Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh Masuk Neraka, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Anthony Miller - beritasosial.com

Foto : Anthony Miller - beritasosial.com

Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh: Masuk Neraka atau Tidak?

Beritasosial.com – Umat Islam sering kali bertanya-tanya mengenai makna hadis yang menyebutkan bahwa pembunuh maupun yang dibunuh sama-sama akan masuk ke dalam neraka. Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh ini menjadi topik yang menarik untuk dibahas lebih dalam, mengingat secara logika orang yang menjadi korban pembunuhan seharusnya tidak mendapat hukuman yang sama dengan pelaku.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam telah memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini, yang kemudian dikuatkan oleh para ulama. Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh tersebut berfungsi sebagai peringatan penting bagi kaum Muslimin untuk menghindari perselisihan yang berujung pada pertumpahan darah. Islam sangat menganjurkan setiap hamba-Nya untuk mengendalikan amarah dan tidak terburu-buru mengangkat senjata terhadap sesama Muslim.

Hadis Sahih dari Imam Muslim

Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, terdapat sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan dari Abu Bakrah Nufai' At-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu:

"Apabila dua orang Muslim saling berhadapan dengan pedang masing-masing (berniat saling membunuh), maka yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama berada di neraka."

Hadis ini menegaskan bahwa niat dan usaha kedua belah pihak menjadi faktor penentu dalam ancaman neraka tersebut. Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam konflik yang terjadi.

Penjelasan Rasulullah tentang Korban Pembunuhan

Ketika para sahabat mendengar hadis ini, mereka mengajukan pertanyaan yang sama. Mereka memahami mengapa pembunuh masuk neraka, namun bingung mengapa orang yang terbunuh juga mendapat ancaman serupa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menjawab dengan jelas: "Karena ia juga berusaha membunuh saudaranya." (Muttafaq 'Alaih).

Artinya, ancaman neraka tersebut tidak hanya ditujukan kepada pembunuh, tetapi juga kepada orang yang terbunuh karena keduanya sama-sama memiliki niat kuat, tekad, dan usaha untuk saling membunuh. Perbedaannya hanya terletak pada siapa yang lebih dahulu kalah dan menjadi korban.

Tafsir Ibnu Katsir tentang Niat yang Dibatalkan

Ustaz Ahmad Zarkasih mengutip penjelasan dari Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim ketika menafsirkan Surah Al-An'am ayat 160. Menurut beliau, orang yang mengurungkan niat melakukan keburukan terbagi menjadi tiga golongan.

Pertama, orang yang meninggalkan maksiat karena takut kepada Allah SWT atau mengharap ridha-Nya. Orang seperti ini tidak hanya terbebas dari dosa, bahkan mendapatkan pahala karena membatalkan niat buruknya.

Kedua, orang yang meninggalkan maksiat karena malu kepada manusia atau karena takut kehilangan sesuatu. Ketiga, orang yang meninggalkan maksiat karena malas atau tidak mampu melakukannya.

Dengan demikian, Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh memiliki makna yang lebih dalam daripada yang terlihat sekilas. Keduanya dihukum karena sama-sama berniat dan berusaha untuk membunuh, meskipun hasilnya berbeda bagi masing-masing pihak.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh

Apakah semua orang yang terbunuh masuk neraka? Tidak, hadis ini khusus berlaku ketika dua orang Muslim saling berhadapan dengan niat saling membunuh. Orang yang terbunuh tanpa niat membunuh kembali tidak termasuk dalam kategori ini.

Bagaimana jika korban membunuh balik setelah terluka? Jika korban membunuh balik setelah terluka, maka keduanya tetap masuk neraka karena sama-sama memiliki niat membunuh. Namun, jika korban membunuh balik setelah sadar bahwa dia sudah terluka dan tidak bisa lagi membunuh, maka dia tidak masuk neraka.

Apakah hadis ini hanya berlaku untuk pembunuhan dengan pedang? Tidak, hadis ini berlaku untuk semua bentuk pembunuhan yang terjadi dalam konflik antara dua orang Muslim yang sama-sama berniat membunuh.

Bagaimana cara menghindari masuk neraka menurut hadis ini? Cara terbaik adalah dengan mengendalikan amarah, tidak terburu-buru mengangkat senjata, dan berusaha menyelesaikan konflik dengan cara yang damai.

Untuk informasi lebih lanjut tentang hadis-hadis lainnya, Anda dapat membaca artikel Hadis Pembunuh dan yang Dibunuh Masuk Neraka, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya di Kalam Sindonews.

Related Reading