Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iran Tuding Arab Saudi Terlalu Bergantung dengan Kekuatan Asing

Published August 8, 2026 · Updated August 8, 2026 · By Anthony Miller - beritasosial.com

Foto : Anthony Miller - beritasosial.com

Iran Tuding Arab Saudi Terlalu Bergantung pada Kekuatan Asing

Beritasosial.com – RIYADH - Iran kembali menyoroti hubungan diplomatiknya dengan Arab Saudi melalui kritik keras terhadap pakta pertahanan baru yang ditandatangani oleh Riyadh bersama Pakistan dan Turki. Dalam pernyataannya, Iran Tuding Arab Saudi Terlalu bergantung pada kekuatan asing untuk menjaga keamanan wilayahnya. Ebrahim Rezaei, seorang anggota parlemen Iran dari komite keamanan nasional, secara terbuka mengecam perjanjian tersebut sebagai langkah yang tidak efektif dalam jangka panjang.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah yang ditandatangani pada hari Jumat ini mengikat ketiga negara dalam komitmen saling melindungi. Namun, menurut pandangan Teheran, langkah ini justru menunjukkan kelemahan Arab Saudi dalam kebijakan luar negerinya. Iran Tuding Arab Saudi Terlalu mengandalkan bantuan dari pihak ketiga alih-alih membangun kemandirian strategis. Pakta ini mencakup klausul bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

"Pihak Saudi harus tahu bahwa perjanjian di atas kertas dengan Türkiye dan Pakistan tidak akan memberikan keamanan bagi mereka, sama halnya seperti tindakan 'memeras' sepihak oleh Amerika selama bertahun-tahun yang tidak memberikan keamanan bagi mereka," tulis Ebrahim Rezaei di platform X.

Kritik dari Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi menyatakan bahwa mereka menghadapi ancaman keamanan yang semakin besar akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Teheran serta pasukan-pasukan sekutunya telah melakukan serangan terhadap negara-negara Teluk yang dituduh mendukung kampanye militer Washington. Dalam konteks ini, Iran Tuding Arab Saudi Terlalu bergantung pada aliansi militer eksternal untuk menghadapi tantangan keamanan regional.

Menanggapi tuduhan tersebut, Arab Saudi tetap teguh dengan posisinya untuk memperkuat kemitraan keamanan melalui pakta baru ini. Pemerintah Riyadh melihat perjanjian dengan Pakistan dan Turki sebagai langkah strategis untuk diversifikasi hubungan internasional. Namun, kritik dari Iran menyoroti potensi ketergantungan yang berlebihan pada kekuatan asing yang mungkin memiliki kepentingan berbeda di kawasan tersebut.

Analisis terhadap perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan Iran-Arab Saudi masih dalam fase transisi. Meskipun kedua negara telah melakukan normalisasi hubungan, perbedaan pandangan mengenai keamanan regional tetap ada. Iran Tuding Arab Saudi Terlalu dalam hal kemandirian kebijakan luar negeri menjadi salah satu poin penting dalam dinamika hubungan bilateral kedua negara di kawasan Teluk.

Frequently Asked Questions

Apa isi utama Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah? Perjanjian ini mengikat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki dalam komitmen bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, dengan fokus pada pencegahan kolektif.

Mengapa Iran mengkritik pakta pertahanan Arab Saudi? Iran berpendapat bahwa Arab Saudi terlalu bergantung pada kekuatan asing dan bahwa perjanjian dengan Pakistan dan Turki tidak akan memberikan keamanan yang memadai bagi Riyadh.

Kapan pakta pertahanan ini ditandatangani? Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ditandatangani pada hari Jumat oleh ketiga negara anggota.

Apa hubungan pakta ini dengan konflik Iran-Amerika Serikat? Pakta ini ditandatangani di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang AS-Israel melawan Iran, di mana Teheran dan sekutunya menyerang negara-negara Teluk yang mendukung Washington.

Bagaimana posisi Arab Saudi terhadap kritik Iran? Arab Saudi tetap teguh dengan posisinya untuk memperkuat kemitraan keamanan melalui diversifikasi hubungan internasional dengan Pakistan dan Turki.

Related Reading