Kapal Induk Abraham Lincoln ‘Kelelahan’ 259 Hari di Laut: Ribuan Tentara AS Rentan Jadi Target Empuk Iran
Kapal Induk Abraham Lincoln Kelelahan 259 Hari di Laut
Beritasosial.com – Misi panjang di perairan Timur Tengah telah membawa dampak signifikan bagi awak kapal dan keluarga mereka. USS Abraham Lincoln telah menghabiskan waktu lebih dari delapan bulan di laut, menjadikannya salah satu pengerahan terpanjang dalam sejarah modern konflik dengan Iran. Ribuan tentara dan pelaut yang bertugas di atas kapal induk tersebut kini menghadapi berbagai tantangan kesehatan, logistik, dan kesejahteraan yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Pertemuan yang berlangsung di San Diego pada Kamis malam menjadi momen penting bagi para anggota keluarga untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung. Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao hadir untuk mendengarkan berbagai keprihatinan yang muncul dari para orang tua, pasangan, dan anak-anak para pelaut. Emosi yang terpendam selama berbulan-bulan akhirnya tercurah dalam forum yang penuh makna tersebut.
Tantangan Kesehatan Mental dan Fisik Awak Kapal
Dalam pertemuan virtual yang juga digelar pada malam yang sama, para pemimpin Angkatan Laut AS berhadapan dengan sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas USS Lincoln. Rekaman audio serta video dari sesi tersebut telah diperiksa oleh MS NOW, memberikan gambaran jelas mengenai kondisi yang dihadapi para personel di kapal.
Berbagai masalah operasional dan kesejahteraan personel diungkap dalam kedua forum tersebut. Mulai dari kesehatan mental para pelaut, keselamatan di geladak, hingga kelangkaan makanan dan kontaminasi air menjadi sorotan utama. Sistem pengiriman surat yang terganggu juga menyebabkan paket-paket dari keluarga tertahan selama berbulan-bulan, menambah beban psikologis para pelaut yang jauh dari rumah.
Kapal induk ini telah mencatat rekor modern dalam konflik Iran dengan masa pengerahan terpanjang secara berturut-turut. Namun, para keluarga belum menerima kepastian kapan pergantian akan terjadi, menciptakan ketidakpastian yang semakin membebani para personel yang bertugas.
Reaksi Emosional dan Tuntutan Kejelasan
Di Naval Air Station North Island, sekitar 200 anggota keluarga berkumpul di Island Club untuk menuntut kejelasan. Beberapa pasangan pelaut terlihat menangis saat meminta penjelasan mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi kelelahan dan masalah kesehatan mental personel di kapal. Kehadiran para pemimpin Angkatan Laut memberikan harapan bagi para keluarga yang menunggu solusi.
Salah satu ibu menceritakan bahwa putrinya merasa tidak akan pernah kembali dan yakin akan meninggal di atas kapal. Seorang perempuan lain mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap misi tersebut, menyatakan bahwa ia sulit merasa bangga karena menganggap militer AS sedang "membunuh warga sipil tak bersalah". Pernyataan-pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam yang dirasakan oleh keluarga para pelaut.
Para pelaut yang menjadi anggota keluarganya juga dilaporkan merasa bersalah atas peran mereka dalam konflik tersebut. Pernyataan ini mendapat dukungan berupa tepuk tangan dari peserta pertemuan, menunjukkan solidaritas yang kuat di antara para keluarga.
Proses Pergantian dan Masa Depan Misi
Hung Cao menjelaskan bahwa Angkatan Laut AS sedang menyiapkan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan posisi USS Lincoln di Timur Tengah. Namun, ia tidak dapat memberikan jadwal pasti karena alasan keamanan operasional. Ketidakpastian ini menjadi salah satu sumber kekhawatiran utama bagi ribuan keluarga yang menunggu kabar dari loved ones mereka.
Wakil Laksamana Joseph Cahill dan Wakil Laksamana Douglas Verissimo, masing-masing komandan senior pasukan permukaan dan udara Angkatan Laut Armada Pasifik, juga berbicara secara virtual kepada lebih dari 200 peserta pada Kamis malam. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tinggi Angkatan Laut AS untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
"Saya bahkan tidak bisa menggambarkan betapa bangganya kami kepada mereka. Mereka menjalankan tugas dengan tingkat presisi dan profesionalisme yang menunjukkan kualitas orang-orang kita yang telah memilih mengenakan seragam negara ini di pundak mereka dan menjawab panggilan tugas," kata Cahill.
Hingga Jumat, kapal induk tersebut telah menjalani pengerahan selama 259 hari sejak meninggalkan pangkalannya di San Diego. Para pemimpin Angkatan Laut menekankan profesionalisme dan ketangguhan para pelaut yang tetap menjalankan tugas meskipun menghadapi berbagai tantangan. Keluarga tetap menjadi salah satu titik penting bagi pimpinan Angkatan Laut untuk memahami berbagai kesulitan yang dihadapi para pelaut di tengah misi yang diperpanjang ini.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Misi USS Abraham Lincoln
Berapa lama USS Abraham Lincoln bertugas di laut? Kapal induk tersebut telah menjalani pengerahan selama 259 hari sejak meninggalkan pangkalannya di San Diego pada awal misi.
Kapal induk apa yang akan menggantikan USS Lincoln? Kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt sedang disiapkan untuk menggantikan posisi USS Lincoln di Timur Tengah.
Apa saja masalah utama yang dihadapi awak kapal? Masalah utama meliputi kesehatan mental, keselamatan di geladak, kelangkaan makanan, kontaminasi air, dan sistem pengiriman surat yang terganggu.
Berapa jumlah personel yang bertugas di atas kapal? Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir bertugas di atas USS Lincoln selama misi ini.