Rusia Ancam Konsekuensi Mengerikan jika Jepang Bersikeras Klaim Kepulauan Kuril
Rusia Ancam Konsekuensi Mengerikan jika Jepang Bersikeras
Beritasosial.com – Moskow kembali menegaskan posisi tegasnya terkait sengketa teritorial dengan Tokyo. Rusia Ancam Konsekuensi Mengerikan jika Jepang terus mempertahankan klaimnya atas Kepulauan Kuril. Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, melalui unggahan di platform X, menyampaikan peringatan keras bahwa Tokyo dianggap menciptakan masalah sendiri dengan sikapnya yang tidak berubah terhadap wilayah yang dianggap miliknya.
Akar Sengketa Kepulauan Kuril
Kepulauan Kuril telah menjadi bagian dari Rusia sejak akhir Perang Dunia II. Wilayah strategis ini resmi dimasukkan ke dalam Uni Soviet setelah kekalahan Jepang dalam konflik global tersebut. Meskipun telah berlalu lebih dari delapan dekade, Tokyo tidak pernah menyerah dan tetap mengklaim empat pulau paling selatan, yaitu Iturup, Kunashir, Shikotan, serta gugusan pulau Habomai yang dikenal sebagai "Wilayah Utara".
Sengketa ini menjadi penghalang utama bagi kedua negara untuk menandatangani perjanjian damai resmi. Sejak tahun 1956, Moskow dan Tokyo telah menandatangani deklarasi yang membuka jalan bagi kesepakatan damai, namun Jepang kemudian menarik diri dari kesepakatan tersebut. Setelah runtuhnya Uni Soviet, Rusia juga menjalin hubungan konstruktif dengan sejumlah pemimpin Jepang, termasuk Shinzo Abe yang menjabat sebagai perdana menteri pada periode 2006-2007 dan 2012-2020 serta berupaya keras menyelaraskan posisi kedua negara.
Reaksi Tegas Jepang atas Kunjungan Putin
Pemerintah Jepang melayangkan protes keras terkait kunjungan pertama Presiden Vladimir Putin ke Kepulauan Kuril. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kunjungan tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan menambahkan bahwa hal itu melukai perasaan rakyat Jepang. Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan pulau-pulau itu merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun menurut hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Jepang kemudian memanggil duta besar Rusia untuk Jepang, Nikolay Nozdrev, terkait kunjungan Putin tersebut, sebagaimana dilaporkan Kyodo News. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa Jepang tidak akan mudah mengalah dalam sengketa teritorial yang telah berlangsung lama ini.
Peringatan Medvedev yang Mengguncang
Dalam unggahan di platform X pada hari yang sama, Medvedev menyampaikan pesannya dengan tegas. Ia menyoroti bahwa ocehan Takaichi tentang Kepulauan Kuril yang dianggap secara historis milik Jepang tidak akan mengubah apa pun. Pulau-pulau itu dulu, sekarang, dan akan tetap menjadi wilayah Rusia.
"Siapa pun yang gagal memahami hal ini akan menghadapi konsekuensi mengerikan akibat delusi mereka," tegas Medvedev.
Pejabat yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peringatan kerasnya. Namun, pesan tersebut jelas menunjukkan bahwa Moskow siap mengambil tindakan jika Jepang terus bersikeras.
Kunjungan Bersejarah Putin ke Kuril
Pada Kamis pagi, Putin mengunjungi Iturup, pulau terbesar di Kepulauan Kuril. Ia meninjau pabrik pengolahan ikan setempat, pusat medis, dan satu sekolah. Putin menjadi presiden Rusia kedua yang sedang menjabat melakukan kunjungan ke Kepulauan Kuril, setelah Medvedev melakukan kunjungan serupa pada tahun 2010.
Sudah sejak hari Rabu, Putin menyinggung masalah sengketa tersebut saat menghadiri tahap akhir latihan Armada Pasifik Rusia di lepas pantai Sakhalin. Ia menyalahkan Tokyo atas memburuknya hubungan secara keseluruhan antara kedua negara. Presiden Rusia menyatakan ketidakpahamannya mengapa Jepang dengan dalih peristiwa di Ukraina dan tanpa mendalami penyebab konflik tersebut, menjatuhkan sanksi terhadap Rusia serta mengapa Tokyo mengategorikan Rusia sebagai sumber ancaman utama dalam dokumen doktrin militer terbarunya.
"Saya ingin menegaskan kami sama sekali bukan ancaman. Kami sama sekali tidak memiliki masalah atau tuntutan terhadap Jepang. Sebaliknya, justru Jepang-lah yang memiliki klaim wilayah terhadap negara kami, khususnya terkait masalah Kepulauan Kuril," tegas Putin.
FAQ: Memahami Sengketa Kuril
Apa itu Kepulauan Kuril? Kepulauan Kuril adalah gugusan pulau yang terletak di antara Jepang dan Rusia. Jepang mengklaim empat pulau paling selatan sebagai Wilayah Utara.
Mengapa sengketa ini penting? Sengketa ini menghambat penandatanganan perjanjian damai resmi antara Rusia dan Jepang sejak Perang Dunia II berakhir.
Apa yang dikatakan Medvedev? Medvedev menyatakan bahwa Jepang akan menghadapi konsekuensi mengerikan jika terus mempertahankan klaimnya atas Kepulauan Kuril.
Bagaimana posisi Rusia saat ini? Rusia menegaskan bahwa Kepulauan Kuril merupakan bagian integral dari Rusia selamanya dan tidak akan mengalah dalam sengketa ini.
Kesimpulan
Putin menjelaskan bahwa status wilayah-wilayah tersebut tercantum dalam dokumen internasional sebagai kenyataan yang lahir dari Perang Dunia II. Namun, bahkan mengenai hal ini pun, Rusia siap mencari solusi untuk mencapai perjanjian damai. Kini kita melihat adanya perubahan sikap Jepang. Putin tegaskan bahwa perubahan ini sama sekali bukan dipicu oleh Rusia, melainkan oleh sikap Jepang yang terus bersikeras dalam klaimnya.