Rezim Kim Jong-un Marah AS-Korsel Latihan Tempur 46.500 Tentara: Itu Gladi Resik Invasi!
Korut Marah: Latihan AS-Korsel Gladi Resik Invasi
Beritasosial.com – Pyongyang secara tegas mengecam rencana latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang akan melibatkan total 46.500 personel. Dari jumlah tersebut, 18.000 berasal dari pasukan Korea Selatan dan 28.500 dari militer Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Korea Utara segera mengeluarkan pernyataan keras, menyatakan bahwa Pyongyang siap mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih kuat sebagai respons terhadap manuver yang dianggap mengancam kedaulatan negara.
Latihan Ulchi Freedom Shield: Gladi Resik Invasi
Latihan Ulchi Freedom Shield dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, dari tanggal 17 hingga 27 Agustus mendatang. Manuver musim panas ini merupakan agenda rutin kedua negara sekutu untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman dari Korea Utara yang memiliki arsenal senjata nuklir. Pyongyang secara langsung menyebut latihan ini sebagai gladi resik invasi, sekaligus melancarkan rudal balistik melintasi Laut Jepang sebagai bentuk penolakan keras terhadap manuver tersebut.
Merupakan prinsip konsisten kami dalam menjamin keamanan untuk merespons tingkat ancaman yang baru dengan tingkat pencegahan yang baru pula.
Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara disampaikan oleh seorang juru bicaranya kepada media internasional. Menurut teks yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA pada hari ini, 14 Agustus 2026, pejabat tersebut menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan menoleransi situasi konfrontatif serius yang diciptakan oleh negara-negara musuh. Pernyataan ini menunjukkan bahwa rezim Kim Jong un Marah terhadap tindakan yang dianggap provokatif oleh Seoul dan Washington.
Pyongyang tidak akan menoleransi situasi konfrontatif serius yang diciptakan oleh negara-negara musuh, melainkan akan secara lebih tegas menyatakan sikapnya terhadap musuh guna menghadapi segala ancaman dan tantangan melalui pelaksanaan hak membela diri yang sah secara bertanggung jawab dan tegas.
Pernyataan tersebut secara implisit menggambarkan bahwa latihan ini bertujuan untuk merampungkan persiapan bagi konfrontasi militer nyata dengan DPRK, yang merupakan nama resmi Korea Utara atau Democratic People's Republic of Korea. Pernyataan lanjutan menyebutkan bahwa hal ini sama saja dengan pengakuan bahwa latihan tahunan dan bersifat defensif yang disebut AS dan ROK sebenarnya merupakan gladi resik untuk perang agresif. Rezim Kim Jong un Marah karena merasa bahwa latihan ini bukan sekadar manuver rutin, melainkan persiapan nyata untuk invasi.
Korut di Medan Perang Ukraina
Korea Utara telah memainkan peran yang semakin aktif dalam konflik internasional, terutama dengan memberikan dukungan kepada Rusia dalam invasi ke Ukraina. Melalui penugasan tersebut, pasukan Korut memperoleh pengalaman penting di medan perang modern. Seorang juru bicara dari latihan gabungan AS-Korsel menjelaskan bahwa latihan ini akan mempersiapkan para prajurit untuk kemungkinan pertempuran melawan pasukan Korea Utara yang telah ditempa pengalaman tempur melalui penugasan bersama pasukan Rusia di Ukraina.
Kehadiran tentara Korut di Ukraina menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional. Para analis militer menilai bahwa pengalaman tempur yang diperoleh pasukan Korea Utara di Ukraina dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam konflik regional. Latihan Ulchi Freedom Shield kali ini menjadi lebih signifikan karena mempertimbangkan faktor baru ini dalam skenario pertempuran.
Respons Diplomatik dan Militer
Sejak awal pengumuman latihan, Pyongyang telah melakukan serangkaian respons diplomatik dan militer. Selain peluncuran rudal balistik, Korea Utara juga meningkatkan aktivitas propaganda melalui media resmi negara. Rezim Kim Jong un Marah tidak hanya melalui pernyataan resmi, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.
Para ahli hubungan internasional memperkirakan bahwa ketegangan antara Korea Utara dengan AS-Korsel akan terus meningkat seiring dengan semakin besarnya skala latihan militer. Latihan tahun ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah personel yang mencapai 46.500 orang.
FAQ: Latihan Militer AS-Korsel 2026
Berapa jumlah total personel yang berpartisipasi dalam latihan Ulchi Freedom Shield?
Total 46.500 personel militer akan berpartisipasi dalam latihan tersebut, dengan rincian 18.000 dari pasukan Korea Selatan dan 28.500 dari militer Amerika Serikat.
Kapan latihan Ulchi Freedom Shield berlangsung?
Latihan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 hingga 27 Agustus 2026, selama 11 hari.
Mengapa Korea Utara menyebut latihan ini sebagai gladi resik invasi?
Pyongyang menganggap latihan ini sebagai persiapan nyata untuk invasi karena melibatkan jumlah personel yang besar dan mencakup berbagai skenario pertempuran yang relevan dengan kemungkinan serangan terhadap Korea Utara.
Apa hubungan antara kehadiran tentara Korut di Ukraina dengan latihan ini?
Pasukan Korea Utara yang bertugas di Ukraina telah memperoleh pengalaman tempur modern. Latihan Ulchi Freedom Shield kali ini mempertimbangkan kemungkinan pertempuran melawan pasukan Korut yang telah ditempa pengalaman di medan perang Ukraina.
Bagaimana rezim Kim Jong un Marah terhadap latihan ini?
Rezim Kim Jong un Marah melalui pernyataan keras dari Kementerian Luar Negeri, peluncuran rudal balistik melintasi Laut Jepang, dan ancaman untuk mengambil tindakan pencegahan yang lebih kuat jika provokasi berlanjut.