Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ferry Juan Laporkan Akun yang Fitnah Yusuf Kartiko Pakai Narkoba

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Ferry Juan Tempuh Jalur Hukum atas Tuduhan Narkoba terhadap Yusuf Kartiko

Beritasosial.com – Pengacara Ferry Juan membawa dugaan pencemaran nama baik yang menyasar putranya, aktor Yusuf Kartiko atau Ucup, ke jalur hukum. Langkah itu ditempuh setelah muncul unggahan media sosial yang menuduh Yusuf memakai narkoba, sebuah klaim yang dinilai Ferry tidak memiliki dasar.

Perkara tersebut telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ferry memilih melapor ke tingkat pusat karena ia mengetahui pemilik akun yang dipersoalkan berada di Surabaya, Jawa Timur. Ia berharap proses penanganan perkara dapat berjalan lebih efektif melalui jalur tersebut.

“Udah dilaporkan, ya tentu di Bareskrim karena saya tahu dia ada di Surabaya, ya. Kalau kita laporkan di Polda kan agak sulit,” ujar Ferry Juan di Polda Metro Jaya belum lama ini.

Tuduhan penggunaan narkotika menjadi sorotan serius bagi Ferry. Bagi keluarga, isu seperti itu bukan sekadar komentar negatif di internet, melainkan tudingan yang dapat berdampak pada nama baik, aktivitas profesional, serta kehidupan pribadi seseorang. Karena itu, ia menegaskan tidak akan membiarkan tuduhan tersebut berlalu tanpa tindak lanjut.

Peringatan bagi Pemilik Akun

Ferry juga menyampaikan peringatan kepada pemilik akun yang telah dilaporkan. Ia meminta pihak tersebut tidak beranggapan bahwa menutup akun atau menghapus jejak unggahan akan menghentikan proses hukum. Jejak digital, dalam perkara yang berkaitan dengan aktivitas daring, dapat menjadi bagian penting dari pemeriksaan aparat.

“Saya tahu kamu di Surabaya. Kamu boleh tutup akunmu, kamu boleh ngumpet, polisi bisa mencarimu sampai ke lubang semut pun. Ingat itu. Jadi kepada yang lain juga hati-hati, jaga mulutnya,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus ditujukan kepada pengguna media sosial lain agar lebih berhati-hati saat menyebarkan komentar maupun tuduhan tentang orang lain. Ruang digital memang memungkinkan publik menyampaikan pendapat dengan cepat, tetapi kebebasan tersebut tetap perlu disertai tanggung jawab atas isi unggahan.

Ferry menekankan bahwa tudingan mengenai penyalahgunaan narkotika tidak layak disampaikan secara sembarangan. Sebuah tuduhan semacam itu, kata dia, memerlukan unsur pendukung yang jelas, termasuk bukti, saksi, barang bukti, serta dokumen atau penilaian yang berkaitan dari Badan Narkotika Nasional.

“Hati-hati, jangan sembarang mengatakan orang pakai narkoba. Menuduh orang seseorang pakai narkoba itu harus ada bukti, saksi, barang buktinya, dan surat keterangan atau assessment dari BNN, ya,” imbuhnya.

Baru Satu Akun yang Diproses

Sampai saat ini, Ferry menyebut pihaknya baru membuat laporan terhadap satu akun. Akun tersebut diduga mengunggah pernyataan yang menuding Yusuf Kartiko menggunakan narkoba. Ferry menyebut nama akun “Sojago” ketika menjelaskan pihak yang dipersoalkan.

“Sementara baru satu, yang mengatakan... ‘Sojago’ itu ya, mengatakan Yusuf pakai narkoba. Hebat kamu. Nanti kamu akan hadapi tuntutan hukum, ya. Sebentar lagi terima undangan klarifikasi,” pungkas Ferry.

Proses hukum atas laporan itu masih berjalan. Tahapan selanjutnya akan bergantung pada pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan penyidik, termasuk klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait serta penelusuran materi unggahan yang dipermasalahkan.

Kasus ini muncul di tengah perhatian publik terhadap Yusuf yang sebelumnya ikut terseret dalam pembicaraan seputar persoalan hukum yang berkaitan dengan sahabatnya, Betrand Peto. Situasi tersebut membuat Ucup menghadapi berbagai respons dari warganet di media sosial.

Ucup Mengaku Mengalami Perundungan dan Doxing

Yusuf sebelumnya mengungkap bahwa ia menerima serangan daring, mulai dari komentar bernada perundungan hingga doxing yang menyasar keluarganya. Doxing merujuk pada penyebaran informasi pribadi seseorang tanpa persetujuan, yang dapat membuat dampak sebuah konflik digital meluas ke orang-orang terdekat.

Ia mengaku terganggu ketika komentar negatif tidak hanya diarahkan kepada dirinya, tetapi juga menyeret keluarga dan lingkaran terdekat. Meski menghadapi tekanan tersebut, Yusuf memilih tetap tenang saat menyikapi beragam unggahan maupun komentar yang beredar.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa percakapan di media sosial dapat memiliki konsekuensi nyata. Tuduhan terhadap seseorang, terutama terkait dugaan tindak pidana atau penyalahgunaan zat terlarang, semestinya tidak dibangun dari asumsi, potongan informasi, atau spekulasi. Verifikasi dan kehati-hatian menjadi penting agar kritik atau pendapat tidak berubah menjadi serangan yang merugikan pihak lain.

Bagi publik, kasus ini juga menjadi pengingat untuk membedakan antara informasi yang telah memiliki dasar kuat dan narasi yang hanya beredar sebagai klaim di internet. Mengunggah, meneruskan, atau memperkuat tuduhan tanpa bukti dapat memperbesar dampak terhadap reputasi seseorang, bahkan ketika unggahan awal kemudian dihapus.

Ferry Juan kini memilih menempuh mekanisme hukum sebagai respons atas tudingan yang dialamatkan kepada putranya. Sementara itu, Yusuf Kartiko tetap berada dalam sorotan setelah isu yang melibatkan sahabatnya berkembang menjadi perbincangan luas dan memicu serangan warganet terhadap dirinya maupun keluarganya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ferry Juan Laporkan Akun yang Fitnah?

Ferry Juan Laporkan Akun yang Fitnah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ferry Juan Laporkan Akun yang Fitnah matter?

Ferry Juan Laporkan Akun yang Fitnah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.