Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menantu Trump Temui Pemimpin Hamas, Pejuang Palestina Naik Kelas?

Published August 18, 2026 · Updated August 18, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

Diplomasi Gaza: Kushner Duduk Bersama Hamas, Netanyahu Menolak Kerangka Gencatan

Pertemuan yang Belum Pernah Terjadi

Beritasosial.com – Di Kairo, Mesir, serangkaian negosiasi diplomatik intensif baru saja berlangsung dengan satu tujuan: mendorong tahap kedua dari peta jalan gencatan senjata di Gaza. Dari sana, utusan Amerika Serikat Jared Kushner melanjutkan perjalanannya ke Tel Aviv untuk pembicaraan krusial bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin.

Yang membuat pertemuan di Kairo menjadi bersejarah adalah durasi dan sifatnya. Kushner, yang hadir bersama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair serta Nickolay Mladenov selaku Direktur Jenderal Dewan Perdamaian, menghabiskan lebih dari dua jam dalam dialog langsung dengan delegasi Hamas. Menurut laporan kantor berita Reuters, Khalil al-Hayya memimpin rombongan dari pihak Hamas.

Netanyahu Menolak, Operasi Militer Berlanjut

Washington sedang berupaya mengimplementasikan peta jalan 15 poin untuk Gaza, dokumen yang telah mendapat persetujuan dari Dewan Perdamaian di bawah Presiden Donald Trump. Namun, Netanyahu secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap kerangka kerja tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan melakukan penarikan diri sebelum Hamas sepenuhnya dilucuti senjatanya.

Sementara itu, operasi militer Israel di Gaza terus berjalan, dan ekspansi permukiman di Tepi Barat yang diduduki juga diperluas — langkah yang memperkuat ketegangan di kawasan.

Makna Politik di Balik Meja Perundingan

Secara resmi, Amerika Serikat masih mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi terlarang dan organisasi "teroris". Akan tetapi, selama bertahun-tahun, Washington telah menjalin kontak tidak resmi dengan kelompok tersebut, sebagian besar melalui pihak perantara. Para pengamat menilai bahwa interaksi langsung antara utusan AS dan pimpinan Hamas menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan Amerika.

Mahjoob Zweiri, dosen sekaligus pakar politik Timur Tengah di Doha Institute for Graduate Studies, menyampaikan pandangannya kepada Al Jazeera mengenai arti pertemuan itu.

"Ini mencerminkan semacam sikap tunduk Amerika terhadap fakta bahwa Hamas adalah kekuatan politik dalam masyarakat Palestina yang tidak dapat diabaikan."

Zweiri menekankan bahwa meskipun Israel terus berupaya meminggirkan Hamas, Washington tetap mengakui bahwa kelompok tersebut merupakan aktor yang tak tergantikan dalam setiap skenario penyelesaian jangka panjang.

"Ini adalah hal yang coba dihindari Netanyahu,"

seraya menambahkan bahwa perdana menteri Israel tersebut "bersikap membangkang terhadap kebijakan AS dan hukum internasional".

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menantu Trump Temui Pemimpin Hamas Pejuang?

Menantu Trump Temui Pemimpin Hamas Pejuang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menantu Trump Temui Pemimpin Hamas Pejuang matter?

Menantu Trump Temui Pemimpin Hamas Pejuang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.