Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siapa Mohsen Rezaee? Tangan Kanan Mojtaba Khamenei yang Mengusung Pertahanan Suci

Published August 11, 2026 · Updated August 11, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Siapa Mohsen Rezaee Tangan Kanan Mojtaba Khamenei?

Beritasosial.com – TEHERAN — Siapa Mohsen Rezaee Tangan Kanan Mojtaba Khamenei yang kini memimpin Iran? Mohsen Rezaee, mantan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), resmi ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran. Jabatan strategis ini memegang peran vital dalam merumuskan kebijakan luar negeri dan keamanan negara tersebut. Pengangkatan ini terjadi di tengah diskusi intensif seputar Selat Hormuz, kawasan yang selama berbulan-bulan dijadikan Teheran sebagai instrumen diplomasi dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Rezaee menggantikan Mohammad Bagher Zolghadr yang kini berposisi sebagai penasihat politik bagi Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Sebelumnya, posisi sekretaris dewan ini dipegang oleh Ali Larijani yang meninggal dunia akibat serangan gabungan AS-Israel pada bulan Maret lalu. Pengangkatan Rezaee menandai babak baru dalam kepemimpinan Iran di tengah ketegangan geopolitik regional.

Peran Penting dalam IRGC dan Pertahanan Suci

Berusia 71 tahun, Rezaee memimpin IRGC selama periode 1981 hingga 1997. Masa kepemimpinannya mencakup Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an yang dikenal di Iran sebagai "Pertahanan Suci". Setelah itu, ia bergabung dengan Dewan Penentu Kebijakan atau Expediency Discernment Council, lembaga yang berfungsi menyelesaikan konflik legislasi antara parlemen dan Dewan Wali.

Dewan Wali merupakan institusi yang ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi untuk menyeleksi calon-calon jabatan politik, termasuk anggota parlemen, presiden, dan Majelis Ahli. Lembaga ini juga memiliki kewenangan meninjau rancangan undang-undang agar sesuai dengan konstitusi dan hukum Islam. Pengalaman Rezaee dalam kedua lembaga ini menjadikannya sosok yang sangat dihormati di kalangan elit politik Iran.

Advokat Kuat Kendali Selat Hormuz

Rezaee dikenal sebagai sosok yang sangat menekankan pentingnya Iran mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz. Jalur perairan sempit ini menjadi rute bagi seperlima pasokan minyak dan gas global. Pada Juli lalu, ia menegaskan bahwa kontrol atas jalur strategis tersebut memiliki nilai lebih tinggi daripada "puluhan bom atom".

Baru-baru ini, Rezaee menyampaikan peringatan keras kepada Washington. Ia menyatakan bahwa AS akan "menghadapi risiko dan korban jiwa yang serius" apabila blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tidak segera dicabut. Iran telah menerapkan blokade di selat tersebut sebagai respons atas perang yang dimulai antara AS dan Israel pada bulan Februari. Sebaliknya, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Teheran untuk menekan ekonomi Iran.

Analisis: Pengalaman dan Signifikansi Politik

Kantor komunikasi kepresidenan Iran mengumumkan pada Minggu malam bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah menunjuk Rezaee sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Pada hari yang sama, Khamenei mengeluarkan dekret resmi yang mengangkat Rezaee sebagai perwakilannya dalam dewan tersebut. Dekret tersebut secara khusus menyoroti pengalaman Rezaee serta statusnya sebagai salah satu "pelopor era Pertahanan Suci" selama perang Iran-Irak.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi merupakan lembaga strategis tempat berbagai pertimbangan dari kepresidenan, kementerian luar negeri, angkatan bersenjata, dan badan keamanan bertemu. Dalam situasi pergantian kepemimpinan yang bersamaan dengan perang terbuka, negosiasi macet dengan AS, serta sengketa navigasi Selat Hormuz, posisi sekretaris dewan ini memiliki makna yang melampaui fungsi administratif semata.

"Mereka membutuhkan seseorang yang mampu menyelaraskan berbagai lembaga pemerintah," ujar Abas Aslani, peneliti senior di Center for Middle East Strategic Studies berbasis di Teheran, kepada Al Jazeera.

Aslani menambahkan bahwa Rezaee akan membawa pengalaman multidimensi di bidang militer, ekonomi, dan politik dalam menjalankan perannya. Menurutnya, meskipun pandangan politik Rezaee mengenai keamanan tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, kemampuannya menjadi penyeimbang dan peran domestik yang dapat dimainkan sangat signifikan.

"Secara politik, pandangannya mengenai keamanan tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, namun peran yang dapat ia mainkan di dalam negeri—serta kemampuannya menjadi penyeimbang—sangatlah signifikan dalam hal ini," tambahnya.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Mohsen Rezaee

Siapa Mohsen Rezaee Tangan Kanan dalam konteks politik Iran? Mohsen Rezaee adalah figur senior yang dikenal sebagai tangan kanan Mojtaba Khamenei. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai komandan IRGC dan anggota Dewan Penentu Kebijakan, menjadikannya pilihan ideal untuk posisi strategis baru.

Apa kualifikasi utama Rezaee untuk posisi sekretaris dewan? Rezaee memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam kepemimpinan militer dan politik. Kepemimpinannya di IRGC selama 16 tahun dan perannya dalam era Pertahanan Suci menjadikannya sosok yang memahami kompleksitas keamanan nasional Iran.

Berapa usia Mohsen Rezaee saat ditunjuk? Rezaee berusia 71 tahun saat pengangkatannya. Usia matang ini dianggap sebagai aset dalam negosiasi internasional dan stabilitas politik domestik.

Apa posisi Rezaee terkait Selat Hormuz? Rezaee adalah advokat kuat untuk kendali penuh Iran atas Selat Hormuz. Ia percaya bahwa jalur strategis ini merupakan aset vital yang harus dijaga dengan ketat, bahkan lebih penting daripada senjata nuklir.

Bagaimana hubungan Rezaee dengan Mojtaba Khamenei? Sebagai tangan kanan Mojtaba Khamenei, Rezaee memiliki kepercayaan tinggi dari keluarga Khamenei. Hubungan ini memperkuat posisinya dalam pengambilan keputusan politik Iran.

Sebagai mantan komandan IRGC dan anggota Dewan Penentu Kebijakan, Rezaee juga diprediksi akan memainkan peran krusial dalam negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat ke depannya. Pengangkatan ini mencerminkan strategi Iran untuk memperkuat posisi tawar dalam konflik regional yang semakin kompleks.

Related Reading