Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

86% Warga Indonesia Punya Pandangan Negatif terhadap Israel, Tertinggi ke-4 Dunia

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By Matthew Smith - beritasosial.com

Foto : Matthew Smith - beritasosial.com

Sentimen Negatif terhadap Israel Menguat di Indonesia

Beritasosial.com – Pandangan publik Indonesia terhadap Israel semakin memburuk dalam setahun terakhir. Survei Spring 2026 Global Attitudes Survey yang dilakukan Pew Research Center mencatat 86 persen orang dewasa di Indonesia memiliki penilaian tidak menguntungkan terhadap Israel.

Persentase itu menempatkan Indonesia pada urutan keempat di antara negara-negara yang ditampilkan dengan tingkat pandangan negatif tertinggi. Hanya Turki, Pakistan, dan Malaysia yang mencatat angka lebih besar.

Survei tersebut melibatkan 44.657 responden di 36 negara dan berlangsung dari 8 Februari sampai 13 Mei 2026. Sebagian besar proses wawancara dilakukan setelah Amerika Serikat dan Israel memulai kampanye militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Indonesia Naik Enam Poin dalam Setahun

Perubahan sikap masyarakat Indonesia terlihat jelas jika dibandingkan dengan hasil survei 2025. Kala itu, 80 persen responden menyatakan pandangan tidak menguntungkan terhadap Israel. Pada 2026, angkanya meningkat menjadi 86 persen, atau bertambah enam poin persentase.

Pada saat yang sama, porsi responden Indonesia yang memberikan penilaian positif terhadap Israel menyusut. Angkanya turun dari 17 persen pada 2025 menjadi 13 persen pada tahun berikutnya.

Data ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya bertahan di tingkat tinggi, melainkan juga bertambah kuat. Pergeseran itu mencerminkan perubahan persepsi publik yang terjadi dalam rentang satu tahun.

Mayoritas Memiliki Penilaian Sangat Negatif

Penilaian tidak menguntungkan dalam survei tersebut dibedakan menjadi dua tingkat. Di Indonesia, 68 persen responden menyatakan memiliki pandangan sangat tidak menguntungkan terhadap Israel. Sebanyak 18 persen lainnya memilih kategori agak tidak menguntungkan.

Sebaliknya, hanya 4 persen responden yang menyampaikan pandangan sangat menguntungkan. Ada pula 9 persen yang menyatakan memiliki pandangan agak menguntungkan terhadap Israel.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa penilaian negatif di Indonesia terutama ditopang oleh kelompok dengan sikap sangat keras, bukan sekadar responden yang menunjukkan ketidaksukaan dalam tingkat moderat.

Turki Menempati Posisi Pertama

Turki menjadi negara dengan proporsi pandangan negatif tertinggi terhadap Israel dalam daftar survei itu. Sebanyak 97 persen responden Turki menyatakan penilaian tidak menguntungkan.

Pakistan berada pada posisi berikutnya dengan 95 persen, lalu Malaysia dengan 89 persen. Indonesia mengikuti dengan 86 persen, disusul Jepang yang mencapai 83 persen.

15 Negara dengan Pandangan Negatif Tertinggi terhadap Israel

Urutan negara yang mencatat persentase penilaian tidak menguntungkan tertinggi adalah sebagai berikut:

1. Turki: 97 persen 2. Pakistan: 95 persen 3. Malaysia: 89 persen 4. Indonesia: 86 persen 5. Jepang: 83 persen 6. Australia: 79 persen 7. Bangladesh: 79 persen 8. Swedia: 78 persen 9. Spanyol: 78 persen 10. Belanda: 76 persen 11. Italia: 75 persen 12. Jerman: 73 persen 13. Singapura: 72 persen 14. Korea Selatan: 70 persen 15. Polandia: 70 persen

Sentimen Tidak Terbatas pada Negara Mayoritas Muslim

Tingginya pandangan negatif terhadap Israel tampak kuat di sejumlah negara mayoritas Muslim yang masuk survei. Turki, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Bangladesh seluruhnya mencatat proporsi penilaian negatif yang besar. Wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur juga termasuk area yang menunjukkan sentimen sangat negatif.

Namun, pola tersebut tidak hanya muncul di negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Beberapa negara Eropa dan negara Asia maju juga mencatat angka yang tinggi. Swedia dan Spanyol sama-sama berada pada 78 persen, sedangkan Belanda mencapai 76 persen, Italia 75 persen, dan Jerman 73 persen.

Australia serta Bangladesh masing-masing mencatat 79 persen. Jepang, yang berada di posisi kelima, mencapai 83 persen. Angka-angka itu menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap Israel hadir lintas kawasan, latar belakang agama, dan karakter politik negara responden.

Dalam konteks pembacaan hasil survei, perbedaan antara kategori “sangat tidak menguntungkan” dan “agak tidak menguntungkan” menjadi penting. Keduanya sama-sama menggambarkan penilaian negatif, tetapi kategori pertama menandakan intensitas penolakan yang lebih kuat.

Kepercayaan terhadap Netanyahu Ikut Menurun

Survei ini juga menilai kepercayaan responden terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam menangani urusan dunia. Di Indonesia, 83 persen responden menyatakan tidak terlalu percaya atau sama sekali tidak percaya kepada Netanyahu.

Angka tersebut naik tujuh poin persentase dibandingkan 2025, ketika proporsinya berada pada 76 persen. Kenaikan itu berjalan searah dengan memburuknya pandangan publik Indonesia terhadap Israel secara umum.

Temuan mengenai Netanyahu memberi gambaran bahwa sentimen publik tidak hanya berkaitan dengan Israel sebagai negara. Tingkat kepercayaan terhadap pemimpin pemerintahannya juga berada pada level rendah di Indonesia.

Arti Penting Perubahan Persepsi Publik

Survei opini publik tidak menjelaskan seluruh alasan di balik pilihan setiap responden, tetapi hasilnya dapat memperlihatkan arah umum sikap masyarakat dalam periode tertentu. Dalam kasus Indonesia, peningkatan dari 80 persen menjadi 86 persen untuk penilaian negatif menunjukkan adanya penguatan sentimen dalam satu tahun.

Perubahan dari 17 persen menjadi 13 persen pada kelompok yang berpandangan menguntungkan juga menambah konteks. Artinya, ruang bagi persepsi positif terhadap Israel di antara responden Indonesia menjadi lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan 68 persen responden memilih kategori sangat tidak menguntungkan, hasil survei 2026 menggambarkan sentimen yang bukan hanya luas, tetapi juga intens. Indonesia pun berada di antara negara-negara dengan penilaian publik paling negatif terhadap Israel dalam survei global tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 86 Warga Indonesia Punya Pandangan Negatif?

86 Warga Indonesia Punya Pandangan Negatif is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 86 Warga Indonesia Punya Pandangan Negatif matter?

86 Warga Indonesia Punya Pandangan Negatif matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.