Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana, Raja Charles Senang dengan Kematian Istrinya

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Cuplikan Buku Charles Spencer Kembali Soroti Pernikahan Putri Diana dan Raja Charles III

Beritasosial.com – Sejumlah penggalan dari buku Swan Song karya Earl Charles Spencer kembali membawa perhatian publik pada masa sulit yang pernah dialami Putri Diana dalam pernikahannya dengan Raja Charles III. Isi yang beredar memuat ingatan pribadi Spencer tentang hari ketika kakaknya meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997, termasuk percakapannya dengan Charles setelah kabar duka itu diterima keluarga.

Buku tersebut belum tersedia untuk ditelaah secara menyeluruh sebelum penerbitannya. Namun, penerbit Penguin Random House telah mengonfirmasi keakuratan bagian-bagian buku yang dikutip secara publik. Penggalan itu memicu respons dari Istana Buckingham, yang jarang memberikan tanggapan atas karya-karya mengenai keluarga kerajaan.

“Meskipun pada prinsipnya kami tidak memberikan komentar mengenai buku, Baginda Raja menyadari bahwa rasa pedih akibat kehilangan saudara kandung dapat mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan memengaruhi ingatan dengan cara-cara yang tidak disadari orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut terjadi.”

Pernyataan istana itu menekankan dampak duka mendalam terhadap ingatan seseorang. Di sisi lain, cuplikan buku tersebut menghidupkan lagi pembahasan mengenai relasi Diana dan Charles yang telah lama menjadi salah satu bab paling disorot dalam sejarah kerajaan Inggris modern.

Ingatan Spencer tentang reaksi Charles

Klaim yang paling menarik perhatian berkaitan dengan kesan Spencer saat berbicara melalui telepon dengan Charles pada malam Diana meninggal. Spencer mengisahkan rangkaian jam yang menegangkan, sejak kabar kecelakaan fatal di Paris muncul hingga ia menghubungi mantan kakak iparnya setelah kematian Diana dipastikan.

Dalam ingatannya, suara Charles saat itu terdengar tidak seperti seseorang yang sedang diliputi kesedihan. Spencer menggambarkan sang pangeran, yang kala itu masih menyandang gelar Pangeran Wales, sebagai sosok yang tampak sangat gembira.

“Charles terdengar sangat gembira—seperti pemenang lotre.”

Spencer kemudian menafsirkan respons awal Charles sebagai kemungkinan perasaan terbebas untuk menikahi perempuan yang dicintainya, bukan kesedihan atas wafatnya Diana. Penilaian itu merupakan pengalaman dan tafsiran pribadi Spencer atas percakapan yang berlangsung lebih dari dua dekade lalu, sementara Istana Buckingham sendiri menyoroti kemungkinan duka memengaruhi ingatan serta penilaian seseorang.

Kontroversi tersebut menunjukkan betapa kuatnya warisan Diana dalam kehidupan publik Inggris. Kematiannya bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, terutama bagi kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, tetapi juga menjadi peristiwa yang membentuk cara publik memandang hubungan antara keluarga kerajaan, media, dan kehidupan pribadi para anggotanya.

Perdebatan mengenai William dan Harry

Cuplikan lain menggambarkan adanya perbedaan pendapat antara Spencer dan Charles mengenai prosesi pemakaman Diana. Pembicaraan itu terkait pertanyaan sensitif: apakah William dan Harry, yang saat itu masih sangat muda, perlu berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka.

Spencer menulis bahwa Charles sempat menunjukkan kemarahan besar dalam percakapan tersebut sebelum berhenti sejenak. Perdebatan itu menggambarkan beratnya keputusan keluarga di tengah suasana duka nasional, ketika setiap langkah yang diambil berpotensi menjadi bagian dari kenangan publik dan pribadi kedua pangeran.

Prosesi pemakaman Diana pada akhirnya menjadi salah satu momen paling dikenang dalam sejarah modern Inggris. Gambaran William dan Harry berjalan dalam iring-iringan pemakaman melekat kuat di benak masyarakat internasional dan terus menjadi simbol kesedihan mereka setelah kehilangan sang ibu.

Pernikahan yang berada di bawah sorotan dunia

Pernikahan Charles dan Diana sejak lama dipahami sebagai hubungan yang menghadapi tekanan besar. Kehidupan keduanya berlangsung di bawah perhatian publik yang luar biasa, sementara masalah rumah tangga mereka menjadi pembahasan luas jauh sebelum perceraian mereka diselesaikan pada 1996.

Diana meninggal setahun setelah perceraian itu. Meski pernikahan tersebut telah berakhir secara resmi, posisinya sebagai ibu dari William dan Harry serta ketenarannya di seluruh dunia membuat kematiannya membawa dampak yang sangat luas. Bagi keluarga Spencer, peristiwa itu juga merupakan kehilangan pribadi yang tidak dapat dipisahkan dari perhatian global.

Penggalan Swan Song memperlihatkan bahwa peristiwa 31 Agustus 1997 masih memunculkan perbedaan ingatan, emosi, dan penafsiran di antara orang-orang yang berada dekat dengan Diana. Respons keras dari Istana Buckingham mempertegas bahwa kisah ini tetap sangat sensitif, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Di luar perdebatan mengenai satu percakapan telepon atau satu keputusan pemakaman, pembahasan tersebut kembali mengingatkan bahwa Diana bukan sekadar figur kerajaan. Ia adalah seorang ibu, saudari, dan tokoh publik yang kematiannya meninggalkan dampak mendalam bagi keluarganya serta jutaan orang yang mengikuti kehidupannya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana?

5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana matter?

5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.