Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jangan Asal Cari Berkah! Kenali Tabaruk yang Dibolehkan dalam Islam

Published Oktober 18, 2026 · Updated Oktober 18, 2026 · By Jessica Taylor - beritasosial.com

Foto : Jessica Taylor - beritasosial.com

Memahami Tabaruk agar Pencarian Berkah Tetap Sesuai Syariat

Beritasosial.com – Keinginan memperoleh keberkahan merupakan hal yang dekat dengan kehidupan seorang Muslim. Namun, harapan tersebut perlu dibimbing oleh ilmu agar tidak berubah menjadi praktik yang tidak memiliki tuntunan agama. Dalam Islam, keberkahan bukan sesuatu yang dapat dilekatkan pada setiap benda, tempat, atau tokoh hanya karena dianggap istimewa oleh banyak orang.

Istilah tabaruk merujuk pada upaya mengambil berkah dari sesuatu yang memang Allah Ta'ala tetapkan memiliki keberkahan. Secara bahasa, berkah mengandung makna tumbuh dan bertambah. Dalam pengertian syariat, berkah adalah kebaikan yang Allah letakkan pada sesuatu, sehingga manfaatnya dapat bertambah dan membawa kebaikan bagi hamba-Nya.

Karena sumber berkah pada hakikatnya adalah Allah Ta'ala, seorang Muslim perlu berhati-hati dalam menentukan sarana untuk mengharapnya. Tidak setiap kebiasaan yang diwariskan, benda yang disukai, atau tempat yang ramai didatangi dapat dijadikan perantara untuk mencari berkah. Penetapan tentang perkara ini membutuhkan dalil yang sahih dan pemahaman yang benar.

Tabaruk Memerlukan Landasan Agama

Pengasuh Ma'had Subuluna Bontang, Kalimantan Timur, Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq, menjelaskan bahwa tabaruk adalah aktivitas mengambil kebaikan dari sesuatu yang telah Allah Ta'ala beri keberkahan. Penjelasan ini menegaskan bahwa manusia tidak menciptakan keberkahan sendiri dan tidak berhak menetapkannya tanpa dasar syariat.

Dalam pembahasan para ulama, terdapat bentuk-bentuk tabaruk yang dibolehkan karena memiliki sandaran dalam nash dan riwayat. Sebaliknya, ada pula bentuk yang dilarang karena tidak ditemukan petunjuknya dalam ajaran Islam. Perbedaan ini penting dipahami agar rasa cinta kepada agama tidak mengantarkan seseorang pada keyakinan atau amalan yang keliru.

Sikap hati-hati bukan berarti menolak keberkahan yang telah diajarkan dalam agama. Justru, kehati-hatian membantu Muslim membedakan antara ibadah yang memiliki tuntunan dan kebiasaan yang hanya dibangun atas dugaan. Dalam urusan agama, niat baik perlu berjalan bersama cara yang benar.

Keberkahan pada Diri Rasulullah ﷺ

Salah satu bentuk tabaruk yang dikenal dalam riwayat adalah mengambil berkah dari diri Rasulullah Muhammad ﷺ ketika beliau masih hidup. Para sahabat memiliki kecintaan, penghormatan, serta ketaatan yang sangat besar kepada Nabi ﷺ. Kecintaan tersebut tercermin dalam cara mereka menyambut perintah beliau dan memperlakukan segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan beliau.

Urwah meriwayatkan gambaran sikap para sahabat tersebut dalam hadis yang dicantumkan Imam Al-Bukhari:

وَاللَّهِ إِنْ تَنَخَّمَ نُخَامَةً إِلَّا وَقَعَتْ فِي كَفِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ فَدَلَكَ بِهَا وَجْهَهُ وَجِلْدَهُ وَإِذَا أَمَرَهُمْ ابْتَدَرُوا أَمْرَهُ وَإِذَا تَوَضَّأَ كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ

“Demi Allah, tidaklah Rasulullah ﷺ mengeluarkan dahak kecuali dahak itu jatuh pada telapak tangan salah seorang di antara mereka, kemudian ia mengusapkannya ke wajah dan kulitnya. Apabila beliau memerintahkan sesuatu, mereka segera melaksanakan perintahnya. Apabila beliau berwudu, mereka hampir berkelahi untuk mendapatkan air bekas wudu beliau.” (HR Al-Bukhari)

Riwayat itu memperlihatkan bahwa para sahabat bertabaruk dengan diri Rasulullah ﷺ semasa beliau hidup. Pada saat yang sama, hadis tersebut juga menggambarkan kedudukan Nabi ﷺ yang sangat mulia di tengah para sahabat serta kesungguhan mereka dalam menaati arahan beliau.

Benda Peninggalan Nabi dan Air Zamzam

Pembahasan tabaruk juga mencakup benda-benda peninggalan Rasulullah ﷺ. Hal ini termasuk dalam kajian yang memiliki dasar dari riwayat-riwayat yang dibahas oleh para ulama. Keistimewaan tersebut berkaitan dengan Rasulullah ﷺ secara khusus, sehingga tidak tepat apabila setiap barang yang diklaim pernah menyentuh orang saleh atau tokoh tertentu langsung diperlakukan dengan cara yang sama.

Selain itu, air Zamzam dikenal sebagai air yang memiliki keberkahan. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam ibadah haji dan umrah, sekaligus mengingatkan kaum Muslimin pada sejarah keluarga Nabi Ibrahim عليه السلام. Saat meminumnya, seorang Muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah Ta'ala dengan keyakinan bahwa segala manfaat dan kesembuhan tetap berada dalam kekuasaan-Nya.

Pemahaman ini menjaga akidah agar tidak bergeser dari tauhid. Benda bukanlah pemberi manfaat secara mandiri. Tempat, air, atau peninggalan yang memiliki keutamaan hanya menjadi sebab yang telah ditetapkan Allah, sedangkan hasil akhirnya tetap bergantung pada kehendak-Nya.

Mengutamakan Ibadah yang Jelas Tuntunannya

Jalan paling aman untuk mencari keberkahan adalah memperbanyak amal yang telah jelas diajarkan: menjaga salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, bersedekah, berzikir, serta menjalankan kewajiban dengan ikhlas. Keberkahan juga diharapkan hadir dalam waktu, rezeki, keluarga, ilmu, dan kehidupan melalui ketaatan kepada Allah Ta'ala.

Seorang Muslim tidak perlu terburu-buru mengikuti praktik tertentu hanya karena populer atau dianggap membawa keberuntungan. Pertanyaan mendasar yang patut diajukan adalah apakah amalan tersebut memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dalam syariat. Dengan sikap ini, pencarian berkah tetap menjadi bagian dari ibadah yang menguatkan iman, bukan sekadar mengikuti tradisi tanpa pemahaman.

Tabaruk yang benar pada akhirnya mengarahkan hati kepada Allah Ta'ala. Ketika seorang hamba memahami bahwa seluruh kebaikan berasal dari-Nya, ia akan lebih menjaga tauhid, lebih berhati-hati dalam beramal, dan lebih sungguh-sungguh menempuh jalan yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jangan Asal Cari Berkah Kenali Tabaruk?

Jangan Asal Cari Berkah Kenali Tabaruk is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jangan Asal Cari Berkah Kenali Tabaruk matter?

Jangan Asal Cari Berkah Kenali Tabaruk matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.