Aba 2.0" membuktikan pola tersebut secara masif. Ribuan video di TikTok kini menggunakan sound ini sebagai latar, masing-masing dengan pendekatan yang berbeda-beda. Ada yang meniru gerakan koreografi sambil menyanyikan liriknya, ada pula yang merekam momen kebersamaan bersama sahabat, dan tidak sedikit yang sekadar menjadikannya backsound untuk aktivitas sehari-hari seperti memasak, berkebun, atau sekadar bersantai di rumah.
Kekuatan utama sound ini terletak pada kombinasi dua elemen: lirik yang terasa dekat dengan pengalaman belanja harian masyarakat, serta ritme nada yang energik dan mudah diingat. Keduanya menciptakan efek "earworm" — istilah untuk lagu yang menempel di kepala dan sulit dihilangkan. Sekali didengar, potongan melodi HipDut-nya cenderung terus terngiang sepanjang hari tanpa disadari oleh pendengarnya.
Angka-angka di Balik Popularitas
Skala penyebaran "Kasih Aba-Aba 2.0" dapat diukur dari metrik keterlihatan lintas platform. Video iklan kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day yang menampilkan Naykilla dan Tenxi membawakan lagu ini di TikTok telah mengumpulkan lebih dari 18 juta views. Di Instagram, total tayangan mencapai angka 13 juta. Sementara itu, platform YouTube mencatat lebih dari 10 juta kali penayangan untuk konten yang sama. Totalitas angka tersebut menunjukkan bahwa sound ini berhasil menembus batas satu platform dan menjadi fenomena lintas kanal digital.
Akar Musikal: Dari "Kasih Aba-Aba" ke Versi 2.0
Popularitas versi 2.0 tidak muncul dari ruang hampa. Lagu ini merupakan adaptasi dari "Kasih Aba-Aba", karya kolaboratif Naykilla, Tenxi, dan Jemsii yang dirilis pada April 2025. Versi original tersebut sudah lebih dulu menjadi salah satu sound paling banyak diputar di berbagai aplikasi streaming musik dan mendominasi tren TikTok pada masanya. Dengan demikian, Shopee 9.9 Super Shopping Day memanfaatkan momentum yang sudah terbangun untuk memperluas jangkauan melodi ke audiens yang lebih luas melalui konteks kampanye belanja.
"Kasih Aba-Aba" versi original telah menjadi salah satu musik paling banyak didengar di berbagai aplikasi streaming musik sebelum adaptasi 2.0-nya diluncurkan.
Strategi adaptasi semacam ini bukan hal baru dalam industri hiburan digital. Namun, pemilihan waktu peluncuran — bertepatan dengan periode promo besar 9.9 Super Shopping Day — memberikan lapisan urgensi dan relevansi kontekstual yang memperkuat daya tarik sound bagi pengguna yang sedang mencari inspirasi konten selama periode belanja.
Implikasi bagi Pemasaran Merek di Era Konten Pengguna
Fenomena "Kasih Aba-Aba 2.0" menggarisbawahi pergeseran fundamental dalam cara merek berinteraksi dengan audiens digital. Alih-alih sekadar memutar iklan satu arah, kampanye ini berhasil mengubah konsumen menjadi kreator konten. Setiap video TikTok yang menggunakan sound tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk partisipasi sukarela dalam ekosistem pemasaran merek. Ribuan interpretasi berbeda yang muncul di FYP (For Your Page) menunjukkan bahwa audiens tidak hanya menerima pesan, tetapi mengolahnya menjadi ekspresi personal.
Bagi industri kreatif Indonesia, kasus ini juga menyoroti bagaimana kolaborasi antara musisi pop dan platform komersial dapat menghasilkan produk audio yang berfungsi ganda: sebagai identitas kampanye sekaligus sebagai bahan baku kreasi komunitas. Ketukan HipDut yang dipilih untuk "Kasih Aba-Aba 2.0" secara spesifik dirancang agar mudah diadaptasi ke format video pendek vertikal — durasi yang singkat, hook yang cepat, dan dinamika yang mendukung gerakan tubuh. Karakteristik teknis inilah yang membuat sound tersebut "ramah" terhadap format konten TikTok dan Reels.
Konteks Lebih Luas: Belanja Daring dan Budaya Pop
Di Indonesia, periode promo bergilir seperti 9.9, 10.10, hingga 11.11 telah menjadi bagian dari kalender budaya digital. Jutaan pengguna menantikan momen diskon tahunan ini, dan platform e-commerce berlomba-lomba menciptakan identitas audio-visual yang melekat pada setiap periode. Ketika sebuah jingle berhasil menembus kesadaran kolektif dan memicu partisipasi aktif pengguna, ia melampaui fungsi komersialnya dan menjadi artefak budaya pop yang berdiri sendiri. "Kasih Aba-Aba 2.0" kini menempati posisi tersebut: bukan lagi sekadar iklan, melainkan sound yang memiliki kehidupan independen di ruang digital, terus bermutasi melalui ribuan interpretasi yang tak terduga.
Seiring berjalannya waktu, dampak jangka panjang dari fenomena semacam ini akan terus membentuk cara musisi Indonesia menulis lagu — dengan mempertimbangkan potensi viralitas di platform video pendek sejak tahap produksi. Kolaborasi antara industri musik dan sektor ritel digital, seperti yang ditunjukkan oleh proyek Naykilla dan Tenxi bersama Shopee, kemungkinan akan semakin sering terjadi di masa mendatang, mengubah lanskap musik populer Indonesia secara bertahap namun signifikan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Makin Ramai di FYP Lagu Kolaborasi?Makin Ramai di FYP Lagu Kolaborasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Makin Ramai di FYP Lagu Kolaborasi matter?Makin Ramai di FYP Lagu Kolaborasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.