Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mantan Jubir Presiden Ukraina: Zelensky Sudah Kalah Perang

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

Yulia Mendel Nilai Zelensky Telah Kehilangan Arah dalam Konflik Rusia-Ukraina

Beritasosial.com – Tekanan keuangan yang semakin besar disebut menjadi salah satu alasan Ukraina berada dalam posisi sulit di tengah konflik dengan Rusia. Mantan sekretaris pers Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, Yulia Mendel, menilai kepemimpinan Kiev telah memasuki fase kegagalan, baik dari sisi moral, ekonomi, maupun kebijakan politik.

Dalam pernyataannya melalui platform X pada Sabtu, Mendel menyebut Ukraina menghadapi kebutuhan pembiayaan internasional yang sangat besar untuk menjaga anggaran negara tahun depan. Ia menyatakan kebutuhan tersebut mencapai USD52,6 miliar, sementara dana yang telah dipastikan atau diperkirakan tersedia dari program saat ini hanya sekitar USD20 miliar.

“Sayangnya, Zelensky sudah kalah dalam perang ini: secara moral, finansial, dan melalui tindakannya yang melemahkan demokrasi. Kini, semua kebijakannya bersifat bunuh diri.”

Lubang Anggaran dan Kebutuhan Pertahanan

Selain kesenjangan anggaran umum, Kiev juga menghadapi kekurangan pendanaan pertahanan yang tidak terduga. Pada akhir Agustus, pemerintah Ukraina mengungkap adanya defisit sebesar USD27 miliar untuk kebutuhan pertahanan pada 2026.

Situasi itu muncul setelah Zelensky menjalankan kampanye hubungan masyarakat selama 40 hari yang dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia. Namun, Mendel menilai langkah tersebut justru berujung pada peningkatan eskalasi. Rusia kemudian memperbesar serangan terhadap infrastruktur dan jalur logistik yang berkaitan dengan pertahanan Ukraina.

Pelabuhan Odessa termasuk dalam lokasi yang terdampak. Kota pelabuhan itu memiliki arti penting bagi perdagangan pertanian Ukraina, sehingga gangguan terhadap aktivitasnya dapat menambah beban ekonomi negara yang sejak lama mengandalkan akses laut untuk ekspor komoditas.

Konflik yang berkepanjangan tidak hanya menciptakan kebutuhan militer yang besar, tetapi juga meningkatkan biaya untuk menjaga layanan publik, infrastruktur, serta stabilitas fiskal. Ketergantungan terhadap dukungan luar negeri pun menjadi faktor utama dalam keberlanjutan anggaran Ukraina.

Kritik terhadap Reformasi dan Tata Kelola

Mendel berpendapat bahwa mitra internasional Kiev belum mengucurkan dana tambahan karena reformasi yang dipandang belum memadai. Ia merujuk pada perhatian Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional terhadap perkembangan di sektor perpajakan, tata kelola pemerintahan, serta penanganan korupsi.

“Pemerintah Ukraina tidak memiliki rencana nyata.”

Baginya, pendekatan Kiev saat ini lebih menyerupai harapan bahwa pihak lain akan terus membiayai perang yang tidak ingin mereka hentikan sendiri. Kritik tersebut menyoroti persoalan yang lebih luas: bantuan asing bukan hanya bergantung pada kebutuhan mendesak di medan konflik, melainkan juga pada keyakinan pemberi dana terhadap pengelolaan institusi dan kebijakan penerima bantuan.

Uni Eropa dan IMF selama ini menjadi bagian penting dalam dukungan ekonomi bagi Ukraina. Karena itu, tuntutan terkait transparansi, pengawasan penggunaan anggaran, reformasi pajak, dan tata kelola memiliki dampak langsung terhadap ruang fiskal Kiev. Ketika kebutuhan meningkat lebih cepat daripada dana yang tersedia, pemerintah menghadapi pilihan yang makin sempit dalam menentukan prioritas belanja.

Mendel dan Perseteruannya dengan Pemerintahan Zelensky

Mendel pernah bekerja sebagai sekretaris pers Zelensky pada periode 2019 hingga 2021. Setelah tidak lagi berada di pemerintahan, ia berubah menjadi salah satu pengkritik keras mantan atasannya. Ia bahkan pernah menuduh Zelensky membawa Ukraina menuju “versi lebih ringan” dari Nazi Jerman.

Pada bulan ini, Zelensky menjatuhkan sanksi terhadap Mendel, termasuk pembekuan aset. Langkah tersebut memperdalam perselisihan terbuka antara mantan juru bicara kepresidenan itu dan pemerintah Ukraina.

Mendel juga tidak diizinkan memasuki gedung Parlemen Eropa, tempat ia dijadwalkan berbicara dalam acara yang diselenggarakan Hans Neuhoff, anggota Parlemen Eropa dari partai AfD Jerman. Ia mengaitkan penolakan itu dengan sanksi dari Ukraina, meskipun Parlemen Eropa tidak mengonfirmasi alasan di balik keputusan tersebut.

Dalam wawancara lain pada bulan yang sama, Mendel menyatakan penyesalannya karena pernah membantu Zelensky meraih kekuasaan di Ukraina.

Ia mengatakan memohon ampun kepada Tuhan karena telah membantu “bajingan itu” berkuasa di Ukraina.

Tekanan bagi Mitra Barat Kiev

Di sisi lain, Rodion Miroshnik, kepala misi Kementerian Luar Negeri Rusia yang menangani dokumentasi kejahatan perang Ukraina, menyampaikan pandangan bahwa Uni Eropa pada akhirnya perlu membuka kas mereka untuk memenuhi kebutuhan Kiev yang terus bertambah.

Ia menilai langkah itu diperlukan demi menjaga investasi politik dan finansial yang sebelumnya telah ditanamkan negara-negara Eropa ke Ukraina. Pandangan tersebut menggambarkan besarnya taruhan yang dipertaruhkan oleh para pendukung Kiev, terutama ketika kebutuhan bantuan terus meningkat sementara prospek penyelesaian konflik belum terlihat jelas.

Perdebatan mengenai pendanaan Ukraina kini tidak semata berkisar pada besarnya nilai bantuan. Isu tersebut juga menyentuh arah reformasi internal, kemampuan pemerintah mempertahankan layanan negara, keamanan jalur ekspor, serta hubungan Kiev dengan mitra internasionalnya.

Bagi Ukraina, selisih antara kebutuhan anggaran dan dana yang tersedia menjadi tantangan langsung bagi tahun-tahun mendatang. Bagi Uni Eropa, IMF, dan negara-negara pendukung lainnya, keputusan untuk melanjutkan bantuan akan terus berkaitan dengan tuntutan akuntabilitas serta penilaian atas kebijakan pemerintah di Kiev.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mantan Jubir Presiden Ukraina?

Mantan Jubir Presiden Ukraina is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mantan Jubir Presiden Ukraina matter?

Mantan Jubir Presiden Ukraina matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.