Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai Tumbang setelah 8 Bulan Perang Iran: Makanan Cuma Nasi dan Tortilla

Published August 16, 2026 · Updated August 16, 2026 · By Joseph Smith - beritasosial.com

Foto : Joseph Smith - beritasosial.com

Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai Tumbang di Timur Tengah

Beritasosial.com – Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai menghadapi situasi kritis selama operasi di perairan Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln kini mengalami tekanan berat setelah lebih dari delapan bulan beroperasi dalam konflik regional. Ribuan personel di atas kapal melaporkan kelelahan ekstrem, masalah logistik, dan gangguan kesehatan mental yang semakin parah. Kondisi ini telah menarik perhatian publik AS dan mendorong anggota Kongres untuk meminta penjelasan resmi dari Pentagon.

Kapal bertenaga nuklir kelas Nimitz ini mengangkut sekitar 5.000 anggota kru dan mampu membawa hingga 90 pesawat tempur. Dalam kondisi normal, kapal ini dapat melaksanakan lebih dari 100 misi tempur setiap harinya. Namun, selama pengerahan yang berlangsung sejak November lalu, operasional kapal telah menghadapi berbagai hambatan signifikan yang mempengaruhi moral dan produktivitas awak.

Operasi Panjang di Perairan Internasional

USS Abraham Lincoln memulai pelayarannya dari pelabuhan San Diego pada akhir November tahun lalu. Hingga saat ini, kapal telah beroperasi selama lebih dari 260 hari, dengan catatan lebih dari 200 hari berturut-turut berada di perairan internasional. Angka ini tergolong sangat panjang menurut standar operasional Angkatan Laut Amerika Serikat yang biasanya membatasi pengerahan kapal induk pada periode yang lebih singkat.

Kapal induk ini juga dikerahkan ke wilayah Timur Tengah sebagai kekuatan tambahan dalam menghadapi potensi ancaman dari Iran. Selama masa pengerahan, kapal telah menjadi sasaran klaim penargetan berulang dari pihak Iran. Meskipun pejabat AS menegaskan bahwa operasional masih berjalan normal, beban kampanye militer yang panjang mulai terlihat dampaknya terhadap kondisi fisik dan mental para awak kapal.

Masalah Logistik dan Fasilitas di Atas Kapal

Keluhan dari para kru dan keluarga mereka jauh melampaui ketidaknyamanan biasa selama pengerahan jangka panjang. Berbagai masalah telah teridentifikasi, mulai dari kekurangan pasta gigi, deodoran, hingga sabun mandi. Sistem air panas dan air minum juga mengalami gangguan, begitu pula dengan toilet yang rusak di beberapa bagian kapal.

Fasilitas laundry yang tidak konsisten dan keterlambatan pengiriman surat menjadi masalah tambahan. Beberapa paket dari keluarga dilaporkan hilang dalam sistem selama berbulan-bulan. Laporan lain menyebutkan adanya jamur, kerusakan pipa, serta lubang-lubang pada dek penerbangan akibat penggunaan intensif tanpa perbaikan memadai. Kondisi ini semakin diperparah oleh lokasi pangkalan Armada ke-5 yang berada di Bahrain, jauh di dalam Teluk Persia.

Anggota Kongres Partai Demokrat, Mike Levin, mengungkapkan bahwa kondisi makanan sangat memprihatinkan bagi para awak. Ia menyatakan:

Makanan para awak hanya berupa setengah cangkir nasi dan dua tortilla.

Permasalahan makanan ini pertama kali diungkap media USA Today pada pertengahan April. Meskipun Pentagon saat itu membantah adanya kekurangan pangan, Maritime Executive menjelaskan bahwa masalah logistik menjadi penyebab utama. Banyak pengiriman harus melewati Selat Hormuz yang rawan serangan Iran, sehingga menyebabkan keterlambatan dan kelangkaan pasokan.

Kelelahan Ekstrem dan Krisis Kesehatan Mental

Terdapat indikasi kuat bahwa para awak kapal mulai mengalami kelelahan berat. Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada 3 Agustus, ketika seorang pelaut jatuh ke laut dari USS Abraham Lincoln. Ia berhasil diselamatkan sekitar satu jam kemudian oleh kru kapal yang segera merespons kejadian tersebut.

CNN mengutip pejabat AS yang melaporkan bahwa Angkatan Laut AS memperlakukan kejadian tersebut sebagai episode kesehatan mental. Pelaut itu menjalani evaluasi medis sebelum dikeluarkan dari kapal untuk perawatan lebih lanjut. Annabelle Loma, istri pelaut yang terlibat, menyampaikan kepada Navy Times bahwa suaminya mengalami kelelahan emosional yang sangat berat.

Ia mengonfirmasi bahwa suaminya mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat ke laut. Loma menambahkan bahwa suaminya tampak ketakutan dan khawatir akan mendapat pemberhentian tidak terhormat hanya karena kelelahan. Dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan Angkatan Laut, pasangan awak lainnya menyampaikan pesan dari suaminya yang berharap tidak bangun esok hari, menurut laporan Stars and Stripes.

Familia-keluarga awak lainnya juga memperingatkan mengenai kelelahan fisik dan mental setelah berbulan-bulan menjalani jam kerja panjang. Mereka khawatir tingkat kelelahan seperti itu dapat menyebabkan kesalahan fatal dalam operasional kapal. Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai menuntut perhatian lebih serius dari Pentagon untuk memastikan kesejahteraan para personel yang bertugas di garis depan konflik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang USS Abraham Lincoln

Berapa lama USS Abraham Lincoln beroperasi di Timur Tengah? Kapal telah beroperasi selama lebih dari 260 hari sejak November lalu, dengan lebih dari 200 hari berturut-turut di perairan internasional.

Apa masalah utama yang dihadapi para awak kapal? Masalah utama meliputi kelelahan ekstrem, kekurangan logistik makanan dan perlengkapan, serta gangguan kesehatan mental.

Bagaimana kondisi makanan di atas kapal? Para awak melaporkan bahwa makanan mereka terbatas pada setengah cangkir nasi dan dua tortilla per porsi.

Apakah ada insiden serius yang terjadi? Ya, pada 3 Agustus seorang pelaut jatuh ke laut dan berhasil diselamatkan setelah satu jam. Kejadian ini dikaitkan dengan episode kesehatan mental.

Mengapa logistik menjadi masalah? Pangkalan Armada ke-5 di Bahrain jauh dari jalur pengiriman utama, dan banyak pasokan harus melewati Selat Hormuz yang rawan serangan.

Related Reading