Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam

Published August 9, 2026 · Updated August 9, 2026 · By Mark Moore - beritasosial.com

Foto : Mark Moore - beritasosial.com

Asal Usul Rebo Wekasan dan Hukumnya dalam Islam

Beritasosial.com – Rebo Wekasan merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar yang memiliki makna khusus dalam tradisi Islam. Banyak umat Muslim yang mengamalkan salat sunnah dan sedekah pada hari tersebut sebagai upaya menolak bala. Artikel ini akan membahas asal usul Rebo Wekasan hukum serta amalan-amalan yang disunnahkan pada hari tersebut.

Berdasarkan catatan Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur, para Wali Allah memiliki pengetahuan spiritual yang mendalam. Mereka menjelaskan bahwa setiap tahun Allah menurunkan 320.000 jenis bencana ke bumi, dan semuanya bermula dari hari Rabu terakhir bulan Safar. Karena itu, hari ini dianggap sebagai hari tersulit dalam kalender Islam.

Amalan Salat Sunnah Rebo Wekasan

Bagi yang ingin mengamalkan salat sunnah pada hari Rebo Wekasan, terdapat tata cara khusus yang diajarkan. Salat dilakukan sebanyak empat rakaat dengan ketentuan setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, kemudian Surat Al-Ikhlash lima kali, serta Al-Falaq dan An-Naas masing-masing satu kali. Setelah mengucapkan salam, dilanjutkan dengan membaca doa. Dengan izin Allah, hamba tersebut akan dilindungi dari segala bencana yang turun pada hari itu hingga genap satu tahun.

Pendapat Buya Yahya tentang Rebo Wekasan

Sedangkan menurut Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, asal-usul Rebo Wekasan berawal dari kisah seorang salih yang menerima ilham bahwa pada hari tersebut akan turun penyakit. Ia pun diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari penyakit dan musibah.

Tradisi ini sangat populer di Indonesia, khususnya pada bulan Safar. Buya Yahya menjelaskan bahwa meskipun tidak terdapat petunjuk langsung dari Nabi shallallohu 'alaihi wasallam, amalan yang berasal dari ulama salih selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi tidak dapat serta-merta disebut bid'ah.

"Mengamalkan amalan pada Rebo Wekasan memang tidak ada petunjuknya dari Nabi shallallohu 'alaihi wasallam. Akan tetapi kalau datangnya dari ulama apalagi ulama yang salih selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi tidak boleh langsung dikatakan bid'ah,"

Buya Yahya menambahkan bahwa amalan Rebo Wekasan dapat dilakukan jika orang salih mendapat ilham dari Allah selama hal tersebut merupakan perkara baik dan bukan haram, seperti bersedekah atau sholat hajat untuk memohon perlindungan dari bala. Selama amalan itu tidak bertentangan dengan syariat, maka pelaksanaannya diperbolehkan.

"Tapi ingat, ilham bukan Hujjah. Ilhamnya seorang salih tidak boleh jadi Hujjah. Dan ingat kalau ilham tidak bertentangan dengan syariat boleh diikuti,"

Bagi yang meyakini ilham dari seorang alim salih, silakan mengikuti selama tidak bertentangan dengan syariat. Sebaliknya, bagi yang mengingkarinya, tidak boleh mencaci. Ilham dari ulama merupakan pengantar dari sunnah Nabi. Misalnya, jika seorang ulama salih mendapat ilham bahwa hari Rabu akan turun bala dan penyakit, maka tolaklah dengan sholat dua rakaat.

Solat yang dianjurkan bukanlah solat khusus dari ulama atau kiyai, melainkan solat sunnah Hajat yang diajarkan Nabi untuk menolak bala. Ditambah lagi dengan amalan sedekah untuk menolak musibah. Hal ini sesuai dengan hadis yang menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan bencana (HR Al-Baihaqi dan Thabrani).

"Bagi yang tidak melakukan amalan Rebo Wekasan jangan dicaci. Karena urusan Ilham bukan perkara yang wajib diyakini. Jika kemudian ada praktik atau hal-hal aneh dalam amalan Rebo Wekasan tentu ini babnya lain,"

FAQ tentang Rebo Wekasan

Apakah Rebo Wekasan termasuk hari yang mustajab untuk berdoa? Ya, Rebo Wekasan dianggap sebagai hari yang baik untuk berdoa dan bersedekah sebagai upaya menolak bala berdasarkan tradisi ulama salih.

Bagaimana cara salat sunnah Rebo Wekasan? Salat dilakukan empat rakaat dengan membaca Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlash 5 kali, dan Al-Falaq serta An-Naas masing-masing 1 kali setelah Al-Fatihah di setiap rakaat.

Apakah sedekah pada Rebo Wekasan memiliki keistimewaan? Sedekah pada hari tersebut diperbolehkan dan memiliki keistimewaan sebagai upaya menolak musibah sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana hukum mengamalkan Rebo Wekasan? Hukumnya mubah atau diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak dianggap sebagai bid'ah yang sesat.

Kesimpulannya, upaya menolak bala dan musibah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tetap menjadi panduan utama. Bagi yang ingin mengamalkan salat sunnah Hajat atau sedekah dengan niat menolak bala, hal itu diperbolehkan. Demikian pula bagi yang tidak meyakini amalan Rebo Wekasan, tidak ada masalah karena ilham seorang ulama bukanlah kewajiban yang harus diyakini. Wallahu A'lam.

Related Reading