Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pakar Militer Ini Yakin Houthi Akan Kuasai Seluruh Wilayah Yaman

Published Oktober 6, 2026 · Updated Oktober 6, 2026 · By Mark Moore - beritasosial.com

Foto : Mark Moore - beritasosial.com

Ketegangan di Yaman Memasuki Fase Baru saat Houthi Memperluas Tekanan

Beritasosial.com – Perkembangan militer di Yaman kembali mengarah pada konflik yang lebih luas setelah Houthi mempercepat penguasaan wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kemudian meluncurkan operasi baru untuk menghadapi kelompok tersebut, tetapi prospeknya dipandang jauh dari mudah dan berpotensi membuka pertempuran berkepanjangan.

Baraa Shiban, peneliti keamanan internasional di Royal United Services Institute, melihat eskalasi ini sebagai kelanjutan dari dinamika yang telah terbentuk sejak pertengahan tahun. Setelah periode yang relatif lebih tenang selama beberapa tahun, suhu politik dan militer mulai meningkat pada Juli, lalu terus memburuk dalam bulan-bulan berikutnya.

“Kita mungkin akan menyaksikan babak baru konflik yang berlangsung bertahun-tahun di Yaman. Dan sayangnya, masyarakat Yamanlah yang akan menanggung dampak terberat dari eskalasi ini.”

Mocha dan Taiz Menjadi Titik Penting

Perebutan Mocha, kota penting di pesisir Laut Merah, menjadi salah satu perkembangan yang mempercepat perubahan situasi. Kota tersebut memiliki arti strategis karena berada di pantai barat Yaman dan berkaitan dengan jalur pergerakan dari wilayah pesisir menuju kawasan pedalaman.

Setelah memperluas posisi di sekitar Mocha, Houthi dinilai berupaya mengonsolidasikan kendali di wilayah yang lebih tinggi dan berada di belakang garis pantai. Penguasaan kawasan dataran tinggi dipandang penting untuk memperkuat posisi mereka di bagian barat negara itu serta mendukung langkah militer berikutnya.

“Pada dasarnya, mereka berusaha bergerak ke arah pedalaman untuk memperkuat penguasaan mereka karena mereka membutuhkan wilayah dataran tinggi yang menghadap ke pantai barat Yaman. Dan saat ini, mereka sedang berupaya menerobos masuk ke kota Taiz.”

Taiz menjadi salah satu medan paling menentukan dalam peta konflik saat ini. Kota tersebut berada di jalur yang menghubungkan wilayah barat laut, tempat Houthi memiliki pengaruh kuat, dengan bagian selatan Yaman yang menjadi pusat kekuasaan pemerintah di Aden. Posisi geografis itu membuat Taiz bukan sekadar target militer, melainkan juga simpul penting bagi mobilitas, suplai, dan pengaruh politik.

Apabila Houthi ingin memperluas jangkauan menuju Aden, penguatan posisi di wilayah tengah dipandang sebagai langkah yang sulit dihindari. Karena itu, tekanan terhadap Taiz dapat menjadi bagian dari upaya membangun pijakan yang lebih kokoh sebelum bergerak lebih jauh ke selatan.

Ambisi Penguasaan Nasional

Momentum politik dan militer yang berkembang sejak September diyakini ikut mendorong kepercayaan diri Houthi. Shiban menilai kelompok itu melihat kondisi sekarang sebagai kesempatan untuk mengejar penguasaan yang lebih luas atas Yaman, bukan hanya mempertahankan wilayah yang sudah berada dalam kendali mereka.

“Jadi, mereka [Houthi] tidak bisa bergerak ke Aden sampai mereka memperkuat kehadiran mereka di wilayah tengah Yaman. Mereka merasa bersemangat karena peristiwa bulan September, dan mereka beranggapan inilah saatnya untuk menguasai seluruh wilayah negara itu.”

Penilaian tersebut menggambarkan besarnya taruhan dalam operasi yang sedang berlangsung. Konflik Yaman bukan hanya berkaitan dengan perebutan satu kota atau satu provinsi. Perubahan kendali di wilayah tengah, pesisir, dan selatan dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di tingkat nasional.

Bagi warga sipil, perubahan garis depan biasanya membawa risiko tambahan. Pertempuran yang meluas dapat mengganggu akses penduduk terhadap perjalanan, aktivitas ekonomi, layanan dasar, dan keamanan sehari-hari. Dalam konflik yang telah berlangsung lama, masyarakat lokal kerap menjadi pihak yang paling lama menanggung akibat ketika jalur diplomasi tidak menghasilkan kemajuan.

Operasi Pemerintah Diperkirakan Tidak Singkat

Operasi pemerintah Yaman untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi juga diperkirakan menghadapi tantangan besar. Harapan bahwa kampanye militer tersebut dapat segera selesai dinilai tidak sejalan dengan kompleksitas medan konflik dan kepentingan berbagai pihak yang terlibat.

“Segala tanda mengarah pada pertempuran yang berkepanjangan.”

Shiban menekankan bahwa operasi seperti ini tidak dapat dipandang sebagai langkah cepat dengan hasil pasti. Perebutan kembali wilayah memerlukan kemampuan mempertahankan posisi, menjaga jalur logistik, serta menghadapi kemungkinan perlawanan yang berkelanjutan. Kondisi itu membuat konflik berisiko berubah menjadi fase baru yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Menurut saya, ini bukan operasi yang akan berjalan mudah dan cepat. Prosesnya mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun.”

Perkiraan itu menambah kekhawatiran bahwa Yaman akan kembali menghadapi siklus kekerasan yang sulit dihentikan. Meski pernah ada gencatan senjata pada 2022, langkah tersebut belum berkembang menjadi penyelesaian politik yang bertahan lama. Ketidakmampuan membangun jalan menuju perdamaian telah membuat ketegangan lama tetap berada di bawah permukaan.

Diplomasi Internasional Masih Buntu

Kebuntuan diplomasi juga menjadi bagian penting dari persoalan ini. Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman disebut belum dapat bertemu dengan pihak Houthi selama lebih dari dua tahun. Situasi tersebut menunjukkan betapa terbatasnya ruang komunikasi yang tersedia untuk meredakan konflik sebelum kembali berkembang menjadi perang terbuka.

“Utusan PBB untuk Yaman sudah lebih dari dua tahun tidak dapat bertemu dengan pihak Houthi, jadi ini merupakan kegagalan di semua tingkatan—baik secara internal maupun bagi para mediator dan komunitas internasional.”

Tanpa komunikasi politik yang efektif, operasi militer dapat menjadi jalur utama yang dipilih setiap pihak untuk memperkuat posisi tawar. Namun, kemenangan di medan perang belum tentu menghadirkan stabilitas yang bertahan lama. Masa depan Yaman masih sangat bergantung pada kemampuan pihak-pihak yang bertikai untuk membuka kembali ruang perundingan, sekaligus memastikan warga sipil tidak terus menjadi korban utama dari eskalasi berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pakar Militer Ini Yakin Houthi Akan?

Pakar Militer Ini Yakin Houthi Akan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pakar Militer Ini Yakin Houthi Akan matter?

Pakar Militer Ini Yakin Houthi Akan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.