Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi, Publik Arab Saudi Merespons Sinis

Published Oktober 13, 2026 · Updated Oktober 13, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Respons Sinis Mengiringi Belasungkawa Netanyahu untuk Korban Serangan di Riyadh

Beritasosial.com – Ucapan simpati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas serangan rudal Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, justru memicu gelombang kritik dari sejumlah pengguna media sosial di Arab Saudi. Banyak warga kerajaan memandang pernyataan itu bertentangan dengan rekam jejak pemerintahan Israel dalam perang di Jalur Gaza.

Serangan terhadap bandara utama di ibu kota Arab Saudi tersebut disebut telah menewaskan belasan orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Netanyahu menggambarkan peristiwa itu sebagai serangan teroris yang mengerikan, lalu menyampaikan pesan dukacita kepada keluarga korban serta harapan bagi pemulihan mereka yang mengalami luka-luka.

“Atas nama rakyat Israel, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban tewas,” ujar Netanyahu.

Ia juga menekankan pandangannya bahwa terorisme harus ditanggapi secara tegas. Namun, pesan tersebut tidak diterima secara positif oleh banyak pengguna media sosial Saudi. Kritik yang muncul terutama mempertanyakan apakah Netanyahu memiliki dasar moral untuk mengutuk serangan terhadap warga sipil dan fasilitas publik.

Kritik Dikaitkan dengan Perang Gaza

Reaksi publik Saudi banyak menyoroti operasi militer Israel di Gaza dan tingginya jumlah korban sipil Palestina. Bagi para pengkritiknya, kecaman Netanyahu terhadap serangan Houthi terasa tidak selaras dengan penderitaan warga sipil di wilayah Palestina yang menjadi pusat konflik berkepanjangan itu.

Salah satu unggahan menyamakan metode kelompok Houthi dan Israel, khususnya terkait pemberian peringatan sebelum serangan ke area sipil maupun infrastruktur. Komentator tersebut menilai adanya peringatan tidak otomatis membenarkan tindakan yang tetap dipandang sebagai teror terhadap masyarakat sipil.

“Kemiripan antara Anda dan kelompok Houthi sungguh mencengangkan!”

Unggahan lain secara terbuka menolak pesan belasungkawa dari Netanyahu. Sejumlah pengguna menyebut pernyataan itu sebagai bentuk kemunafikan dan menuduh pemimpin Israel tersebut tidak benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap rakyat Arab Saudi.

“Kami tidak menginginkan belasungkawa Anda. Anda adalah teroris, tidak ada bedanya dengan kelompok Houthi.”

Kritik yang lebih keras juga menempatkan Netanyahu sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kematian warga sipil Palestina. Seorang komentator menyebutnya sebagai penjahat perang dan meminta agar ia tidak menampilkan diri sebagai pihak yang peduli terhadap keselamatan masyarakat Saudi.

“Anda adalah penjahat perang yang telah membunuh ribuan orang tak berdosa; jangan berpura-pura peduli pada Arab Saudi.”

Penolakan terhadap Upaya Membangun Citra Politik

Bagi sebagian warga Saudi, pernyataan Netanyahu tidak hanya dipandang sebagai ungkapan duka, melainkan juga usaha membangun citra politik di tengah ketegangan kawasan. Salah satu respons menyatakan bahwa posisi Arab Saudi terhadap Israel tidak akan berubah hanya karena pernyataan simpati dari pemerintah Israel.

Sentimen tersebut memperlihatkan bahwa isu Palestina tetap menjadi unsur penting dalam pandangan publik Saudi mengenai hubungan dengan Israel. Kecaman terhadap serangan Houthi dapat dipahami sebagai sikap terhadap kekerasan yang menimpa warga sipil, tetapi hal itu tidak serta-merta menghapus penolakan terhadap tindakan militer Israel di Gaza.

“Siapa Anda hingga berhak menghakimi siapa pun?”

Pertanyaan itu disertai tudingan bahwa Netanyahu tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi pihak lain. Reaksi semacam ini mencerminkan jarak besar antara pesan resmi yang disampaikan dari Israel dan persepsi masyarakat Saudi yang melihat konflik regional melalui pengalaman Palestina.

Hubungan Riyadh dan Tel Aviv Tetap Tidak Normal

Arab Saudi dan Israel hingga kini belum menjalin hubungan diplomatik resmi. Pembicaraan mengenai kemungkinan normalisasi sebelumnya sempat menjadi perhatian internasional, tetapi proses tersebut terhenti di tengah perang Gaza serta perbedaan tajam mengenai masa depan negara Palestina.

Riyadh berulang kali menegaskan bahwa hubungan diplomatik dengan Israel tidak akan dibuka tanpa adanya jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka. Posisi Saudi juga menempatkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina yang diharapkan terbentuk.

Karena itu, tanggapan sinis terhadap belasungkawa Netanyahu tidak dapat dipisahkan dari konteks politik yang lebih luas. Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid membawa duka bagi Arab Saudi, tetapi pernyataan dari pemimpin Israel tetap dinilai melalui lensa perang Gaza, korban sipil Palestina, dan belum tercapainya penyelesaian politik atas konflik tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan rumitnya dinamika keamanan dan diplomasi di Timur Tengah. Ancaman serangan lintas batas, konflik bersenjata di Yaman, perang Gaza, serta isu kenegaraan Palestina saling memengaruhi persepsi publik. Dalam situasi seperti itu, pesan kemanusiaan dari seorang pemimpin dapat tetap memicu penolakan apabila dianggap tidak sejalan dengan tindakan pemerintah yang dipimpinnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi?

Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi matter?

Netanyahu Sampaikan Belasungkawa atas Serangan Houthi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.